XIX. Lean On

601 94 78
                                    

Halo? Udah sekitar sebulan kayanya ya 🥲

"Yeonjun sejujurnya hanya ingin bersandar sejenak. Namun nyatanya ia membutuhkan Beomgyu lebih dari yang ia kira."

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Yeonjun melamun. Ia bahkan tidak memperhatikan bagaimana Felix yang sibuk mengoceh hampir 10 menit lamanya.

"Jun? Yeonjun?! Ngelamun mulu kenapa sih?"

Pria September itu terlihat gelagapan. Belum lagi tatapan Changbin yang seakan sedang menilainya.

"Gapapa. Sorry, tadi ngomong apa?"

Felix menggeleng. Ia menyodorkan laptopnya di hadapan Yeonjun.

"Gue lagi bahas tugas Pak Hoseok."

Yeonjun tersenyum tidak enak. Pikirannya melayang pada kejadian semalam dimana Beomgyu mengutarakan perasaannya secara jelas dan Yeonjun yang tidak bisa memberinya sebuah kepastian. Bahkan pagi tadi mereka tidak berangkat bersama. Yeonjun hanya tidak bisa melihat Beomgyu berlama-lama.

Rasa bersalah selalu menyeruak begitu saja.

-------------

"Hei?"

Soobin yang berjalan dengan lurus menghampirinya membuat Yeonjun ingin berbalik saat ini juga. Sebenarnya ia menghindari pria berdimpel itu seharian ini.

"Susah banget nyariin kamu." Ucapan Soobin membuatnya mati kutu.

Ah Yeonjun mulai menyadari Soobin menggunakan panggilan yang berbeda.

"Ada perlu apa? Kalau masalah kepanitiaan kan bisa chat aja." Yeonjun mencoba menghindari tatapan Soobin. Pria Desember itu tahu Yeonjun sedang tidak ingin bertemu dengannya.

"Bukan." Senyum Soobin terbit dan membuat Yeonjun merasa bersalah akan sikapnya yang sedikit dingin.

"Malem nanti ada acara nggak?"

Sebuah alarm di kepala kecil Yeonjun berbunyi nyaring. Ini bukan ajakan kencan kan?!

"Kenapa?"

"Pergi sama aku mau?"

Yeonjun mendadak pening seketika.

"Kata Taehyun ada film baru di bioskop. Dan kebetulan kamu suka genre filmnya."

Soobin menyodorkan tiket film horor misteri pada Yeonjun. Membuat pria yang lebih pendek itu mau tak mau meraihnya.

"Mau kan? Atau kalau semisal kamu lagi nggak senggang ya gapapa. Jangan dipaksain." Senyum tulus Soobin membuat Yeonjun tak enak hati.

"Cuma kita?"

"Iya Yeonjun."

"Kenapa?" Pertanyaan bodoh sejujurnya. Yeonjun tahu itu.

"Kamu nggak lupa kan sama yang aku bilang kemarin?"

Lihat? Sekarang Yeonjun hanya bisa terdiam memikirkannya.

Shine With YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang