Sudah dua tahun berlalu, dan akhirnya Zayyan sembuh total dari penyakit leukimianya. Keluarga yang selama ini mendukung dan merawatnya merasa sangat lega dan bahagia.
Zayyan, yang dulunya lemah dan sering menderita, kini telah kembali ceria dan penuh semangat. Kejenakaannya kembali muncul, dan dia senang sekali mengusili kakak-kakaknya, membuat mansion mereka selalu riuh dengan tawa dan keriangan.
Mansion keluarga Celia dan Louis kini selalu ramai yang tak lain ialah Zayyan, Sing, Leo, dan Gyumin. Setiap sudut rumah seakan dipenuhi energi positif dari Zayyan yang aktif dan penuh keceriaan. Ia sering berlari-lari di taman, bermain petak umpet, dan terkadang menyembunyikan barang-barang milik kakaknya hanya untuk melihat reaksi mereka. Para kakanya dengan sabar menanggapi keusilan Zayyan, mereka tertawa bersama dan menghabiskan waktu dengan penuh kebahagiaan.
Meski Zayyan telah menerima segala takdir dan melawan penyakitnya, ada satu hal yang tetap menjadi misteri yaitu ingatannya sebelum diculik tidak pernah kembali.
Celia, Louis, dan kedelapan kakaknya merasa heran, tetapi mereka menerima kenyataan tersebut dengan lapang dada. Bagi mereka, yang terpenting adalah masa depan yang penuh harapan dan kebahagiaan. Masa lalu biarlah berlalu, yang penting adalah kebersamaan dan cinta yang mereka miliki sekarang.
Mereka menjalani hari-hari dengan penuh syukur, menikmati setiap momen kebersamaan. Zayyan yang dulu lemah kini telah menjadi anak yang penuh semangat, dan keluarganya bersyukur atas keajaiban yang telah terjadi dalam hidup mereka.
Celia dan Louis pun merencanakan liburan ke Jepang untuk merayakan kesembuhan sang bungsu, Zayyan. Mereka ingin memberikan pengalaman tak terlupakan bagi Zayyan dan seluruh keluarga setelah perjuangan panjang yang telah mereka lalui. Anak-anak mereka pun setuju dengan rencana tersebut, penuh antusiasme dan kegembiraan. Setelah persiapan yang matang, mereka segera berangkat ke Jepang.
Sesampainya di Jepang, mereka tidak menginap di hotel maupun villa, melainkan di mansion pribadi keluarga mereka yang bergaya Jepang tradisional. Mansion itu terletak di daerah yang tenang dan indah, dikelilingi oleh taman dengan pohon sakura dan kolam ikan koi.
Zayyan terkesima melihat mansion tersebut. Sejak lama, ia ingin sekali mengunjungi rumah tradisional Jepang, dan kini, bukan hanya mengunjungi, tetapi ternyata keluarganya memiliki rumah seperti itu. Mansion itu luas dan mewah, dengan perpaduan antara keindahan arsitektur Jepang tradisional dan fasilitas modern.
Zayyan berjalan di sepanjang lorong mansion, matanya berbinar melihat detail ornamen kayu, pintu geser, dan tatami yang memenuhi rumah. Kakak-kakaknya, Sing, Leo, Gyumin, dan yang lainnya juga tampak kagum dan senang. Mereka menjelajahi setiap sudut rumah, menemukan ruangan-ruangan yang indah dan nyaman, serta menikmati pemandangan dari jendela besar yang menghadap taman. Di taman, mereka menemukan gazebo kecil yang dikelilingi oleh pohon sakura yang sedang berbunga, menciptakan suasana yang begitu damai dan indah.
Celia dan Louis tersenyum melihat kegembiraan anak-anak mereka. Mereka tahu bahwa liburan ini adalah hadiah yang sangat berarti bagi Zayyan dan seluruh keluarga.
Ruangan tidur di mansion Jepang itu dibagi antara orang tua dan anak-anak. Celia dan Louis memiliki kamar mereka sendiri, sementara Lex, Hyunsik, Wain, Beomsoo, Sing, Davin, Leo, Gyumin, dan Zayyan berbagi satu ruangan yang sangat luas. Kamar anak-anak dilengkapi dengan kasur futon yang nyaman, dan suasana kamar tersebut dipenuhi dengan keceriaan dan kehangatan keluarga.
Lex mengatur futon di lantai, memastikan setiap orang memiliki ruang yang cukup untuk tidur dengan nyaman. Hyunsik dan Wain membantu mengatur bantal dan selimut, sementara Beomsoo, Sing, Davin, Leo, Gyumin, dan Zayyan sibuk bercanda dan berbicara satu sama lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harapan | Xodiac ✔
FanfictionHai perkenalkan aku jiwa yang bertahan Zayyan namanya seorang laki-laki yang selalu diterpa oleh segala rintangan. Bohong rasanya jika ia selalu berkata kuat, nyatanya ia sangat membutuhkan sandaran untuk bertahan melawan segala rintangan. "Tugasku...
