Interaksi mereka berdua tidak luput dari pandangan Davino. Tadi setelah membeli air, awalnya Davino ingin kembali ke Nares tapi saat melihat ada cewek di samping Nares, Davino-pun memutuskan untuk mengawasi sebentar sebelum kembali berjalan.
Tapi lama-kelamaan interaksi mereka lebih dekat bahkan cewek itu dengan berani menyentuh miliknya. Davino yang melihat pun hanya bisa mengenggam botol itu dengan kuat. Tapi interaksi itu tidak cukup untuk buat Davino pindah dari tempatnya. Dia akan melihat seberapa jauh cewek itu menyentuh miliknya sebelum dia bertindak.
"Gue lihat-lihat lu sama Davino makin dekat aja, ada sesuatu kah?" Goda Lucy
"Gak ada, kenapa lu mikir kek gitu?"
"Ya mungkin aja lu sama dia ada something gitu"
"Huft udahlah gak usah bahas si culun itu" ucap Nares
"Nih minum daritadi lu ngomong pasti haus" ucap Nares sambil memberikan smoothies-nya
"Thank you, peka banget lho"
"Gue mah selalu peka apalagi sama cewek manis kek lu" ucap Nares sambil memegang dagu Lucy
"Hahaha hadeh hadeh gombal banget dah"
"Ekhemm"
"Eh dah balik lu, lama banget, beli di korea lu" ucap Nares, sedangkan Davino hanya menatap Lucy datar. Lucy yang merasa dirinya ditatap-pun sedikit takut
"E-emm g-gue balik dulu ya" ucap Lucy dengan gugup
"Lah kenapa?" Tanya Nares
"G-gue ada urusan, gue balik dulu bye" ucap Lucy sambil berjalan menjauh
"Dia kenapa dah?" Tanya Nares ke Davino
"Lu...kenapa lihatin gue kek gitu?"
"Siapa?" Ucap Davino
"Hah? Siapa apa-nya?" Tanya Nares bingung
"Cewek tadi"
"Oh Lucy, dia teman sekelasnya Clara" ucap Nares. Davino-pun mengalihkan pandangannya pada smoothies yang di minum Lucy dan membuangnya
"Eh kenapa lu buang anjir, gue bahkan belum minum" ucap Nares dengan nada sedikit tinggi
"Gue gak suka lu minum bekas cewek itu" ucap Davino datar
"Tapi gue bahkan belum minum itu, sayang banget dibuang gitu aja"
"Gue bisa beliin lu lagi, gue gak miskin"
"Ck stop bertingkah berlebihan" ucap Nares
"Gue gak berlebihan, gue cuma gak mau lu minum bekas dia, gak ada yang taukan dia punya penyakit atau gak, kalau nular ke lu gimana"
"Huhh terserah lu deh, siniin airnya" ucap Nares
"Lu ada hubungan sama cewek tadi?" Tanya Davino
"Hah? Kagaklah anjir, gue sama Lucy cuman temanan"
"Tapi tadi gue lihat interaksi kalian dekat banget"
"Kenapa? Lu cemburu?" Tanya Nares dengan nada mengejek
"Jelas, lu calon istri gue, gak ada yang boleh ambil lu dari gue" ucap Davino dengan nada dingin
"Kalau gue suka sama orang lain gimana" ucap Nares
"Gue pastiin orang itu bakalan mati ditangan gue"
"Lu pikir lu siapa bisa bunuh orang seenaknya dan kalau-pun lu emang bunuh orang yang gue suka, gue pastiin juga gue gak mau lagi lihat muka lu" ucap Nares dengan tegas
KAMU SEDANG MEMBACA
Psiko & Badboy
FantasyNares Angelo Yuan, yang terkenal sebagai raja bully di sekolahnya, tiba-tiba menemukan dirinya takluk di hadapan seorang psikopat yang misterius. Davino Xabilo Abimanyu, seorang psikopat jenius yang menyamar sebagai culun untuk melindungi kehidupan...
