Ini cerita tentang Dewa juga bagaimana kisahnya yang jatuh cinta sama pemuda yang salah. Tapi kalo memang jodoh, bakal Dewa kejar juga meskipun sambil jatuh-jatuh dan terluka.
•
Start: 19 Sept 24
End: 30 Okt 24
Warn!!!
Bxb alias Homoo!!
Sisa nya Wa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
Berbanding dengan Dewa yang sudah bergegas menuju studio yang sudah Raden bagikan lokasinya pada Dewa sendiri, Putra masih dengan posisi yang sama seperti yang Raden kirimkan pada Dewa kini susah payah angkat kepalanya hanya untuk merespon tepukan juga panggilan yang Raden lakukan.
Rokok yang masih tersisa ia sesap dalam-dalam, "apaan?"
"Dewa mau kesini, katanya kalo masih berantakan kalian gak jadi baikan."
Mendengar itu, meskipun belum sepenuhnya sadar Putra segera berdiri dengan sempoyongan, tekan ujung rokoknya pada asbak, lalu segera berjalan menuju kamar mandi yang tersedia.
"Beresin.. gua mau bebersih."
Mendengar perintah itu sukses buat sepasang kekasih yang tak lain dan tak bukan adalah Raden juga Janio saling tatap, napas keduanya kemudian terhela berat, kalau tidak mengingat pertemanan saja dua orang ini mungkin lebih memilih untuk bermesraan daripada membereskan semua piring-piring juga beberapa botol minuman yang ada di atas meja.
Sekin menit berlalu Dewa yang memang di tunggu kedatangannya langsung memasuki studio yang isi nya ada 2 orang yang tengah duduk dengan paras yang sama-sama datar.
"Di dalem sana, Wa, langsung aja." Kata Janio sembari tunjuk satu ruangan yang tepat berada lurus di hadapan pemuda itu sendiri.
Dewa mengangguk, tak memperdulikan ada yang tak beres dari dua temannya itu, karena tujuan utamanya saat ini adalah Putra tentu saja.
Ketika ia sudah masuk dan tutup kembali pintu ruangan dimana Putra berada, Dewa bisa lihat kekasihnya itu baru saja selesai mandi, karena itu tubuh yang awalnya membelakangi pintu kini menghadap pintu kembali.
Sialan!
Sialan!
Kenapa harus banget habis mandi sih?!
Sedangkan Putra yang juga sama kagetnya dengan Dewa jelas saja langsung terburu mengambil pakaiannya, setelah benar-benar selesai barulah Putra memanggil Dewa.
"Wa.."
Dewa sedikit menoleh, tapi tidak benar-benar bisa melihat ke arah dimana Putra bearada. "Udah beneran?"
"Udah."
Jawaban Putra barusan buat Dewa segera menoleh dan dapati Putra sudah lengkap dengan pakaian santainya.