Gyel menutup mulut tak percaya melihat Geyo yang tidak sadarkan diri di depannya. Bingung dan takut meliputinya, tidak ada orang lain hanya dia di sini. Takut jika Geyo mati, lihat saja semua darah itu. Hanya dia yang ada disini terlebih dialah yang mengajak Geyo ke sini, tidak ada orang lain yang patut di salahkan selain dia.
" aku tidak membunuhnya, sungguh aku tidak membunuhnya " racaunya yang mulai panik dan tidak karuan.
" Drettt... "
Getar ponsel sedikit menyadarkan Gyel, bukannya tenang ia malah makin gelisah. Dengan berat hati ia mengangkat telefon itu. Belum sempat Gyel berbicara orang di seberang telefon langsung menderunya dengan berbagai kata.
" berani ya lo ngabaikan telpon gue, mau gue aduin ke ibu angkat lo ya kalau anaknya yang sangat dia sayang adalah orang yang serakah dan licik. Berlagak sok pahlawan padahal pelaku " ancamnya di balik telefon di barengi tawa jahatnya yang natural.
" apa lagi yang kamu mau " marahnya sudah tidak terbendung, belum selesai masalah Geyo malah datang masalah baru.
" gue butuh uang sekarang, duit gue udah abis " ucapnya seenaknya.
" baru kemarin gue transfer "
" udah abis lah, gue juga butuh makan sama hura-hura. Uang kayak gitu mana cukup " ucapnya tanpa merasa bersalah.
" 5 juta, lo habisin 5 juta 1 hari " marah Gyel.
Gyel mengacak-ngacak rambutnya pusing, kenapa harus sekarang orang itu menelepon. Belum selesai masalah Geyo datang masalah baru lagi.
Gyel melihat Geyo risau, dia tidak mungkin meninggalkan Geyo di sini. Jika memang Geyo mati dan di tinggal begitu saja di sini dia pasti akan jadi orang pertama yang di salahkan. Dia banyak berpapasan dengan siswa siswi tadi. Siapa yang tidak kenal Gyel dan Geyo dua anak yang terlibat masalah baru-baru ini. Bahkan anak ansos sekalipun pasti tahu tentang perselisihan mereka.
" woy woy lo dengar gue gak anj*** " teriak orang di seberang telefon marah.
Gyel terdiam sejenak, menatap layar ponselnya sembari berpikir.
" gue... bakal kasih kalian 10 juta " putus Gyel.
" wih tumben ada apa nih, lo mau cari keluarga baru ya, mau jadi sok pahlawan ke siapa lagi nih " tanyanya dengan nada mengejek.
" mau gak, gak usah banyak tanya, kalau gak mau ya udah batal " ucapnya sedikit mengancam.
" lo ngancam nih, terserah asal uangnya cair gue ke situ sekarang " ucapnya senang.
Gyel mematikan ponselnya, menetralkan nafasnya yang tidak teratur. Berdoa berharap bahwa ini adalah keputusan terbaik.
🧩🧩🧩🧩
Jeremy memberhentikan siapa saja yang ia lihat untuk menanyakan satu hal yang sama.
" ada liat Gyel gak atau Yakra ada gak " tanyanya.
Sayangnya jawaban yang ia dapat selalu gelengan kepala. Jeremy khawatir karena sejak jam pelajaran pertama mereka tidak terlihat. Tepatnya setelah Gyel menarik Yakra pergi sampai sekarang keduanya belum juga kembali. Apa lagi dalam situasi sekarang yang sedang panas-panasnya tentang keluarga Damelos, Akey, Gyel, dan termasuk juga Geyo yang ikut terlibat.
" kalian di mana " Jeremy mengotak atik ponselnya, berulang kali menelepon Gyel dan Yakra.
Jeremy terus menelepon berharap ada yang mengangkat panggilannya. Saat sedang menelepon tiba-tiba saja tubuhnya di dorong hingga membentur dinding.
" kemana teman mu itu bawa Geyo haa " Akey menggenggam kerah baju Jeremy emosi.
" lepas sia*** , gue gak tau " Jeremy menepisnya keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran Adu Domba
FantasiGeyo kallarang anak nakal penambah tensi darah yang mukanya kalem tapi kelakuan nauzubillah. Terpaksa menerima nasib sialnya saat menginap di rumah tua. Saat ia pergi ke toilet sendiri banyak hal aneh terjadi buku kusam yang sangat menarik perhatian...
