- 2 Minggu kemudian -
Dulu Putra menjadi yang paling semangat kalau urusan memberi sebuah kejutan, karena baginya melihat orang bahagia menjadi suatu hal yang ikut serta membahagiakannya pula, tapi hari ini Putra melakukan semua kejutan ini dengan ogah-ogahan.
"Yang bener bangsat niup balonnya! Pecah semua, gimana sih lo bang!"
Teguran dari Janio itu hanya Putra tanggapi dengan sebuah lirikan ogah-ogahan juga, persis seperti kegiatannya yang saat ini tengah meniup balon dengan alat nya sendiri.
"Salah sendiri kenapa nyuruh gua."
"Ya kalo bukan lo siapa lagi? Kita cuma ber-empat ini!" Raden ikut menimpali, karena saat ini dirinya tengah sibuk mendekor studio Swarna untuk acara ulang tahun Roky.
Meskipun hubungan mereka sedang tidak baik, kebiasaan dahulu tak boleh dihilangkan, yaitu merayakan setiap ulang tahun anggota band di setiap tahunnya, dan sialnya hari ini Roky yang berulang tahun sehingga buat Putra mau tak mau ikut andil dalam melancarkan acara kecil-kecilan mereka ini.
"Udah ini gua balik ya."
"Kok gitu!"
Jelas saja perkataan Putra diprotes dengan cepat oleh Raden juga Janio, mereka tentu tak setuju, Swarna itu 4 jadi kalau 1 tak hadir tentu saja ada yang kurang dan Raden menjadi pihak yang paling keberatan dengan niatan Putra barusan.
"Muak gua, liat muka kek Babi nya."
Raden jelas tertawa, meskipun begitu buktinya Radif suka kok!
"Sekali ini aja bang, lagian lo kenapa susah banget sih maapin Bang Roky aja, Radif aja lo maapin, gak adil banget." Nada menggurut dari Janio itu tak bisa Putra jawab, karena dia juga bingung kenapa seperti itu, harusnya hubungan yang perlu di perbaiki adalah hubungan pertemanan mereka, bukan hubungan percintaanya yang jelas-jelas sudah berkhianat.
"Lo masih deket sama Dewa?"
Putra lirik sekilas kearah Raden yang bertanya tapi tetap melakukan kesibukannya. Ah... Dewa ya? Rasanya sudah 2 minggu mereka sama sekali tak bertemu, terakhir ketika Putra menginap di kediaman Dewa, setelah dari itu Putra memang tak pernah lagi mampir karena memang Radif selalu menempel padanya, mengikuti kemana ia pergi, Radif bahkan meminta Putra untuk menginap di setiap harinya.
"Woi, ditanyain juga."
"Engga, lu bilang jauhin, yaudah gua jauhin."
Raden menoleh ketika mendengarnya hanya untuk melihat bagaimana ekspresi yang Putra berikan, sedikit menatap aneh pada Gitaris Swarna itu sebab wajahnya nampak terlihat tidak bisa di percaya begitu saja.
Tapi jika di pikir-pikir kalau melihat bagaimana story-story galau yang Dewa upload jadi membuat Raden percaya akan hal itu.
"Kenapa lo belum putus, bang? Coba kalo udah, gue yang paling dukung lo buat deket sama Dewa, karena gue tau lo kalo udah pacaran dan sayang sama satu orang bucinnya kelewat bego, dan Dewa juga tipikal orang yang sama kayak lo, tapi karena lo belum putus sama dia makanya gue selalu gencar buat bilang jauhin Dewa." Ujar Raden dengan tiba-tiba, pemuda Javario itu berharap bahwa apa yang ia katakan barusan dapat di mengerti dengan baik oleh Putra sendiri.
Sedangkan si empu yang di ajak berbicara hanya diam dalam menanggapinya, ia jadi ingat soal dulu bagaimana awal mula kedekatan dirinya dengan Dewa.
Ia juga masih ingat Raden lah yang memberitahu soal akun sosial Dewa juga nomor Whastapp pemuda itu.
Jadi Putra kini paham kenapa Raden gencar sekali memintanya untuk berhenti jika hanya untuk bermain-main dengan Dewa, dan Putra paham kalau Raden hanya tak ingin sang teman sakit hati karena dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] MahaDewa || Markhyuck
Fiksi PenggemarIni cerita tentang Dewa juga bagaimana kisahnya yang jatuh cinta sama pemuda yang salah. Tapi kalo memang jodoh, bakal Dewa kejar juga meskipun sambil jatuh-jatuh dan terluka. • Start: 19 Sept 24 End: 30 Okt 24 Warn!!! Bxb alias Homoo!! Sisa nya Wa...
![[END] MahaDewa || Markhyuck](https://img.wattpad.com/cover/371048088-64-k431487.jpg)