2. Pertemuan pertama mereka.

4.6K 268 17
                                        

Play song; Pupus

/

Bohong.

Nyatanya Mahaputra Sadewa itu sudah memesan tiket lebih dulu dengan Raden— teman satu bandnya. Malam ini ditengah ribuan manusia, lengkap dengan penyamarannya Putra diam menyaksikan bagaimana Band Legendaris Indonesia itu tampil dengan kerennya. Pandangan fokus ke depan, tapi tidak dengan mata, sebab mata Putra sudah mencari teman juga sang kekasih yang dengan tega nya bermain di belakang.

Entah sudah menit ke berapa dan berapa lagu yang dibawakan, Putra baru sadar ketika lagu Pupus terdengar. Segera simpan handphone ke dalam saku sebab lagu ini seolah menyindirnya, seolah berkata bahwa semua yang sudah Putra lakukan untuk kekasihnya sia-sia.

Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan

"Anjing emang!"

Putra menoleh, pemuda yang berada di depannya ini– serong kiri lebih tepatnya bernyanyi dengan menggebu, seolah tengah luapkan isi hatinya.

Kau buat remuk
S'luruh hatiku

Pemuda itu Putra lihat memukul dada nya dengan pelan, menghayati sekali, ternyata bukan hanya dirinya yang tengah di landa patah hati saat ini.

Sampai lagu berikutnya kembali membuat penonton heboh ketika hanya dengan mendengar intronya. Suara teriakan bersahutan menyambut lagu tersebut, mulanya Putra menikmati sampai di bait kedua handphone nya kembali berbunyi buat ia segera merogoh saku celana yang ia pakai.

Tak lama dari itu pandangan Putra mengedar dan temukan dua orang yang memang sudah menjadi targetnya, secara naluriah tangan Putra mencengkram erat handphone milik nya, lampiaskan seluruh rasa kesal dan kecewa pada dua orang itu.

"ANJING MAS! SANTAI DONG KOK MAIN DORONG-DORONGAN SIH?! KATROK BANGET ANJRIT!"

Fokus Putra terpecah, kini ia alihkan fokus sepenuhnya pada pemuda yang tengah menjerit itu memaki pemuda lainnya yang rusuh, detik selanjutnya Putra dengan sigap menahan tubuh yang hampir saja jatuh sebab ulah dari oknum-oknum yang rusuh.

"Eh sorry, bang. Disana rusuh, saya kepental disini jadinya."

Putra hanya mengangguk sebagai respon yang ia berikan, kemudian kembali mencari dimana Bang Roky juga Radif– kekasihnya berada.

"Duh mas-mas nya ini rese banget sih!" Gerutu pemuda yang masih berdiri tepat di sampingnya ini.

"Disini aja, samping gue biar gak kena mereka."

Jiwa kemanusiaan Putra nampaknya memang sudah alami ada, oleh sebab itu ia sigap menawarkan tempat yang letaknya berada di sisi kanannya, untungnya pemuda itu mengangguk saja lalu dia kembali fokus menonton dan asik sendiri, bahkan dia sama sekali tak sadar ketika Putra meletakkan tangan pada pundak pemuda itu sebagai bentuk perlindungan.

Yang lain masih asik menikmati konser yang ada, tapi tidak dengan Putra buang diam-diam tersulut emosi melihat bagaimana perselingkuhan terjadi di depan mata, di tambah pelakunya sendiri adalah teman satu grupnya. Putra marah dengan semua kebohongan yang kekasihnya berikan untuknya. Hingga tak sadar kalau emosinya terlampiaskan lewat cengkraman yang tanpa sengaja ia lakukan pada pundak pemuda yang tak ia kenal ini.

"Aduh bang, lo kenapa? Sakit pundak gue di cengkram kuat banget." Protesnya, ia sudah layangkan tatapan bertanya pada Putra.

Belum sempat menjawab, Putra lebih dulu tarik pemuda itu untuk menjauh dari tempat mereka berdiri, sebab tepat di samping mereka ada yang berkelahi.

"Sorry, gua kelepasan. Emosi sama seseorang jadi nya gak sadar kalo udah lampiasinnya ke lu."

Putra jelaskan hal ini ketika mereka sudah keluar sepenuhnya dari lokasi dan pemuda yang belum ia ketahui namanya itu mengernyitkan alisnya, "Siapa? Kayaknya emosi banget, sampe masih ada rasa nyerinya nih pundak gue."

[END] MahaDewa || MarkhyuckTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang