Dewa itu aslinya mager alias Malas Gerak, entah sudah berapa kali Dewa jelaskan soal dirinya yang pemalas ini, seperti saat ini contohnya, malam ini dirinya masih berleha-leha di atas tempat tidurnya, jadwal manggung nya juga tengah kosong sekarang.
Remy bahkan sudah mengajaknya tadi, tapi Dewa tolak dengan ber-alibikan bahwa Mama nya berkunjung dan pulang esok pagi nya.
Jangan bawa-bawa soal dulu ya!
Dulu itu Dewa bisa punyai semangat 45 karena memang ingin melihat seseorang yang ia juluki dengan sebutan 'abang ganteng' nya itu.
Berhubung sekarang yang punyai julukan sudah menjadi kekasihnya bahkan sudah saling bertemu Dewa jadi tak punyai alasan lagi.
"Kok belum siap?"
Pertanyaan tiba-tiba itu sukses buat Dewa terperanjat, ia bahkan hampir meloncat dari kasurnya.
"Emang mau kemana?" Pertanyaan basa-basi sebenarnya, karena Dewa jelas sudah tahu kemana Putra akan membawanya pergi.
"Aku manggung loh, kamu gak mau nemenin?"
Mendengar bagaimana kata aku juga kamu yang Putra sematkan buat Dewa alihkan pandang, masih belum terbiasa dengan panggilan tersebut. Sampai akhirnya Putra mendekat hanya untuk angkat tubuh kurus sang kekasih dengan begitu mudahnya.
"Pilih mau pakek baju yang mana?"
"Magerrrr." Rengekan itu Dewa sengaja perdengarkan, berharap apa yang ia lakukan membuat Putra urungkan niatnya untuk membawanya ikut serta bersama.
"Nanti aku nginep, biar kamu gak pulang sendirian. Jujur aja sih.. aku takut ada Radif."
"Emang dia bakal kesana?"
Putra gelengkan kepala, sebetulnya tak yakin juga, tapi ia hanya mewanti-wanti saja. "Kan disana ada pacarnya juga, siapa tau aja dateng. Orang itu gila kalo udah nekat soalnya."
Dewa tatap tak terima Putra, atau lebih pada perkataan yang Putra katakan barusan, dengan cepat Dewa ambil asal pakaian, tidak asal-asal banget juga sih, pokoknya asal matching aja deh!
"Yaudah aku ikut! TUNGGUIN JANGAN DI TINGGAL!"
Tepat setelah Dewa mengatakan hal itu sembari terburu memakai pakaiannya, tawa Putra terdengar, "nyiapin sepatu, ay." Sahutnya kemudian.
Meskipun begitu tak membuat Dewa memperlambat gerakannya, setelah selesai dengan pakaian juga semprotkan parfum seadanya, Dewa segera berlari kecil menuju Putra yang baru selesai letakkan sepatu Dewa agar lebih mudah Dewa pakai nantinya.
"Udah?"
Dewa mengangguk cepat, tingkahnya yang menggemaskan itu sukses buat Putra menggigit pipi dalamnya.
"Mppmhh!"
Dewa membelak, tangannya terangkat di samping tubuh Putra. Sedang Putra sendiri sudah dengan ganas meraup bibir Dewa.
Perlahan Dewa pun mulai terbiasa lalu lingkarkan tangannya pada pinggang Putra, menerima setiap sesapan yang Putra lakukan pada bibir atas juga bawahnya secara bergantian.
"Enghh.."
Suara erangan itu terdengar ketika Putra semakin intens menyesap, lidah miliknya pun ikut andil dalam membuat Dewa merasa panas dingin karena nya. Tubuh Dewa bahkan sedikit mundur karena Putra semakin memperdalam ciumannya, tapi berkat kedua tangan Putra yang berada di ceruk leher Dewa buat ciuman keduanya tetep terjaga.
Cup
Satu buah kecupan pertanda berakhirnya ciuman panas mereka, Putra terkekeh ketika melihat bagaimana bengkaknya bibir Dewa, apalagi dengan sisa-sisa saliva yang berada di sekitar mulutnya yang entah milik siapa.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] MahaDewa || Markhyuck
FanfictionIni cerita tentang Dewa juga bagaimana kisahnya yang jatuh cinta sama pemuda yang salah. Tapi kalo memang jodoh, bakal Dewa kejar juga meskipun sambil jatuh-jatuh dan terluka. • Start: 19 Sept 24 End: 30 Okt 24 Warn!!! Bxb alias Homoo!! Sisa nya Wa...
![[END] MahaDewa || Markhyuck](https://img.wattpad.com/cover/371048088-64-k431487.jpg)