Bab 26

6.5K 269 8
                                        

Setelah lama pingsan, akhirnya Nares-pun tersadar. Saat dia melihat sekeliling dapat Nares lihat bahwa ada orang tua Nares dan orang tua Davino, ada Davino juga dan beberapa temannya.

"Naress...akhirnya kamu bangun juga, kamu bikin mama khawatir tau gak" ucap mama Vera

"Kok banyak orang, emang aku kenapa?" Ucap bingung Nares

"Lu jatuh waktu balapan" ucap Edgar

"Kamu tuh yaa kenapa sih bandel bangett, kenapa gak pernah dengar ucapan mama, kamu kenapa masih suka balapan sihh, lihat sekarang kamu kecelakaan kan" ucap mama Vera

"Udah ver, Naresnya baru bangun lho itu" ucap mama Renna

"Anyinglah kenapa pake kecelakaan segala sih, udahlah sakit di omelin mama lagi sial sial" gerutu Nares dalam hati

"Untuk sementara waktu lu harus di rawat disini" ucap Davino

"Enggak mau, gue mau pulang"

"Nares kamu kan sakit, jadi harus di rawat dulu sampai benar-benar sembuh dulu" ucap Renna dengan lembut

"Enggak mau tante, Nares mau pulang"

"Nares kalau kamu gak mau nurut, Papa akan sita motor kamu dan Papa gak akan segan-segan buat potong uang jajan kamu" ucap tegas Papa Dirga

"Pahhhh....kok gitu sih" ucap Nares dengan melas

"Sekali-kali kamu nurut ya sayang" ucap mama Vera dengan lembut sedangkan Nares hanya diam dengan muka kesal

"Tuhkann anyinglah, malas bet gue kalau udah ngancem-ngancem kek gini"

"Mah, Davino mau ngomong sama mama sama papa juga, di luar" ucap pelan Davino kepada orang tua nya. Davino pun keluar diikuti mama papa nya

———————————————————————

"Ada apa sayang" ucap Renna

"Davino pengen pernikahannya di percepat"

"Hah? Kenapa tiba-tiba sayang" ucap Renna

"Davino gak mau Nares terluka lagi dan Davino ingin memiliki Nares secepatnya"

"Tapi itu terlalu cepat Davino, kalian juga masih sekolah dan belum tentu Nares setuju hal itu" ucap Wira

"Pliss pah kali ini aja, jika papa gak mau okeyyy, Davino yang bakal ngurus semuanya sendiri"

"Okeyy okeyyy nanti papa sama mama akan bicara sama keluarganya Nares dan kamu enggak usah ngelakuin hal gila lagi, udah cukup dengan kamu ngebunuh Clara"

"Papa tau?"

"Tentu papa tau Davino"

"Arsen?" Tanya Davino

"Hmm dan jika Nares tau, papa gak bisa bayangin bagaimana marahnya dia nanti"

"Cukup dengan papa diam Nares gak akan pernah tau"

"Kebohongan akan selalu terungkap Davino, mungkin bukan dari papa tapi dari orang lain"

"Dan orang itu akan bernasib sama halnya dengan Clara"

"Udah-udah, kalian kenapa malah berantem sih ini rumah sakit" ucap Renna. Davino pun segera masuk ke dalam ruangan Nares

"Anak kamu benar-benar gila soal cinta" ucap Wira

"Dia begitu karena nurun dari kamu" ucap Renna

"Aku gak segila itu sayang"

"Oh yaa? Dulu bahkan kamu pernah bunuh mantan aku gara-gara dia nampar aku"

Psiko & BadboyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang