Saat masuk kelas, semua orang menatap Nares dengan penuh tanda tanya
"Ngapain kalian semua ngeliat gue kek gitu?"
"Gue tau gue ganteng tapi gak usah dilihatin juga kali" ucap Nares
"Najis" ucap salah satu siswi
"Bilang aja kalo gue ganteng, gengsi amat lu"
"Dih dih narsis bet dah" Nares hanya mengedikkan bahunya dan jalan menuju tempat duduknya. Disana terlihat Edgar dan juga Nathan yang melihatnya
"Ngapain anjir kalian ngelihatin gue kek gitu" tanya Nares
"Jawab jujur lu pasti udah kepelet sama si Davino itu kan" ucap Edgar
"Hah? Apasih? Gak jelas bangsat" ucap Nares sedikit emosi
"Iya lu pasti udah kepelet sama tuh anak"
"Yang jelas ege gue gak paham" tanya Nares
"Maksudnya Edgar tuh kok lu bisa akrab sama Davino, Davino pasti ngepelet lu" ucap Nathan
"Pelet apaan anjing, lagian siapa juga yang akrab sama dia"
"Buktinya sekarang lu kemana-mana sama dia, ke pesta ultahnya Clara aja lu bareng sama dia" ucap Nathan
"Bukan berarti gue berangkat bareng sama dia terus gue akrab gitu, enggak lah"
"Terus kalo enggak akrab apa dong?" Tanya Edgar
"Ah udahlah gak usah bahas lagi, mending sekarang kita bolos, males banget gue mapel ekonomi" ucap Nares (btw Nares ini kelas IPS 4 ya jadi anaknya rada-rada unik)
"Kuyyy lah"
"Gassss sih kalo kata gue"
Di rooftops, Nares dan kedua temannya itu sedang asik ngobrol santai dengan rokok di tangan mereka. Kenapa mereka boleh ngerokok? Jawabannya ya karena mereka nakal jadi apapun yang menjadi aturan jika mereka tidak suka maka mereka akan melanggar aturan tersebut.
Saat sedang asik-asik mengobrol tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara seseorang.
"Kenapa bolos?" Mereka menoleh ke sumber suara tersebut
"Davino" ucap Edgar dan juga Nathan, sedangkan Nares hanya memutarkan bola matanya malas dan kembali menghisap rokoknya
"Kenapa bolos?" Tanya Davino
"Lu nanyain siapa" ucap Nathan
"Nares" ucap Davino. Nares yang mendengar namanya disebut hanya menoleh
"Nares gue tanya, kenapa bolos" ucap Davino, bahkan sekarang posisi Davino sudah disampingnya Nares pas
"Serah gue lah, apa urusannya sama lu" jawab Nares acuh dan kembali menghisap rokoknya tapi Nares belum sampai menghisapnya Davino sudah membuang rokok itu ke sembarang tempat.
"Lu kenapa sih, bisa enggak gak usah gangguin gue" ujar Nares
"Gue tanya" ucap Davino
"Terserah gue lah, mau gue bolos atau enggak itu bukan urusan lu" ucap Nares
"Bisa gak sekali aja nurut?" Tanya Davino
"Enggak, gak bisa lu siapa ngatur-ngatur gue"
"Gue tunangan lu" ucap Davino
"HAHHH?!" Teriak kaget Nathan dan juga Edgar. Mereka yang sedari tadi hanya diam dan menyimak pembicaraan Nares dan juga Davino, dibuat kaget dengan ucapan Davino
"Baru calon gak usah ngatur" sambil mengambil rokok lagi yang ada di sakunya.
"Nares" panggil Davino
"Apa-umpp" Davino mencium Nares langsung di depan mata Edgar dan Nathan. Mereka berdua hanya melongo tidak percaya
KAMU SEDANG MEMBACA
Psiko & Badboy
FantasyNares Angelo Yuan, yang terkenal sebagai raja bully di sekolahnya, tiba-tiba menemukan dirinya takluk di hadapan seorang psikopat yang misterius. Davino Xabilo Abimanyu, seorang psikopat jenius yang menyamar sebagai culun untuk melindungi kehidupan...
