Bab 22

8.5K 337 5
                                        

Saat sedang kebingungan, tiba-tiba Davino lewat yang kebetulan sedang mencari Nares.

"Kak kak kak" panggil salah satu adkel

"Kenapa?" Jawab singkat Davino

"Kakak kenal kak Nares gak" tanyanya yang membuat Davino sedikit ngelag

"Kenal, kenapa?"

"Itu kak, tadi kak Naresnya tidur dan sampe sekarang belum bangun juga, kami mau bangunin tapi kami gak berani terus kalo ditinggal kasihan sendirian"

"Biar gue yang bawa dia"

"Hah? Beneran kak?"

"Iya" jawab Davino

"Makasih ya kak, kalo gitu kami pulang dulu"

Davino-pun masuk ke dalam uks dan bommmm pemandangan yang pertama kali dia lihat adalah Nares yang tidur dengan baju yang ke angkat sehingga perut putih mulus dan rata serta pinggang ramping milik Nares terlihat.

Pemandangan itu cukup membuat Davino tergoda, dia-pun mendekat dan mengelus perut Nares dengan lembut. Dengan perlahan Davino mendekatkan kepalanya dengan perut Nares dan menciumnya. Ciuman itu semakin ke atas dan terpampanglah nipple pink Nares.

Davino menelan ludahnya dan kembali mendekatkan mulutnya ke nipple Nares, bukan hanya menciumnya tapi Davino mulai menyesapnya.

"Ughhh~" lenguh Nares

"Shit hampir aja gue kelepasan" gumam Davino

Davino-pun tersadar dengan apa yang ia lakukan, ia pun berhenti dan membenarkan baju Nares. Dia memandang Nares sangat lekat seolah-olah Nares ialah semestanya. Davino mencium bibir Nares singkat dan menggendongnya untuk membawanya pulang.

Mungkin kalo Nares tau apa yang dilakukan Davino kepada dirinya, sudah dipastikan anak itu bakalan marah sejadi-jadinya dan bisa saja dia menghindar dari Davino saat mengetahui apa yang telah Davino lakuin.

———————————————————————

Tok tok tok

"Yaaaa sebentarr" jawaban seorang dari dalam rumah

ceklekkk

"Oh ternyata kamu nak, lho ini Naresnya kenapa?" tanya mama Vera

"Naresnya ketiduran, tante"

"Ya ampun anak ini, kamu bawa dia kekamarnya aja"

"Boleh tante?" Tanya Davino

"Bolehlah, kamu kan calon tunangannya"

"Ayooo masukk" ujar mama Vera

"Kamar Nares di lantai dua ya, pintunya yang warna putih, tante mau ke dapur dulu"

"Makasih tan"

"Sama-sama, anggap aja rumah sendiri, toh pada akhirnya ini rumah kamu juga"

"Iyaa tan"

Davino segera membawa Nares ke kamarnya, Dia meletakkan Nares dengan sangat hati-hati, Davino gak mau kekasihnya ini bangun. (Whatttt kekasihhhh??? Jadian aja belumm vin ya ampunn)

Setelahnya Davino turun untuk pamitan. Untungnya mama Vera ada di dapur jadinya Davino tidak perlu susah-susah mencarinya.

"Tan, Davino pamit ya" ujar Davino

"Lho kok pamit sih, padahal rencananya tante mau ngajakin kamu untuk makan malam bersama"

"Davino gak enak kalo lama-lama disini" ujar Davino

Psiko & BadboyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang