Dua hari kemudian Nares sudah bisa masuk sekolah lagi, kakinya juga sudah membaik. Dia sempat marah sama Davino karena dengan seenak jidat mempercepat pernikahan mereka tapi saat ingat tawaran papanya ya membuat Nares sedikit menerimanya. Ingat ya sedikit
"Pah mah Nares berangkat dulu ya" ucap Nares
"Berangkat sama siapa kamu?" Tanya Dirga
"Ya sendiri lah pah, emang mau sama siapa"
"Gak gak, selama menuju pernikahan kamu gak papa bolehin naik motor sendiri"
"Terus Nares harus gimana berangkatnya?"
"Bentar lagi Davino bakalan kesini buat jemput"
"Haduhhh kenapa harus anak itu lagi sih pah"
"Nares dia-kan calon suami kamu, jadi gapapa dong kalo dia jemput kamu" ucap Vera
"Bosen tau sama dia terus"
"Heh gak boleh gitu, nanti selamanya kamu bakal sama Davino terus" ucap Vera
"Hufttt Nares gak bisa bayangin deh gimana stress nya Nares ngadepin tuh anak"
"Husss gak boleh ngomong gitu"
Tok tok tok
"Nahhh itu pasti Davino, bentar mama bukain dulu"
"Ngapain kamu masih disini?" Tanya Dirga saat melihat Nares masih diam di meja makan
"Sana ikut mama kamu"
"Huftttt iyaaa, Nares pergi dulu" Nares-pun berpamitan dengan papa-nya dengan segera jalan keluar
"Nahhh ini dia anaknya" ucap Vera saat melihat Nares
"Belajar yang serius jangan nakal-nakal"
"Iyaa mah, Nares pergi ya" Nares-pun segera masuk ke mobil Davino tanpa menunggu Davino
"Jagain anak mama ya Davino"
"Iya mah, kalo gitu Davino berangkat ya"
"Iya hati-hati ya"
———————————————————————
Davino melirik sekilas ke arah Nares yang duduk di sampingnya dengan wajah merengut. Sejak masuk mobil, Nares sama sekali tidak berbicara, hanya sibuk memainkan hpnya sambil sesekali menghela napas panjang.
"Lu kenapa sih daritadi diam mulu" ucap Davino akhirnya, memecah keheningan.
Nares tetap fokus ke ponselnya, enggan menatap Davino. "Terus lu pengen gue ngapain hah?"
"Lu gak kayak biasanya Nares"
"Emang gue biasanya kek gimana, gue sering kayang kah" sambil melihat ke arah Davino
"Tuhkan kumat lagi gak jelasnya" ucap Davino
"Tau ah, malas gue ngomong sama lu" Nares-pun kembali memainkan hpnya
"Sabar sabar jangan sampai nih anak gue kokop mulutnya" ucap batin Davino
"Huftttt"
"Napa lu?" Tanya Nares
"Kenapa apanya? Tanya balik Davino
"Ya lu ngapain ngedengus kek gitu"
"Hah? Enggak, reflek itu"
"Bilang aja kalau lu sebenarnya malaskan berangkat bareng gue" ucap Nares sensi
"Hah? Apasih, enggak sayang"
KAMU SEDANG MEMBACA
Psiko & Badboy
FantasíaNares Angelo Yuan, yang terkenal sebagai raja bully di sekolahnya, tiba-tiba menemukan dirinya takluk di hadapan seorang psikopat yang misterius. Davino Xabilo Abimanyu, seorang psikopat jenius yang menyamar sebagai culun untuk melindungi kehidupan...
