Suasana kantin dipenuhi dengan bisik-bisik semua orang. Mereka yakin pasti ada something di antara Davino dan Nares. Terkecuali Nathan, Edgar dan juga Arsen yang sudah mengetahui sesuatu diantara mereka (bagaimana Arsen bisa tau? Ingat kalo Arsen itu dekat dengan Davino? Nahhh makanya Arsen bisa tau itu dari Davino)
Selama di Kantin Nares hanya diam sambil bermain hp. Bahkan Nathan dan juga Edgar-pun Nares diamin. Davino yang melihat itupun kesal karena tunangannya lebih memperhatikan hpnya ketimbang dirinya ini.
Srekkk
Davino mengambil hp Nares dengan cepat dan segera menarik pinggang Nares agar duduk lebih dekat dengannya
"Gue lagi gak mood vin, gak usah bikin gue tambah gak mood" ucap lemah Nares
"Gue gak suka lu lebih merhatiin hp lu ketimbang gue, gue juga gak suka kalo lu jauh-jauh dari gue" sedangkan Nathan, Edgar dan Arsen hanya diam melihat
"Eh btw kok seharian ini gue gak lihat Clara ya, tumben banget tuh orang" ucap Edgar untuk membuat suasana menjadi dingin. Nares yang mendengarpun reflek mencari keberadaan Clara dan benar saja seharian ini dia juga merasa kalo Clara gak nongol
"Mungkin gak berangkat" ucap Arsen
"Lah kenapa?" Tanya Edgar
"Ya mungkin kecapekan kali habis acara ulang tahunnya" jawab Arsen
"Tapi kok perasaan gue gak enak ya" ucap Nares yang membuat Davino reflek menoleh
"Mungkin ucapannya Arsen bener, lagian kenapa lu khawatir banget sama dia" ucap Davino
"Lu sama dia udah putus dan sekarang lu itu milik gue, jadi gak usah mikirin orang lain" ucap Davino
"Apaan sih, nimbrung aja lu monyet, sini kembaliin hp gue" Davino pun mengembalikan hp Nares dan kemudian menatap Arsen seakan mengatakan sesuatu, Arsen yang mengerti pun menatap mata Davino dengan tersenyum tipis.
Nathan yang melihat Davino dan Arsen seperti sedang orang kode-kodean pun bingung tapi dia hanya diam dan bodo amat soal itu.
Bel masuk berbunyi, semua murid kembali ke kelasnya untuk mengikuti mapel selanjutnya. Begitu-pun dengan Nares, dia sebenarnya malas untuk masuk kelas apalagi mapelnya matematika behhhh bikin budrek itu. Tapi dengan terpaksa dia harus masuk dan mengikuti mapel yang membuatnya budrek karena Davino mengancam akan nginap di kamarnya jika Nares membolos.
Lebih baik mengikuti mapel matematika daripada harus tidur sekamar sama Davino, bisa-bisa Nares naik darah menghadapi sikap Davino yang mulai ngelunjak.
Mapel matematika benar-benar membuat Nares budrek, selama pembelajaran Nares sudah berusaha mendengarkan tapi tidak ada satu-pun yang Nares pahami. Ini mapelnya yang susah atau emang otak Nares yang gak nyampe sih.
Nares juga masih kepikiran tentang Clara, tumben banget tuh anak ngilang tiba-tiba. Saat sedang asik ngelamun tiba-tiba Nares dikagetkan dengan adanya anggota osis. Anggota osis itupun seperti meminta ijin untuk menyampaikan sesuatu.
"Maaf semuanya, telah menggangu pembelajarannya. Innalilahi wa innalilahi rojiun telah meninggal dunia, teman kita bernama Clara Angelina dari kelas 12 Ipa 1, mohon sumbangan seikhlasnya" ucap salah satu anggota osis
Nares yang mendengar itu-pun kaget, bukan hanya Nares tapi Edgar, Nathan, dan semua anak kelasnya juga kaget sama dengannya. Mereka gak nyangka jika Clara bakal pergi secepat ini. Setelah meminta sumbangan osis itu berterimakasih dan pamit untuk pergi.
Saat anak osis itu keluar, Nares dengan cepat menyusulnya membuat beberapa murid terkejut dan bahkan dia sampai mengabaikan teriakan gurunya.
"NARESS MAU KEMANA KAMU, JAM MENGAJAR IBU BELUM SELESAI"
"Tunggu" ucap Nares dan anak osis itu pun berhenti
"Kenapa?"
"Clara meninggal gara-gara apa?" Tanya Nares
"Bukannya lu pacarnya ya, harusnya lu tau dong, ehhh sorry mantan maksutnya" ucap sinis salah satu anak osis cewek
"Gue tanya baik-baik" ujar Nares
"Udah-udah, untuk infomasi kenapa Clara bisa meninggal kita gak tau" ucap osis yang satunya yaitu cowok
"Kok bisa gak tau, kalian kan osis" ucap Nares
"Kita cuma osis ya bukan keluarganya, pihak sekolah gak mau ngasih tau soal penyebabnya, kalo lu emang pengen tau, tanya aja sana sama keluarganya jangan sama kita. Ayo pergi" ucap osis cewek setelah itu mereka pergi
"Apaansih tuh cewek, sensi amat, pms kali ya" ucap Nares dan segera menelfon seseorang
"Haloo"
"Haii tante"
"Ada apa Nares?"
"Saya boleh tanya sesuatu gak tan dan maaf jika pertanyaan saya bikin tante gak nyaman"
"Kamu mau tanya apa?"
"Saya dengar dari sekolah Clara meninggal ya tan, saya turut berduka cita ya"
"Huftt iyaa, maafkan semua kesalahan Clara ya nak, maaf jika selama ini dia selalu nyusahin kamu"
"Eh enggak kok tan, Clara selama ini baik, saya yang harusnya minta maaf jika saya pernah nyakitin Clara"
"Iyaa nak, doain ya semoga anak tante bisa tenang disana"
"Pasti kok tan, kalo boleh tau Clara meninggal karena apa ya tan?"
"Tante juga gak tau pasti, Clara di temukan dalam keadaan tubuh penuh dengan sayatan dan polisi mendeteksi jika itu perbuatan pembunuhan"
"Hah? Maksut tante, Clara dibunuh"
"Entahlah, mungkin iyaa"
"Tante yang sabar ya, maaf Nares enggak bisa datang buat mengantarkan Clara untuk terakhir kalinya"
"Iyaa gapapa, cukup doain aja tante udah senang banget"
"Iya tante, Nares pasti akan doain yang terbaik buat Clara"
"Makasih ya nak Nares"
"Sama-sama tan, kalo gitu nares tutup ya telfonnya, tante jangan terus-terusan sedih"
"Hehehe iyaa"
Tuttt tuttt
Karena sudah terlanjur keluar kelas, gak mungkin dong Nares masuk lagi, nanti bisa-bisa dimarahin lagi. Akhirnya Nares-pun ke uks sekalian tidur ye kan disana.
Di uks sangat sepi, hanya ada 2 adkel cewek yang tugas buat jaga itu uks. Nares dengan tidak sopannya main masuk nyelonong gitu aja tanpa memedulikan 2 adkel itu. 2 adkel yang melihat itu-pun hanya diam tidak berani menegur, mereka tidak mau ada masalah sama kakelnya ini yang terkenal dengan kenakalannya. Lebih baik diam daripada terkena masalah.
Nares-pun merebahkan tubuhnya sambil memasang earphone yang selalu dia bawa ke telinganya. Sebenarnya Nares masih kepikiran tentang kematian Clara, siapa yang membunuh anak itu, apa masalah orang itu sama Clara sampai dia membunuhny, dan masih banyak lagi.
Alunan musik lama-kelamaan membuat Nares terlelap dengan nyenyaknya, bahkan pikirannya tentang Clara entah pergi kemana. Nares tidur sangatlah nyenyak bahkan dia melewatkan jam pelajaran sampai bel pulang berbunyi. Adkel yang bertugas di uks itu-pun bingung, apakah dia harus membangunkannya tapi disisi lain di takut tapi disisi lain mereka juga kasihan kalo kakelnya itu ditinggal disini sendiri.
⭐️⭐️⭐️
Jangan lupa vote dan komen
KAMU SEDANG MEMBACA
Psiko & Badboy
FantasyNares Angelo Yuan, yang terkenal sebagai raja bully di sekolahnya, tiba-tiba menemukan dirinya takluk di hadapan seorang psikopat yang misterius. Davino Xabilo Abimanyu, seorang psikopat jenius yang menyamar sebagai culun untuk melindungi kehidupan...
