Bab 31

3.3K 122 5
                                        

"Udah sampai" ucap Davino sambil turun dari motornya

"Kita...kesini?" Tanya Nares dengan ragu

"Iyaa, kenapa? Gak suka kah? Kalo gak suka kita bisa pergi ke tempat lain"

"Suka kok, tapi-

"Tapi?" Tanya Davino

"Yaa gak ekspek aja lu bakal ngajakin gue kesini" ucap Nares sambil ngelihat sekeliling

"Sekali-kali kita ke pasar malam gapapa dong" ucap Davino

"Udah ayo" ucap Davino sambil merangkul pinggang Nares

"Kenapa?" Tanya Davino saat Nares masih diam saja

"Tangan lu anjir gak sopan banget" ucap Nares

"Gue takut lu hilang, disini kan ramai"

"Ya gak usah ngerangkul juga" ucap Nares sambil melepas tangan Davino dari pinggangnya

"Udah nurut aja" ucap Davino sambil merangkul lagi

"Haishhh" akhirnya Nares-pun pasrah

"Lu mau beli apa?" Tanya Davino sambil jalan dan melihat sekeliling

"Emmm belum tau, kita lihat-lihat aja dulu"

"Okeyy sayangkuu~" sambil mencubit hidung Nares

"Ishh sakit anjir" ucap Nares sambil cemberut

"Kenapa berhenti?" Tanya Davino saat Nares tiba-tiba berhenti

"Mau itu" sambil menunjuk yang jualan dimsum mentai

"Okeyy kita beli" sambil berjalan kearah yang berjualan

"Kak dimsum mentainya 1 porsi" ucap Nares

"Baik, ditunggu ya kak" ucap penjual sambil menyiapkan pesanannya. Sedangkan Davino asik memotret kekasih lucunya itu.

"Lu ngapain?" Tanya Nares

"Ngefoto pacar gue yang lucu ini" ucap Davino sambil mengusap rambut Nares

"Pantas aja gue jomblo, ternyata sekarang cowok ganteng milik cowok tampan, hadehh nasib-nasib" ucap batin penjual dimsum sambil tersenyum paksa

"Yang cakep ya awas aja kalo jelek" ucap Nares

"Kapan sih lu jelek sayang, makin hari lu tuh makin cantik tau gak"

"Najiss buaya banget" ucap Nares sinis

"Beneran sayang, gue gak bohong" ucap Davino

"Mendingan lu diam deh daripada gue timpuk pake sepatu"

"Permisi, ini kak pesanannya" ucap penjual

"Berapa kak?" Tanya Davino

"25.000 kak"

"Bisa pake qris?" Tanya Davino

"Maaf kak tidak bisa"

"Oon banget sih lu, ini pasar malam anjir bukan mall" ucap Nares

"Siapa tau udah bisa ya kan" ucap Davino sambil mengambil dompetnya dan memberikan uangnya ke penjual

"Ini kak kembaliannya, makasih ya kak" ucap penjual. Davino hanya mengangguk dan kembali berjalan sambil merangkul Nares lagi

Mereka menikmati suasana malam ini dengan bahagia, ramainya pengunjung dan ramainya penjual membuat tempat ini makin seru. Bukan hanya makanan disini ada wahana bermainnya juga yang membuat pasar malam ini lebih menarik.

Nares dan Davino hanya membeli makanan tanpa tertarik untuk mencoba wahananya. Lebih tepatnya Nares sih yang membeli makanan itu, sedangkan Davino hanya menemani dan membayarinya tentunya.

Psiko & BadboyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang