Bab 29

3.7K 142 5
                                        

"Lu kenapa sih?" Tanya Davino sambil menahan amarahnya

"GUE MAU PULANG, GUE CAPEK! GUE CAPEK DAVINO TAPI LU MALAH TETAP MAKSA GUE"

"KITA KAN BISA PERGI BESOK AJA"

"EMANG KALO PERGI BESOK PERNIKAHANNYA BAKALAN BATAL, ENGGAK KAN!"

"TERUS KENAPA LU TETAP MAKSA BUAT PERGI HARI INI"

Davino yang mendengar ucapan Nares pun sangat emosi, tapi sebisa mungkin dia harus menahannya, Davino gak mau sampe ngelukain hati calon istrinya ini

"Hufttt yaudah kita pergi besok aja okeyy"

"Dari tadi kek, gue kan capek marah-marah mulu"

"Gue minta maaf ya, sekarang kita pulang?"

"Hmmm"

"Tapi jangan marah dulu"

"Gue gak marah"

"Tadi katanya marah" ucap Davino sambil ngeledek Nares

"Pulang Davino!"

"Hahaha iya sayang, tapi kita makan dulu ya, lu kan belum makan dari pulang sekolah tadi"

"Hmm" Davino yang gemas pun mencubit pipi Nares

"Sakit anjir, dikira gak sakit apa" ucap Nares sambil mengelus pipinya

"Hehehe iya maaf sayang"

Mereka-pun akhirnya tidak jadi pergi beli cincin dan pergi untuk cari makan

"DAVINO STOPP!"

Citttt

"Kenapa sayang? Ada apa?" Tanya Davino dengan nada panik

"Kita makan itu aja, nasi goreng abang-abang" ucap Nares sambil menunjuk nasi orang yang ada di pinggiran jalan

"Ya ampun sayangg, gue kira ada apa" sambil menyenderkan punggungnya

"Hehehe yaudah ayo" Davino-pun memarkirkan mobilnya

"Bang nasi gorengnya 2 ya, yang satu pedes banget"

"Siappp mas"

"Normal aja bang, gak usah pedes-pedes" ucap Davino tiba-tiba

"Lah orang gue mau nya pedes kok" sambil natap sinis Davino

"Pokoknya yang satu pedes banget bang"

"Normal atau gak sama sekali"

"Dihhh, yaudahh normal aja deh bang"

"Emm siap mas"

Mereka-pun duduk, Nares memainkan hp-nya sambil menunggu nasi gorengnya matang sedangkan Davino, anak itu terus-terusan menatap Nares, menurutnya tidak ada pemandangan menarik selain calon istrinya ini

"Ini mas pesanannya"

"Wihhh makasih bang" penjual nasi goreng itu mengangguk sebagai jawabannya

"Ayo makan, ngapain lihatin gue" ucap Nares

"Suapin"

"Hah? Apa?"

"Suapin sayang" ucap Davino

"Dihh kagak-kagak, lu punya tangan kan pakelah tangan lu"

"Gue maunya di suapin sama lu"

"Enggak mau gue, malu ege dilihatin orang" ucap Nares sambil melihat sekeliling

"Yaudah kalo lu gak mau nyuapin gue, gue gak mau makan" ucap Davino sambil sedikit merengut

"Dihhh bodo amat" Nares-pun melanjutkan makannya tanpa memperdulikan Davino

Psiko & BadboyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang