Dua Puluh Lima

32 4 1
                                        

"Dino kamu marah ya sama aku? Soalnya aku ngerasa kamu cuek banget gak kayak biasanya, malahan dari pas kamu jenguk aku."

Minnie menatap Dino di sebelahnya. Cewek itu langsung ke atap setelah sampai di sekolah, melupakan tas nya sejenak, tas dimana seharusnya sudah ada di kelas.

"Enggak."

"Kalo enggak kenapa jawabnya masih dingin gitu," gumam Minnie.

"Kalo misalnya ada salah satu dari temen gue suka sama lo gimana?"

Minnie menyerngit, bingung dengan arah ucapan Dino,  "Tiba-tiba nanya begini?"

"Jawab aja."

"Ya gak mungkin temen kamu ada yang suka sama aku Dino. Aku masih banyak kurangnya di banding cewek lain. Kamu liat aja di kelas, mereka cantik-cantik, gak kayak aku yang kumuh, dekil, cupu, udah jelaskan. Temen kamu gak mungkin suka sama aku. Lagian kenapa nanya gitu?"

Dino menghela nafas pelan, "gue nanya pendapat lo Minnie bukan ngebandingin diri sama yang lain. Lo sama mereka emang jelas beda, bukan berarti sama kayak yang lo bilang, tapi karena lo istimewa."

"Ya kan aku cuma jawab pertanyaan kamu Dino."

"Tapi gak perlu kayak gitu."

Minnie merenggut, "kamu marahkan sama aku?"

"Kenapa nanyanya gitu mulu sih."

"Ya lagian kamu kayak marah-marah mulu sama aku."

Dino terkekeh pelan, Minnie benar-benar seperti anak kecil yang tidak di beri permen. Dino jadi gemaskan.

"Gue suka sama lo Min.."

"Hah.."

"Gue suka sama lo dan salah satu temen gue juga kayaknya suka sama lo, itu yang bikin gue uring-uringan. Maaf kalo bikin lo gak nyaman sama sikap gue."

Minnie masih diam, otaknya mendadak berhenti bekerja. Ada perasaan senang dalam dirinya, ia sendiri tidak tau kenapa.

"Bercanda kamu gak lucu," ucap Minnie di sertai kekehan.

"Gue gak bercanda."

Minnie kembali diam, rasanya ingin berbicara pun sulit. Lidahnya terlalu kelu untuk menanggapi ucapan Dino.

"Gue tau harusnya gue bantu lo move on dari kak juna. Maaf, gue juga gak tau mulai suka sama lo dari kapan."

"Temen kamu siapa yang suka sama aku?"

Kening Dino mengerut, Minnie justru menanyakan hal itu. Kenapa, apa cewek itu sangat ingin tau. Kenapa Dino merasa kesal dengan pertanyaan Minnie barusan.

"Kenapa lo malah nanya itu?"

"Gak papah aku cuma penasaran, siapa tau kan kamu cuma salah paham," ucap Minnie.

Benar juga, kenapa Dino tidak berfikir sejauh itu. Saat itu Putra hanya berkata Minnie memiliki wajah manis. Kenapa ia harus marah, belum tentunya juga Putra benar-benar suka dengan Minnie.

"Tapi makasih ya udah suka sama aku, tapi maaf aku belum punya perasaan apa-apa sama kamu."

"Gak papah gue cuma ngungkapin perasaan gue doang dan gue juga gak maksa lo buat suka sama gue."

"Aku mau berusaha kok suka sama kamu."

Dino menoleh, menatap Minnie dalam diamnya. Sementara yang di tatap hanya tersenyum sambil menatap hamparan di depannya.

"Kamu bisa bikin aku move on dari Juna, berarti kamu juga bisa bikin aku suka sama kamu. Tapi maaf, aku emang agak bingung urusan perasaan," Minnie ikut menatap Dino.

My Doll {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang