Hari itu mulai beranjak malam, langit yang cerah berangsur-angsur berubah menjadi kelam. Zayyan mengayuh sepedanya tanpa arah, didera oleh kelelahan dan kebingungan. Pikirannya terus berkecamuk, mencoba memahami kenapa ada seseorang yang mengincarnya hingga nekat membakar kosannya. Peluh bercucuran di wajahnya, sementara tubuhnya semakin lelah setelah seharian penuh dihantam berbagai kejadian mengejutkan.
Tiba-tiba, di tengah keheningan malam, Zayyan merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Dia melihat segerombolan orang di kejauhan yang tampak mengintainya. Detak jantungnya semakin cepat, instingnya memberitahu bahwa bahaya sedang mengincar. Tanpa pikir panjang, dia mengayuh sepeda lebih cepat, mencoba menjauh dari mereka.
Namun, para pengejarnya tidak tinggal diam. Mereka segera berlari mengejar Zayyan, dan salah satu dari mereka mengeluarkan pistol. Dentuman tembakan memecah keheningan malam, peluru melesat melewati Zayyan. Untungnya, Zayyan sempat mengelak dengan gerakan cepat, membuat peluru itu meleset dan hanya menghantam jalan di dekatnya.
Kengerian dan adrenalin menyatu dalam dirinya, membuat Zayyan mengayuh sepeda dengan kekuatan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Dia melintasi jalan-jalan sempit, berusaha menghindari para pengejar yang semakin dekat. Nafasnya terengah-engah, keringat dingin mengalir deras di tubuhnya. Zayyan tahu bahwa jika dia tertangkap, entah apa yang akan terjadi padanya.
Zayyan terus kabur dengan susah payah, memanfaatkan setiap sudut dan gang untuk menyembunyikan diri. Dia tidak berani menoleh ke belakang, fokusnya hanya pada satu hal yaitu bertahan hidup. Dia melompat dari trotoar ke jalanan, berbelok tajam di persimpangan, berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari pengejaran yang mengerikan ini.
Perlahan, dia merasa para pengejar mulai tertinggal. Namun, dia tahu tidak boleh lengah. Zayyan terus mengayuh dengan sekuat tenaga, berharap bisa menemukan tempat yang aman untuk berlindung. Dalam benaknya, dia hanya bisa berdoa agar malam ini segera berakhir dan dia bisa menemukan jawaban atas semua misteri yang menghantuinya.
Zayyan terus mengayuh sepedanya dengan napas tersengal-sengal, matanya terus mencari tempat aman di antara bayangan malam yang semakin gelap. Di kejauhan, dia melihat sebuah taman bermain yang sepi dan terpencil. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, dia mengarahkan sepedanya ke sana, berharap bisa menemukan tempat berlindung.
Sesampainya di taman, Zayyan segera meninggalkan sepedanya di semak-semak dan berlari menuju area bermain. Dia melihat perosotan besar di sudut taman dan tanpa berpikir panjang, dia merunduk di bawahnya, mencari perlindungan. Jantungnya berdegup kencang, keringat dingin terus mengalir di dahinya. Dia berusaha menenangkan dirinya, meskipun rasa takut dan panik terus mencekam.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara langkah kaki mendekat. Zayyan membeku di tempatnya, menahan napas dan menutup mulutnya rapat-rapat untuk menghindari suara apapun. Dari balik perosotan, dia bisa melihat bayangan segerombolan orang yang tadi mengejarnya. Mereka tampak gelisah dan terus mencari, mengitari taman dengan lampu senter yang menyilaukan.
"Dia pasti di sekitar sini. Cari lebih teliti!" terdengar suara salah satu dari mereka, penuh kemarahan dan kegelisahan.
Zayyan merasa jantungnya berdetak semakin kencang, takut suara detaknya bisa terdengar oleh para pengejar. Dia menekan tubuhnya lebih erat ke tanah, berusaha sebisa mungkin untuk tidak terlihat. Di dalam kegelapan, dia berdoa agar mereka tidak menemukan tempat persembunyiannya.
Beberapa menit yang terasa seperti selamanya berlalu. Para pengejar terus mencari, namun tampaknya mereka semakin frustrasi. Setelah beberapa saat, salah satu dari mereka berteriak, "Dia tidak ada di sini. Ayo kita cari di tempat lain."
Dengan penuh harapan, Zayyan mendengar langkah kaki mereka menjauh. Namun, dia tetap diam, menunggu hingga suara-suara itu benar-benar hilang. Setelah yakin mereka sudah pergi, Zayyan akhirnya menghela napas lega, meskipun tubuhnya masih gemetar ketakutan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harapan | Xodiac ✔
FanfictionHai perkenalkan aku jiwa yang bertahan Zayyan namanya seorang laki-laki yang selalu diterpa oleh segala rintangan. Bohong rasanya jika ia selalu berkata kuat, nyatanya ia sangat membutuhkan sandaran untuk bertahan melawan segala rintangan. "Tugasku...
