Dua Puluh Enam

21 3 0
                                        

"kamu maklumi ibumu ya. Dia cuma kangen sama kembaran kamu karena sejak lahir ibu kamu gak pernah lagi ngeliat."

Sahrul datang ke kamarnya setelah Minnie pergi tadi. Ria sendiri merasa menyesal dan tidak seharusnya menganggap Dino sebagai kembaran Minnie. Mungkin itu melukai perasaan Minnie. Meski dalam hatinya, Ria tetap menganggap Dino seperti kembaran Minnie.

"Aku juga udah kasar sama ibu, ibu pasti marah."

"Enggak, ibu gak marah kok dia cuma ngerasa gak enak sama kamu."

Minnie mengangguk, paham dengan yang di sampaikan ayahnya. Kedua orang tuanya tidak pernah kasar sehingga Minnie merasa beruntung menjadi anak mereka.

"Sekarang kamu tidur udah malem, besok masih harus sekolah."

Minnie mengiyakan ucapan ayahnya. Setelah pintu kamarnya tertutup, ponselnya bergetar. Cepat-cepat Minnie meraihnya. Senyuman timbul setelah Minnie melihat layar ponselnya. Dino mengirimnya pesan singkat yang membuatnya tersenyum.

Dino

|Good night.



***


"Mumpung besok hari minggu, mau ikut joging gak?"

Nurul dan Minnie lagi-lagi pulang bersama. Keduanya sudah mulai jarang bertemu karena Nurul sudah di sibukan dengan kegiatan kelas dua belas. Mereka berpapasan di gerbang saat akan pulang, makanya sekarang mereka bisa pulang bersama.

"Tadinya cuma aku sama Juna, tapi kayaknya lebih seru kalo banyak orang, nanti aku ajak Dino deh biar kamu gak canggung."

"Aku gak tau bisa ikut apa enggak. Liat nanti aja ya kak."

Nurul mengangguk. Cewek itu turun setelah sampai di halte pemberhentiannya sementara Minnie masih melanjutkan perjalanan di dalam bis.

Sebenarnya Minnie bisa saja menerima ajakan Nurul, mengingat dirinya sudah jarang sekali joging. Tapi entah kenapa sejak pindah ke daerah sini, Minnie merasa lebih malas jika harus kemana-mana, di tambah ia sendiri belum tau area sekitar dan jalannya dengan pasti. Paling-paling hanya jalan dari rumah ke sekolah yang Minnie tau, selebih dari itu Minnie belum bisa mengingatnya.

Ponsel dari sakunya tiba-tiba berbunyi. Cewek itu di kirimi pesan oleh ibunya untuk mampir ke mini market membeli bahan-bahan kue yang sudah habis.

Jujur, Minnie paling senang jika di suruh ibunya ke mini market, di sana ia juga bisa beli kebutuhannya yang di perlukan. Kebetulan ada sesuatu yang ingin Minnie beli jadi cewek itu tidak merasa terpaksa, terlebih ini baru pulang sekolah.

"Loh kamu Minnie kan temennya Dino."

Minnie menoleh setelah merasa namanya di panggil. Di sebelahnya ada Mia dengan keranjang yang cukup banyak. Minnie meringis melihatnya, pasti sangat beratkan itu.

"Iya bi."

"Kamu kenapa bisa di sini? Belanjanya gak kejauhan?"

Mia mengira rumah Minnie dekat rumahnya, makanya Mia berucap seperti itu. Setelah mendapat penjelasan dari Minnie barulah Mia mengetahui kalau jarak rumahnya tidak dekat dengan Minnie.

"Bibi kira rumah kamu deket sama Bibi. Kamu beli apa?"

"Kebanyakan pesenan ibu aku sih. Kalo aku cuma beli ini."

My Doll {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang