Brakkkk
Seketika atensi semua murid di kantin tertuju ke arah sumber suara tersebut. Nares menggebrak meja dengan keras, membuat seisi kantin terkejut tak terkecuali Clara dan juga Davino. Clara yang melihat Nares pun sedikit terkejut dan ketakutan.
"Nares kamu di sini" ucap Clara sambil mendekati Nares dan memegang tangan Nares. Davino yang melihat itu hanya diam
"Lu selingkuh?!" tanya Nares
"E-enggak, aku cuma traktir Davino doang" jawab Clara dengan gugup
"Terus kenapa tadi lu duduknya dekat banget, lu pikir gue gak lihat hah!!"
"E-ee i-itu aku c-uma-"
"Emang bener ya kata Edgar sama Nathan, lu itu murahan"
"LU ITU CUMA MAU HARTA DOANG KAN"
"Bahkan lu pernah jalan sama cowok lainkan di belakang gue!"
"Ternyata selain murahan lu juga matre ya, gue gak nyang-
PLAKKK
Semua murid di buat lebih terkejut dengan adegan tadi. Yang dimana Clara dengan beraninya menampar seorang Nares di depan banyak orang. Davino yang melihat itu pun reflek berdiri. Dia marah, dia marah ketika ada yang menyakiti miliknya tapi Davino gak boleh tersulut emosi dia harus bisa tahan sebisa mungkin
"Lu nampar gue?!" Tanya Nares dengan penuh penekanan
"HAHAHA LU BERANI NAMPAR GUE"
"Wow keren lho, gue gak nyangka lu bakal seberani ini" ucap Nares dengan tersenyum sambi berjalan mendekat ke Clara. Clara yang melihat itupun reflek berjalan mundur
"Sekali lagi lu berani nampar gue, gue bakal buat tangan lu gak berfungsi lagi" ucap Nares dengan mencekik leher Clara.
Seketika mood Nares menurun, dia melepaskan tangannya dari leher Clara dan pergi dari tempat itu. Nares harus memenangkan dirinya untuk saat ini. Bahkan Edgar dan Nathan pun tidak berani untuk mengikuti Nares. Mereka akan memberikan waktu sendiri untuk Nares agar tenang.
Nares pergi ke rooftop sendiri. Nares memenangkan dirinya dengan merokok. Selain suka minuman beralkohol, Nares juga suka merokok tetapi jarang. Nares akan merokok jika emang lagi banyak masalah ataupun lagi emosi seperti saat ini.
"Ngapain ngerokok" tanya seseorang tiba-tiba. Nares yang terkejut-pun reflek menoleh ke belakang
"Ngapain lu kesini" ketus Nares dan kembali menatap ke arah depan
"LU APA-APAAN SIH" marah Nares saat tiba-tiba Davino membuang rokoknya
"Jangan ngerokok gak sehat" ucap Davino tanpa memerdulikan Nares yang sedang marah
"Gak usah sok ngatur deh" ucap Nares sambil mengambil rokok yang ada di sakunya dan kembali menyalakannya
"Mending lu urusin aja cewek lu itu, sekalian kalo bisa lu sama cewek lu enyah dari bumi ini. Muak gue lihat kalian" ucap Nares terus menatap ke arah depan sambil menghisap rokoknya
"Kalo ngomong sama orang tuh lihat mukanya" ucap Davino dengan memegang rahang Nares agar melihatnya
"Dan inget, gue gak suka sama Clara" ucap Davino dengan penekanan
"Sekarang lu puas kan, lu puas kan gue sama Clara udah putus, itu kan yang lu mau" ucap Nares dengan melepaskan tangan Davino di wajahnya
"Tentu, tentu gue puas. Lu punya gue Nares, sampe kapan pun lu tetap milik gue"
"Enteng banget lu ngomong kek gitu. Yakin banget lu, gue mau nerima lu. Emang lu bisa ngasih apa buat gue sampe lu pede banget"
KAMU SEDANG MEMBACA
Psiko & Badboy
FantasyNares Angelo Yuan, yang terkenal sebagai raja bully di sekolahnya, tiba-tiba menemukan dirinya takluk di hadapan seorang psikopat yang misterius. Davino Xabilo Abimanyu, seorang psikopat jenius yang menyamar sebagai culun untuk melindungi kehidupan...
