13. Hujan

2.5K 205 90
                                        

"Udah paling bener lu nginep bang, kayaknya hujannya awet, bisa sampe besok pagi." Kata Dewa yang baru saja lihat prediksi tentang cuaca hari ini sampai esok, ia bahkan sudah tunjukkan layar handphone yang menunjukkan prediksi tersebut.

"Gapapa nih gue nginep?"

Dewa mengangguk, bukan mau modus, tapi dia serius sebab khawatir mengenai Putra. Dia juga tidak mau Putra masuk berita di esok harinya!

Untuk meminimalisir hal-hal yang tidak di inginkan Dewa memutuskan untuk meminta Putra menginap saja malam ini. Untungnya Putra menyetujui hal itu, meskipun ia membawa mobil, yang namanya musibah tidak ada yang tau juga, kan?

Entah pohon tumbang, jalan licin, atau pandangan yang kabur karena hujan deras yang melanda.

Jadi malam ini kedua pemuda itu duduk berdampingan dan buka kembali obrolan yang sempat di hentikan karena terbatas waktu itu.

"Jadi bener ya bang, pacar lo itu selingkuh sama anak band lo sendiri?"

Tidak tahu juga bermula nya darimana sehingga mereka membahas hal sensitif ini kembali.

"Iya, gila gak? Padahal diantara mereka bertiga gua paling deket sama dia, Wa. Itu makanya gue bisa sampe benci banget sama tu orang."

Dewa terkekeh, emosinya Putra dapat sekali soalnya. Memang kalau masalah seperti ini tidak bisa di bicarakan dengan baik-baik, harus penuh emosi juga perasaan yang meledak-ledak tentu saja.

"Jadi lo udah putus sama dia?"

"Menurut lu gimana?"

"Harusnya sih udah ya! Gila aja sih kalo belum, gue aja waktu ketahuan langsung gue putusin detik itu juga bang. Gila sakit banget hati gue, meskipun waktu itu gue sayang banget sama dia tapi yang namanya selingkuh sampe mati gak akan gue maafin!" Nafas Dewa memburu, meskipun sudah setahun yang lalu, rasanya masih jelas ia ingat, oleh karena itu Dewa benci sekali dengan yang namanya selingkuh.

Putra yang melihatnya anggukan kepala, senyum tipis tercetak di bibirnya, entah apa maksudnya juga.

"Lo udah putus kan, bang?"

Kali ini Putra tertawa, "udah, udah kok." Katanya kemudian dan Dewa angguki lega mendengarnya.

"Lo berhak dapet orang yang tulus sama lo bang, percaya gak percaya orang tulus dan setia bakal di temuin cepet atau lambat sama pasangan yang juga tulus nantinya."

Tepat setelah kata-kata itu Dewa ucapkan, suara guntur terdengar, cukup besar sampai Dewa terkejut dan tanpa sadar rapatkan tubuhnya pada Putra.

Putra juga sebenarnya tak jauh berbeda, sama terkejutnya, tapi ia lebih bisa mengontrol dirinya, sehingga ketika lihat Dewa yang rapatkan tubuhnya buat Putra terkekeh, ia arahkan tangannya pada kepala Dewa, usap-usap pelan surai kecoklatan itu untuk berikan sebuah rasa aman, untuk tunjukkan pada Dewa bahwa pemuda itu tidak perlu takut sebab ada Putra bersamanya kini.

Beberapa detik kemudian, Dewa jauhkan tubuhnya perlahan dan semua itu menjadi perhatian Putra sendiri, ketika mata mereka bertemu dengan jarak pandang yang terbilang dekat keduanya seakan punya sengatan sendiri untuk sama-sama terpaku.

"Can i kiss you, Wa?"

Tanya Putra yang ia sudah sendiri tahu bagaimana jawabannya, detik selanjutnya Putra realisasikan apa yang ia tanyakan sebelumnya.

Kepalanya mendekat hanya untuk satukan dua belah bibir mereka. Ciuman yang hanya saling melumat satu sama lainnya, lembut juga terkesan malu-malu, hanya berselang satu menit Putra lepaskan tautan mereka secara perlahan, ia tatap wajah Dewa yang juga tengah menatapnya.

Keduanya terkekeh lalu kembali satukan cumbuan itu lebih intens dari pertama yang mereka lakukan tadi.

Lebih dalam, tidak ada malu-malu lagi diantara keduanya, sebab mereka sudah sama-sama terbawa susana malam ini.

-

- Putra POV end -

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

- Putra POV end -

- Putra POV end -

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

>>>>>

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

>>>>>

Siapa yang tolol?

Siapa yang salah?

Sampe sini dulu yaa, pan kapan lagiiii 😋🥰


See you mahadewsss...

[END] MahaDewa || MarkhyuckTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang