14

2.9K 106 5
                                        

"Zavian kemana sih udah 4 hari dia ngilang, ke sekolah juga ngga! Mana setiap absen guru slalu nanya ke gua, mana gua tahu anjir!" Galih dia berada di kantin sekolah usai pelajaran yang memusingkan kepala nya dia dapat beristirahat.

Galih baru pindah 1 Minggu lalu malah memusingkan dimana teman hilang. Sudah 4 hari dia tak ada kabar sama sekali, pihak sekolah juga slalu bertanya dimana anak itu. Saat menanyakan pada keluarganya, sama jawaban tidak ada disana. Dia benar-benar menghilang tanpa jejak sedikit pun.

"Woy, bro! Kita bertiga boleh duduk disini?" Seorang pemuda menganggu ketenangan Galih, mukanya sangat tengil membuat tangan dia begitu gatal ingin menabok muka itu.

"Ya,"

"Lo temen yang dibawa Zavian beberapa hari lalu, kan? Gua boleh tanya sesuatu?" Raden sosok yang di anggap berwajah tengil oleh Galih barusan pun bertanya.

"Apaan,"

"Lo tahu dimana Zavian berada sekarang? Mungkin aja dia lagi ada bareng sama lo gitu,"

"Gak lihat gua lagi sendirian. Lagian ya kalo dia ada sama gua, gua juga kaga perlu capek nyariin tuh anak!" kesal Galih

"Ngga ada ya, dimana dong. Dia berarti beneran ngilang," sedih Raden Askara sudah memberitahu bahwa Zavian sudah hilang selama 4 hari. Tak ada kabar apapun, sampe sekarang Askara masih mencari keberadaan anak itu.

"Soalnya terakhir kali dia ada tuh pas dirumah. Kata Askara, kakak dia tuh anak semalamnya sempat pingsan. Pagi nya semua keluarga pergi buat persiapan operasi Rafka,"

"Nah dari situ dia mulai hilang. Dihubungi juga ngga diangkat, malah nomernya gak aktif. Sampe sekarang ngilang," curhat Raden.

Sudah di cari kemana pun tak membuahkan hasil, nihil keberadaan nya malah ngga ditemukan dimana pun. Bahkan polisi sudah turun tangan, tetapi jejak nya benar-benar tidak ada.

"Oke, makasih. Kalau ada kabar sekecil apapun tentang Zavian, kasih tahu kita ya!" Galih mengangguk mengerti dia kembali sendirian lagi.

"Gua takut lo kaya dia. Ngga, ngga boleh pokoknya gua bakal cari lo sampe ketemu!" Mengenai trauma pada masa lalu kehilangan temannya dengan cara yang tak terduga. Galih berusaha menyingkirkan pikiran negatif, mungkin saja Zavian sedang ada urusan tidak sempat mengabari keluarga atau kerabatnya.

Pemuda berkulit putih dengan rambut berwarna coklat berjalan santai di lorong rumah sakit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Pemuda berkulit putih dengan rambut berwarna coklat berjalan santai di lorong rumah sakit. Hari ini dia berniat mengunjungi pamannya, sudah lama sekali dia tak menemui paman dari pihak ibu.

Memang sudah jarang kesini sebab dia memiliki kesibukan sendiri. Selain kuliah, dia juga mempunyai usaha cafe yang cukup ramai. Jadi tidak ada waktu bukan tidak ada dia hanya belum sempat, mengunjungi keadaan pamannya.

Sebelum datang dia juga sudah menghubungi untuk berkunjung kemari, jadi dia bisa tahu apakah pamannya sedang sibuk atau tidak.

Ceklek

Kisah Si Bungsu [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang