3

4K 125 6
                                        

"Lagi sibuk ngga?" Tanya Askara saat Zavian lagi membereskan kamarnya. Sebelum masuk dia sudah ketuk pintu dulu, gini-gini dia juga tahu adab kalau tidak diizinkan sang pemilik dia tidak akan berani untuk masuk.

"Bisa temenin gua?"

"Kemana?" Zavian bertanya setelah menyelesaikan tugas nya. Membereskan seluruh buku kembali ke tempat semula. Tidak suka pada hal yang berantakan, kalau rapih setidaknya kamar ini akan terlihat lebih nyaman.

"Beli hadiah buat kak Rafka, dia bentar lagi ulang tahun,"

Zavian berdecak dalam hati "Ayo sekalian adek mau beli juga. Adek lupa,"

"Gua tunggu dibawah," Askara keluar sedangkan Zavian bersiap-siap karena saat ini dia masih memakai baju tidur. Belum sempat untuk mandi, terlalu rajin buat beres-beres kamar.

"Adek beneran lupa kalau Kakak bentar lagi mau ulang tahun. Apa karena adek terlalu sibuk belajar? Untung ada Kak Askara yang ingetin," Gumam Zavian

Dia harus cepat cepat mandi sebelum Askara kemari lagi. Cukup menghabiskan waktu lumayan lama, hampir 30 menit dia mandi sekarang sudah siap dan turun kebawah melihat Askara sudah menunggu diruang tamu sendirian.

"Udah? Lama banget," keluh Askara dia sudah banyak melakukan hal hanya menunggu Zavian selesai. Dia sudah sampai di titik bosan dan bingung untuk melakukan apa.

"Maaf, adek mandi dulu. Masa mau pergi adek ngga mandi, malu dong!"

"CK! Yaudah ayo,"

Zavian tahu Askara pasti sedang ngambek dengannya. Tetapi Askara malah terlihat lucu, dia seperti anak kecil yang sedang ngambek sama ibunya karena tak dibelikan eskrim.

 Tetapi Askara malah terlihat lucu, dia seperti anak kecil yang sedang ngambek sama ibunya karena tak dibelikan eskrim

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Berkutat dengan mencari hadiah hampir 1 jam Askara sudah selesai, Zavian malah mutar-mutar ngga tahu mau cari apa.

"Lo belum kelar juga? Udah sejam masih belum Nemu hadiahnya?"

Zavian cemberut mendengar nya. Dia hanya menggaruk-garuk kepala tak gatal, dia masih belum menemukan yang cocok.

"Gua capek, laper juga. Cepetan abis ini kita cari makan," perintah Askara melihat Zavian sedari tadi tak selesai selesai.

"Aku bingung, Kak Rafka sukanya apa? Terus adek harus beli kado apa?"

Askara memejamkan mata sebentar lalu ikut memilihkan kadonya. Dia merasa cocok langsung di ambil saja, diberikan lah pada adiknya.

"Nih itu aja gua yakin dia bakal suka. Cepetan atau gua tinggal,"

Di sebalik Zavian yang bingung membeli kado dia sebenarnya hanya takut kado pemberian nya akan ditolak.

Bukan hanya ditolak tetapi dibuang. Tahun sebelumnya dia memberikan sebuah kado jam tangan. Rafka malah membantingnya hingga hancur berkeping keping, padahal uangnya hasil dia menabung menyisihkan sebagian uang jajan.

Kisah Si Bungsu [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang