Dua Puluh Delapan

23 2 0
                                        

Dua hari setelah kejadian itu, dua hari pula Dino tidak menunjukkan keberadaannya. Membuat banyak orang khawatir, Juna, Mia, Ria, Minnie dan semua teman-temannya. Setelah kejadian hari itu, Dino mengantar Ria pulang, kemudian cowok itu kembali menemui teman-temannya, menjelaskan apa yang terjadi dan otaknya mengerti, setelah menjelaskan pada teman-temannya, Dino menghilang. Cowok itu tidak pulang ke rumah Mia ataupun Ria, bahkan semua semua temannya tidak ada yang tau di mana Dino.

Sejujurnya Dino syok mengetahui ia kembaran Minnie yang hilang. Seseorang yang membuat hidupnya spesial. Di saat Dino merasa hidupnya mulai terarah kini berita menyakitkan datang.

Dino senang, sangat senang ketika tau ibu kandungnya. Namun ia benci setelah menyadari kalau Minnie adalah kembarannya. Kenapa harus Minnie yang menjadi saudara kandungnya.

Ingat rumah kontrakan yang Dino sewa, cowok itu tinggal di sana sekarang. Ia sedang menjernihkan pikirannya dengan menghindari orang-orang. Dino belum siap menerima kenyataan ini. Belum siap jika harus bertemu Minnie dan Juna, Mia dan Ria. Semuanya benar-benar menyakitkan bagi Dino.

Kenapa di saat ia merasa bahagia dengan keberadaan Minnie, justru cewek itu yang tidak bisa ia miliki. Sejak hari itu Dino sama sekali tidak menghidupkan ponselnya, jadi ia tidak tau seberapa banyak telpon dan pesan yang masuk ke dalam ponselnya.

Sementara di tempat Minnie, cewek itu sama terpukulnya dengan Dino, baginya sulit menerima kenyataan ini. Ibunya menganggap Dino kembarannya saja sudah membuat Minnie kesal apalagi kenyataannya seperti itu. Minnie kesal pada ibunya saat menganggap Dino seperti saudara kembarnya karena Minnie menganggap Dino sebagai seseorang yang spesial, bukan sebagai saudara tapi sebagai laki-laki. Namun mendengar kabar dari Juna jika Dino tidak pulang setelah dua hari, membuat Minnie lebih panik.

"Kenapa harus Dino orangnya," lirih Minnie.













"Minnie, ada yang perlu ibu bicarakan."

Minnie menahan nafasnya, wajah kedua orang tuanya terlihat tegang, apa jangan-jangan nilai di rapotnya kecil. Mungkinkah?

"Ada apa bu? Nilai Minnie kecil ya?"

"Bukan itu, nilai kamu selalu bikin kita puas," jawab Sahrul.

"Terus apa? Kenapa wajah kalian tegang gitu?"

Ria menghela nafas panjang, menatap suaminya sebentar, Sahrul sendiri tersenyum sambil mengangguk.

"Ibu mau cerita, Minnie dengerin sampe tuntas dulu ya baru bertanya," ucap Ria.

"Iya."

"Kamu sebenarnya bukan anak kandung ayah kamu. Kamu anak kandung dari orang lain dan kembaran kamu yang hilang itu Dino. Ayah Dino adalah ayah kandung kamu. Dulu ibu dan ayah Dino di jodohkan oleh orang tua kita. Ibu bener-bener gak tau kalo ayah Dino sudah menikah. Kita di jodohkan dalam keadaan di paksa, ibu baru tau ayah kandung kamu sudah menikah setelah kalian berdua lahir. Ibu meminta pisah karena merasa tidak enak pada istrinya, kedua orang tua ayah kandung kamu juga tidak mengetahui pernikahannya dengan istri pertama. Ibu dan ayah kandung kamu akhirnya pisah, awalnya ibu ingin merawat kalian berdua sendiri tapi secara sepihak ayah kandung kamu bawa Dino diam-diam. Ibu saat itu depresi kehilangan satu anak dan ayah kamu juga menghilang setelah itu. Pihak keluarga ayah kandung kamu juga sangat meminta maaf atas kelakuannya dan berusaha membawa Dino kembali pada ibu, tapi usahanya sampai bertahun-tahun tidak membawa hasil, ayah kandung kamu benar-benar seperti menghilang di telan bumi...."

"...ayah dan ibu bisa menikah karena ayah kamu teman ibu sejak kecil, ayah tidak tega melihat ibu merawat kamu sendiri dan kamu sendiri pasti membutuhkan peran seorang ayah, awalnya ibu menolak karena trauma akan pernikahan tapi ayah kamu berusaha menyakinkan ibu sampai ibu yakin. Saat pernikahan itu berlangsung kamu baru umur enam bulan dan kita sepakat tidak akan memberitahu yang sesungguhnya sampai waktunya tepat..."

My Doll {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang