Bab 28

3.6K 158 4
                                        

"Lu ngapain disini? bolos?" Tanya Davino saat melihat Nares sedang makan di kantin

"Lah lu yang ngapain disini?"

"Terserah gue, sekolah ini milik bokap gue"

"Hah? Sekolah ini milik om Wira?" Tanya Nares dengan kaget

"Hemm, jadi lu ngapain disini?" Ucap Davino dengan datar

"Tapi kok gue gak tau kalau om Wira yang punya sekolah ini"

"Karena gue gak mau orang-orang tau, cukup kepala sekolah aja yang tau. Jadi kenapa lu bolos"

"Tapi—

"NARES"

"A-Apa?" Ucap nares dengan gugup karena kaget dengan nada Davino

"Lu.bolos?" Tanya Davino dengan penekanan dan tatapan datar

"Enggak, orang gue dikeluarin dan gak dibolehin ikut pembelajaran kok"

"Lu ngelakuin kesalahan?"

"Gue cuma tidur doang anjir" ucapnya sambil menghabiskan makanannya

"Huftttt, nanti jangan lupa pulang bareng gue"

"Hemmm"

———————————————————————

Bel pulang-pun berbunyi, semua orang pun segera siap-siap untuk pulang, tapi berbeda dengan Nares, Nathan dan juga Edgar mereka malahan pulang paling akhir seperti tidak minat untuk pulang. Sedangkan Arsen, anak itu sudah pulang terlebih dahulu karena ada urusan mendadak, entahlah anak itu memang aneh

"Hufttt akhirnya selesai juga, gilaa ya pala gue pusing banget sat gara-gara matematika sialan itu" ucap Edgar

"Iyaa anjir, makin hari materinya makin susah" ujar Nathan

"Yaelah itu mah lu nya aja yang bego makanya susah" sarkas Nares

"Emang lu paham res?" Tanya Nathan

"Kagak"

"Berarti lu sama begonya anjir" ucap Edgar

"Lah emang gue pernah ngomong kalo gue pintar? Kagak kan?"

"Iya deh serah lu, makin pusing pala gue dengerin lu ngomong" ucap Edgar

"Ekhemm"

"Eh ada si Davino, nungguin Nares ya?" Tanya Edgar

"Hmm"

"Res udah ditungguin noh sama suami lu, mau jalan-jalan ya" ledek Edgar

"Bacot anying gue juga lihat, orangnya noh depan mata gue"

"Buset sensi amat lu, hamil ya" ceplos Edgar

"Edgar taik, ngomong apa lu hahh?! Sini lu anjing" Edgar yang tau bakalan dihajar sama Narespun segera melarikan diri daripada nanti dia masuk rumah sakit kan

"Yaudah gue duluan ya, jagain bos gue ya bro" ucap Nathan sambil menepuk pundak Davino

"Hmm" jawabnya tapi matanya senantiasa menatap ke arah Nares

"Napa lu lihatin gue mulu?" Tanya Nares

"Ayo pulang, kenapa masih duduk, kita harus pergi ke butik mama dulu setelah itu harus beli cincin"

"Huftt gue capek banget hari ini, besok aja lah ya"

"Gak bisa, harus hari ini"

"Tapi gue capek vinn" ucap Nares sambil merengek

"Eh lu ngapain?" Tanya Nares saat melihat Davino berjongkok di depannya

"Naik biar gue gendong"

"Hehehe pengertian banget sih" Nares pun segera naik ke punggung Davino

Psiko & BadboyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang