23 | kemoterapi

729 78 2
                                        

Tak lama setelah keluarga berkumpul dan memberikan dukungan moral kepada Zayyan, seorang dokter datang untuk berbicara dengan Celia dan Louis.

Mereka diminta untuk mengikuti dokter tersebut ke ruang konsultasi, meninggalkan Zayyan sejenak bersama kakak-kakaknya. Wajah dokter itu serius, mencerminkan betapa pentingnya percakapan ini.

"Nona Celia, Tuan Louis," dokter memulai dengan suara tenang namun tegas,

"kondisi Zayyan saat ini sangat kritis. Leukemianya sudah sangat parah dan kita harus segera mengambil tindakan untuk mengobatinya. Saya sangat menyarankan agar Zayyan menjalani kemoterapi sesegera mungkin."

Celia dan Louis saling menatap, kekhawatiran tampak jelas di wajah mereka.

"Apa saja yang akan terjadi selama kemoterapi, Dok?" tanya Celia dengan suara yang sedikit gemetar.

Dokter itu menghela napas sejenak sebelum menjelaskan dengan rinci,

"Kemoterapi adalah salah satu metode pengobatan kanker yang efektif, namun memiliki efek samping yang signifikan. Zayyan akan menerima obat-obatan yang kuat untuk membunuh sel-sel kanker dalam tubuhnya. Namun, ini juga berarti dia akan mengalami beberapa gejala yang cukup berat seperti mual, muntah, kelelahan ekstrem, rambut rontok, dan risiko infeksi yang lebih tinggi."

Louis menggenggam tangan Celia lebih erat. "Apakah ada cara lain, Dokter? Apakah ada opsi yang lebih ringan bagi Zayyan?"

Dokter menggeleng pelan. "Saat ini, kemoterapi adalah pilihan terbaik kita. Tanpa pengobatan ini, kondisi Zayyan akan terus memburuk. Saya mengerti ini sangat berat, terutama bagi seorang anak seusia Zayyan, tetapi kami akan melakukan yang terbaik untuk mendukungnya selama proses ini."

Celia menundukkan kepala, air mata mulai mengalir di pipinya. "Kami akan melakukan apa saja untuk Zayyan. Jika kemoterapi adalah jalan terbaik, kami akan mendukungnya. Tapi, Dok, tolong yakinkan kami bahwa Zayyan akan mendapatkan perawatan terbaik."

Dokter mengangguk dengan tegas. "Tentu saja, Nona Celia, Tuan Louis. Kami akan memberikan perawatan terbaik untuk Zayyan. Seluruh tim medis kami akan bekerja keras untuk memastikan dia mendapatkan dukungan maksimal selama menjalani kemoterapi."

Setelah mendengarkan penjelasan dokter, Celia dan Louis pun menyetujui rencana pengobatan kemoterapi untuk Zayyan. Mereka tahu bahwa perjalanan ini akan sangat berat, tetapi mereka siap untuk menghadapi segala tantangan demi kesembuhan anak bungsu mereka.

Kembali ke kamar, Celia dan Louis memberi tahu Zayyan tentang rencana pengobatan tersebut. Meskipun masih lemah, Zayyan menunjukkan keberanian yang luar biasa.

"Aku akan berjuang, Mama, Papa. Aku akan kuat demi kalian," katanya dengan suara lembut namun penuh tekad.

_____

Zayyan duduk di kursi perawatan, tangannya gemetar di bawah selimut tipis yang diberikan oleh perawat. Ruangan itu terang, dipenuhi dengan peralatan medis dan aroma antiseptik yang kuat.

Di sampingnya, Celia memegang tangan Zayyan erat-erat, sementara Louis berdiri di dekatnya memberikan dukungan tanpa henti. Dokter sudah memberi tahu bahwa perjalanan kemoterapi ini tidak akan mudah dan mereka harus bersiap untuk apapun yang akan terjadi.

Awalnya, Zayyan sangat takut dengan pengobatan ini. Ia pernah mendengar cerita dari pasien lain tentang betapa beratnya efek samping kemoterapi.

Itulah sebabnya dulu ia menolak untuk segera mengambil tindakan ini, hanya mengandalkan obat dari dokter yang dirasa lebih aman. Namun, kondisi tubuhnya yang semakin memburuk membuatnya sadar bahwa ia harus melakukan sesuatu yang lebih drastis untuk melawan penyakitnya.

Harapan | Xodiac ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang