"Ibu besok aku nikah masa Dino masih gak mau pulang."
"Sabar, mungkin dia lagi sibuk sama pekerjaannya."
"Ya masa sodara kembarnya mau nikah gak bisa sempetin dateng, liat aja kalo Dino nikah aku gak akan dateng."
Ria tertawa mendengar perkataan anaknya. Minnie di buat pusing soal Dino, ini sudah tujuh tahun setelah Dino memutuskan tinggal di Singapura. Semasa kuliahnya Dino selalu menolak pulang saat liburan semesternya dan ternyata setelah lulus kuliah cowok itu berlanjut menetap di sana, cowok itu benar-benar menetap di Singapura.
Sebenarnya Minnie takut jika Dino belum bisa melupakannya tapi Minnie berusaha menepis pikiran itu. Jujur, Minnie benar-benar rindu dengan Dino, bukan rindu sebagai laki-laki yang spesial dalam hatinya tetapi rindu sebagai saudara. Minnie benar-benar bisa melupakan Dino dan itu berkat Cio.
Besok adalah pernikahan Minnie dengan Cio, cewek itu benar-benar tidak menyangka mereka berdua bisa sampai di tahap ini. Cio benar-benar menemani hari-harinya selama tujuh tahun terakhir.
Juna dan Mia juga sudah menikah. Juna menikah dengan pilihan orang tuanya, cowok itu mengakhiri hubungannya dengan Nurul saat Juna tau akan di jodohkan dengan orang tuanya. Mereka putus dengan cara baik-baik sehingga hubungan keduanya masih berjalan sebagai teman hingga sekarang. Awalnya sulit bagi Juna dan Nurul, mengingat mereka sudah berpacaran sejak jaman sekolah tapi akhirnya Juna dan Nurul bisa menerimanya, kabarnya istri Juna sekarang sedang mengandung dan Juna juga sudah mencintai istrinya.
Sementara Mia menikah setahun setelah Dino pindah ke Singapura, wanita itu juga sudah memiliki dua anak. Mia ikut suaminya yang cukup jauh, sehingga rumahnya yang di sini terbengkalai karena tidak ada yang memakai.
"Semuanya udah selesaikan Minnie?" tanya Sahrul.
"Udah ayah, cuma Dino aja masalah yang belum selesai."
"Adik kamu mungkin sibuk, maklumin aja ya."
"Gak bisa gitu dong ayah."
Sahrul tersenyum, mengelus puncak kepala Minnie, "anak ayah udah gede aja udah mau nikah, perasaan kemaren masih kecil."
"Ayah, nanti aku sedih kalo ayah ngomong gitu. Aku kan udah gak tinggal di sini abis nikah."
"Gak papah, ayah cuma bangga sama kamu. Kamu bebas ikut siapa, tapi memang lebih baik kamu ikut suami kamu nanti."
"Minnie, ada telpon dari Dino!!"
Ibunya berteriak dari ruang tengah.
"Ayah aku ngangkat telpon dulu ya."
"Iya. Kalo udah selesai bilang, ayah juga kangen sama anak itu."
Minnie mengangguk, cewek itu membawa ponselnya masuk kedalam kamarnya agar leluasa berbicara dengan Dino.
"Dino kamu beneran gak bisa ke sini?!! Aku mau nikah besok!!"
"Aku tau, Ibu udah bilang tadi sama aku."
"Terus kamu gak mau dateng gitu? Minimal pulang Dino, banyak orang yang kangen sama kamu, termasuk aku."
"Nanti aku sempetin pulang."
"Kapan?!! Kamu benci sama aku kan sekarang?"
"Heh, kenapa ngomong gitu?"
"Ya abisnya kamu gak pulang-pulang. Kamu ngehindarin aku kan Dino!!"
"Enggak Minnie."
"Bohong!!!"
"Serius."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Doll {END}
Teen Fiction"Wah ada pacar baru nih!!" "Bukan pacar tapi boneka gue tepatnya."
