Special Part 2 (end)

684 64 8
                                        

Sejak kejadian di kastil, Nunew tidak bisa menatap para pekerja di tempat itu. Setiap kali berpapasan dengan mereka, wajahnya langsung memerah saking malunya. Bagaimana tidak, sebelum Zee dan Nunew kembali ke rumah utama, Zee memanggil pekerja untuk membersihkan kekacauan yang mereka buat di sayap timur. Kemungkinan besar gosip sudah mulai menyebar.

"Kapan kita pulang?" tanya Nunew saat mereka berhenti di pondok setelah berjalan-jalan di sekitar perkebunan.

"Kenapa?" Zee mengangkat alis sembari merapikan rambut Nunew dari terpaan angin.

"Aku tidak kuat lagi menanggung malu."

Zee tergelak. "Biarkan saja. Anggap saja kelakuan kita membuat mereka terhibur."

Nunew memukul lengan Zee. "Kau!"

Zee menarik Nunew ke atas pangkuannya dan memeluknya dari belakang. Nunew memberontak. "Bagaimana kalau ada yang melihat?"

"Tidak ada orang yang akan ke sini. Aku sudah mengintruksikan pondok  ini  hanya akan ada kita berdua."

Nunew merasa lega dan meletakkan kepalanya di dada Zee sambil menatap matahari terbenam.

"Sebenarnya, ada yang ingin aku sampaikan padamu," ujar Zee setelah sekian lama mereka terdiam.

"Kenapa kau serius sekali, memangnya apa yang ingin kau katakan? Jangan bilang kau ingin putus denganku karena setelah menjadi vampir sikapku jadi agresif?"

Zee mengetuk kening Nunew. "Otakmu ini! Bisa tidak pikiranmu positif sedikit."

"Oke. oke. Aku dengarkan."

"Pokoknya dengarkan. Jangan marah dulu." Nunew menganguk. "Saat kau masih menjadi manusia, aku diam-diam mengambil spermamu untuk dibekukan." Nunew berusaha berbalik, tapi Zee semakin mengeratkan pelukannya. "Aku tahu aku salah tidak meminta izinmu. Tapi kalau saat itu kau tahu, aku tidak yakin kau akan pasrah begitu saja."

Saat masih menjadi manusia, Nunew sering kali tidak sadarkan diri setelah mereka bercinta. Jadi saat itu Zee akan mengambil sperma Nunew dan memasukkannya ke dalam tabung reaksi untuk dibekukan dan mengirimnya ke laboratorium pribadi miliknya untuk dipakai jika suatu hari nanti memerlukannya. 

"Untuk apa?" tukas Nunew tanpa memandang Zee. Nunew sebenarnya tahu alasan Zee melakukannya. Namun bagaimana prosesnya dia akan mendengarkan Zee lebih dulu.

"Saat itu niatku hanya ingin berjaga-jaga. Siapa tahu kita ingin memiliki anak di masa depan. Dan benar, kau lebih cepat menjadi vampir. Untungnya aku selalu menyimpan spermamu di setiap kesempatan yang ada." Zee mengecup kening Nunew. "Aku bahagia hanya bersamamu. Jangan salah. Tanpa anak ataupun ada, tidak ada bedanya bagiku. Hanya saja karena sebelumnya kau juga manusia, pasti di masa depan kau juga punya keinginan memiliki keturunan."

"Entahlah. Seingatku, aku tidak pernah membayangkan memiliki anak. Selama ini aku selalu hidup sendiri. Jadi bercita-cita memiliki anak tidak pernah ada dalam pikiranku. Namun, setelah mendengar idemu, kupikir-pikir sekarang aku menginginkannya. Membayangkan memiliki keluarga utuh denganmu terasa menyenangkan." Nunew mendongak dan mengecup dagu Zee.

"Kau tahu kan kalau vampir tidak bisa memiliki anak?" Nunew mengangguk. "Tapi kalau kita benar-benar ingin anak kita memiliki sesuatu dari kita berdua, akan aku kabulkan."

"Bagaimana caranya?" Nunew duduk lebih tegak sembari menggenggam tangan Zee.

"Fade pernah melakukannya. Percobaannya sudah dilakukan sejak 10 tahun terakhir. Yang kita butuhkan hanya spermamu dan DNA dariku."

"Kita akan menggunakan ibu pengganti?" Emosi Nunew langsung tersulut membayangkan wanita lain mengandung anaknya dan Zee.

"Tidak. Bukan seperti itu. Kami memiliki rahim buatan sendiri. Jadi saat terjadi pembuahan, kita bisa melihat prosesnya sampai anak itu cukup untuk dikeluarkan dari rahim buatan itu."

Bite MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang