"Ngapain lo kesini!" Adalah pertanyaan yang Dewa layangkan pada seseorang yang membuatnya seperti ini sekarang.
Meskipun dengan pandangan kabur juga kepala yang pusing bukan main Dewa masih mampu hanya untuk layangkan sebuah tatapan tajam juga mencemoohnya pada sosok Putra yang berjalan mengarahnya.
"Ngapain lo kesini anjing! Pergi lo sialan!" Dewa jauhkan dirinya ketika Putra sudah mendudukan diri tepat di sampingnya, menolak dengan keras kedatangan Putra yang malah semakin membuatnya sakit hati, tanpa sadar air mata Dewa luruh ketika Putra bawa masuk dirinya ke dalam pelukan pemuda Sadewa itu.
"Pergi njing, gue gak mau ketemu sama orang kayak lo! Jauh-jauh dari gue!" Tangisnya kini semakin kencang, bahkan tangan Dewa sudah memukul kencang dada juga lengan atas Putra, melampiaskan segala rasa kesalnya.
"Brengsek, brengsek lo!" Suaranya kini melirih, kepalanya jatuh pada pundak Putra, menangisi segala bentuk sakit hati yang sudah Putra berikan padanya. Cukup lama sampai pada akhirnya kata-kata maaf dari Putra terdengar pelan berbisik pada Dewa.
"Maaf, maaf Wa, maafin gua."
Karena jujur, ketika Putra masuk ke dalam unit apart Dewa, masih dengan kesadarannya yang tersisa, Putra bisa melihat bagaimana hancurnya Dewa yang awalnya Putra tidak tahu karena apa, tapi ketika Dewa meracau dan tak menerima kehadirannya Putra paham bahwa Dewa seperti ini karenanya.
Karena itu ia tanpa pikir panjang langsung memeluk tubuh Dewa, ucapkan kata maaf meskipun ia belum tau pasti apa bentuk kesalahan macam apa yang ia sudah perbuat.
"Lo bajingan! Bisa-bisanya lo kesini setelah pergi sama Radif! Kenapa lo bohong sama gue? Kenapa lo bilang lo udah putus padahal belum?! KENAPA!"
Pukulan kencang dari Dewa bahkan tak Putra gubris, karena ia kini fokus pada kalimat yang Dewa layangkan untuknya.
Jadi Dewa sudah tahu?
"Pukul gua wa. Gua tau gua brengsek, gua tau gua bajingan, pukul terus asal semua itu bisa nenangin pikiran lu dan buat lu puas, gapapa wa, pukul. Tapi udah ini maafin gua, maafin gua, Wa." Nada lirih juga putus asa itu terdengar begitu memilukan di telinga Dewa, ia menatap Putra dengan tatapan berkaca-kaca miliknya, dan Dewa bisa menangkap nada tulus juga sungguh-sungguh dari tatapan itu.
"Kenapa gue harus maafin, lo? Kenapa bang?"
"Karena gua sayang sama lu."
"Bohong!"
Putra gelengkan kepalanya pelan, meyakinkan Dewa soal kata-katanya barusan. Tanpa memikirkan apakah kata-katanya barusan memang sebuah perasaan yang valid untuk Dewa.
"Tapi lo tega ngasih harapan ke gue, kita udah bersikap kayak orang pacaran, gue nerima semua itu karena lo bilang udah putus, tapi kenyataanya engga, lo sama aja jadiin gue selingkuhan lo, Putra!"
Putra mengangguk paham, oleh karena itu ia sungguh merasa bersalah atas semua yang sudah ia lakukan pada Dewa, Putra bawa tangannya untuk tangkup wajah Dewa yang kecil di tangannya.
"Gua udah putus, kali ini gua serius, gua gak bohong, Wa. Gua mohon percaya sama gua, gua mohon."
Putra bahkan kini sudah bersimpuh di hadapan Dewa, meminta Dewa untuk percaya dengan kata-katanya.
Memang pada dasarnya Dewa adalah tipikal manusia yang terlalu naif, karena itu Dewa mengangguk samar, meskipun begitu Putra masih bisa dengan jelas menangkap anggukan tersebut. Setelah itu Putra kini perlahan dekatkan wajahnya hanya untuk daratkan bibirnya pada bibir Dewa. Putra lumat dengan penuh kelembutan bibir berisi milik Dewa secara bergantian atas dan bawah.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] MahaDewa || Markhyuck
FanfictionIni cerita tentang Dewa juga bagaimana kisahnya yang jatuh cinta sama pemuda yang salah. Tapi kalo memang jodoh, bakal Dewa kejar juga meskipun sambil jatuh-jatuh dan terluka. • Start: 19 Sept 24 End: 30 Okt 24 Warn!!! Bxb alias Homoo!! Sisa nya Wa...
![[END] MahaDewa || Markhyuck](https://img.wattpad.com/cover/371048088-64-k431487.jpg)