Cafe The Angels...
"Maaf membuat anda menunggu Nona"
"Tidak apa sekretaris Min", tersenyum ramah.
Siang ini, sepulang sekolah Y/n meminta Min Hyun menemuinya di Cafe The Angels yang berada di dekat gedung perusahaan Jaemin.
Y/n mengajak Min Hyun bertemu dengan tujuan membicarakan hasil konsultasi tahap pertama Jaemin. Karena tanpa di duga, dokter yang menangani Jaemin mendapat banyak celah dan titik terang walaupun baru pertemuan pertama.
"Dokter memberitahu beberapa kemungkinan yang dialami Tuan muda memang bisa saja berkaitan dengan perilaku Tuan besar terhadapnya. Secara pribadi sendiri ada rasa belum bisa merelakan kepergian ibunya, rasa bersalah atas kepergian ibunya, dan dorongan dari ayahnya yang terus menyalahkan Tuan muda"
"Tuan muda menumpuk semua rasa sakit dan amarah itu sekian lamanya. Perilaku agresif yang ayahnya lakukan dianggap sebagai hal wajar yang Tuan muda pantas terima karena sudah membuat ibunya pergi"
"Saat ini Tuan muda sedang merasa hanya anda yang ia cintai dan mencintainya. Ia merasa hanya anda yang ia miliki. Ketakutan berlebihan akan kehilangan anda membuat semua perasaan negatif yang menumpuk akhirnya membuncah ketika melihat indikasi adanya orang lain yang bisa menjadi celah dalam hubungan kalian"
"Mudahnya, Tuan muda sedang dalam masa bersikap seperti anak kecil yang takut kehilangan mainan kesayangannya. Ia bersikap waspada jika ada yang merebut mainan kesayangannya. Ia merasa hanya mainan kesayangannya yang bisa membuatnya bahagia. Dalam kasus ini Nona lah yang sedang ia jaga agar ia tidak kehilangannya Nona"
"Bentuk sikap agresif Tuan muda bisa terjadi dari hasil copy tanpa sadar yang selama ini ia rasakan dan ia terima dari ayahnya. Cara mengungkapkan amarah dan kekecewaan yang ayahnya lakukan, melekat tanpa sadar dalam ingatan dan hatinya"
Menghela nafas, "Begitu kurang lebih yang saya dapatkan"
Y/n yang sejak tadi menyimak penjelasan panjang Min Hyun hanya bisa menghela nafas kasar. Rasanya sangat frustasi melihat kenyataan yang dialaminya kekasihnya. Rasanya ia ingin menarik kekasihnya meninggalkan semua luka itu dan berjalan menuju kebahagiaan.
Ya. Kekasihnya pantas mendapat kebahagiaan, pikirnya.
"Lalu hal apa yang bisa kita lakukan untuknya?"
.
.
.
Sore harinya...
Y/n sedang duduk di salah satu bangku kantin kampus Jaemin, dijaga oleh dua orang pengawal yang berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk.
Kali ini Jake dan Jaemin mendapatkan jadwal bimbingan skripsi bersamaan, maka Y/n hanya bisa pasrah dijaga oleh dua orang pengawal tanpa ada yang menemani.
Y/n juga yang meminta kedua pengawal tidak berjaga terlalu dekat dengannya agar tidak menjadi pusat perhatian.
Min Hyun sendiri mewakili Jaemin menghadiri salah satu meeting yang tidak bisa ditunda, bersamaan waktu dengan bimbingan skripsi Jaemin.
"Astaga! Benarkah ini?!"
Y/n terkejut dengan nominal yang masuk ke dalam rekeningnya.
Jaemin memintanya berhenti bekerja paruh waktu. Sebagai gantinya ia hanya perlu merawat dan membersihkan apartment yang ia tinggali. Jaemin menjanjikan sebuah bayaran pengganti agar Y/n tidak khawatir walaupun tidak lagi bekerja paruh waktu.
Namun ternyata nominal yang Jaemin berikan adalah 10x lipat gaji bulanannya paruh waktu.
"Apa Jaemin salah menekan angka 0? Akan ku tanyakan nanti dan ku kembalikan jika memang ia salah", monolognya dengan polos.
