Pagi itu, kelas penuh dengan semangat saat guru memulai pelajaran. Para Siswa duduk dengan rapi di bangku mereka, mata mereka tertuju pada papan tulis. Suara pensil yang menggores kertas dan desah lembut dari halaman-halaman buku yang dibalik menciptakan harmoni khas suasana belajar. Guru menjelaskan materi dengan penuh antusias, sesekali melontarkan pertanyaan untuk memastikan semua siswa paham.
Di tengah-tengah pelajaran, beberapa siswa terlihat mengangkat tangan, bersemangat untuk menjawab pertanyaan atau mengajukan pertanyaan mereka sendiri. Diskusi yang aktif membuat suasana kelas menjadi hidup dan interaktif. Guru mengapresiasi setiap usaha dan jawaban, menciptakan suasana yang mendukung dan memotivasi. Di sudut lain kelas, ada siswa yang berbisik-bisik cukup keras, agak mengganggu pelajaran saat ini, tetapi mereka mengabaikannya.
Ketika bel istirahat berbunyi, seluruh kelas berubah. Suara bel itu seolah menjadi tanda kebebasan sementara bagi sebagian siswa. Para Siswa berhamburan keluar dari kelas, meninggalkan buku dan catatan di meja mereka. Gelak tawa dan percakapan riang terdengar di sepanjang koridor. Beberapa siswa berkumpul di kantin, menikmati camilan dan minuman, sementara yang lain bermain di halaman sekolah. Istirahat menjadi waktu yang ditunggu-tunggu untuk melepaskan penat dan bersosialisasi sebelum kembali ke pelajaran berikutnya.
Tentu saja Zayyan sangat bersemangat saat bel istirahat berbunyi dengan rasa penasarannya yang tinggi ingin sekali berkunjung ke Kantin Sekolah tidak lupa untuk berdiam diri di taman belakang sekolah.
Namun dirinya tiba-tiba saja dihadang oleh beberapa siswa pengganggu yang biasanya dikenal dengan sebutan pembully.
para pembully itu dengan sengaja menggebrak meja Zayyan dengan sangat keras. Apakah tidak sakit tanganya itu, pikir Zayyan.
"hey~ pria cantik, bolehkah kau mengikuti ku sebentar sayang" ucapnya berpura-pura berbicara manis dan seksi.
"perkenalkan nama ku Taya~" seru nya dengan di padukan desahan lembut, ia menyeringai sedikit menyeramkan kepada Zayyan.
"tidak mau dan aku tidak butuh dengan perkenalan mu itu, suara mu tidak usah sok imut dan seksi lahipula kau malah terlihat seperti ondel-ondel" ucap Zayyan risih
"What? berani berani nya yang membantah ku! cepat seret dia ke Tempat itu!" Celetuknya disertai dengan amarah.
"Baik"
"Hey, tu-tunggu" kini ia kesulitan untul berbicara lantaran kerahnya di pegang sangat kuat sampai meninggalkan luka di lehernya.
"Diam"
Teman-teman Taya saat ini sedang menyeret Zayyan akan perintahnya dari Taya. Di samping Taya ada seorang perempuan yang selalu membuntuti nya kemana pun Taya pergi, ia adalah Qyta. Qyta adalah seorang perempuan yang keras kepala, merasa paling pintar dan ia adalah anak yang cukup berada.
Ia selalu mengikuti Taya karena ia mencari aman. Apalagi kalau menghindari dirinya supaya tidak di bully. Pasti setiap orang akan melakukan yang sama.
Di Sekolah ini, mereka sudah tahu dengan ada nya seorang pembully. Tetapi mereka memilih diam aja dan lebih baik menghindari sang korban dan pelakunya dengan bertujuan supaya tidak terkena dampaknya.
Tentu saja saat para siswa di koridor melihat Zayyan diseret oleh geng nya Taya mereka merasa iba. Tapi mereka mengurungkan niatnya untuk membantu Zayyan.
Konon sebelumnya ada juga korban yang terbully oleh Taya dan teman-temanya. Waktu itu ada seseorang yang melawan Taya dan ia segera menolong sang korban. Tetapi naas nya keesokan hari nya dirinya dinyatakan menghilang.
Maka dari itu Para Siswa yang ada di sini mulai mengabaikan perilaku Taya. Meskipun ada rasa mauk, tapi kita bisa apa.
Kini mereka berada di gudang yang tidak terpakai di belakang sekolah. Zayyan tiba-tiba saja dilemparkan oleh mereka ke dalam gudang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harapan | Xodiac ✔
FanfictionHai perkenalkan aku jiwa yang bertahan Zayyan namanya seorang laki-laki yang selalu diterpa oleh segala rintangan. Bohong rasanya jika ia selalu berkata kuat, nyatanya ia sangat membutuhkan sandaran untuk bertahan melawan segala rintangan. "Tugasku...
