"ASTAGA... anak muda!"
"MAMI!"
Kaget Putra ketika ia mendengar suara yang begitu familiar di telinganya, Putra sudah sedikit menjauh dari Dewa, sedang Dewa sendiri hanya menatap tak enak pada wanita cantik yang berjarak kurang lebih 2 atau 3 meter dari mereka kini.
Si yang di panggil Mami gelengkan kepalanya sambil menahan senyumnya, ia mendekat lalu letakan tangan di atas meja pantry, memperhatikan Dewa yang kini nampak kikuk.
"Ini bukan yang kemarin, kan?" Tanyanya dengan wajah memastikan pada sang anak yang kini nampak gelengkan kepala.
"Bukan, udah gak lagi sama yang itu."
"Puji Tuhan!" Wanita yang di panggil Mami itu kini telah satukan telapak tangannya, buat dua anak muda di hadapannya kini saling tatap tak percaya. "Bagus deh, gak usah sama yang itu.. Mami liat-liat emang gak baik anaknya, waktu itu Mami ketemu di PIM dia sama orang lain, yaudah Mami pikir itu dia sama temennya kan, eh terus ketemu lagi sama orang yang sama ternyata kok mesra banget, mau bilang ke kamu tapi gak enak, secara kamu kan bucin banget!" Di ujung kalimatnya Mami kini mendengus, matanya kini menatap kearah Dewa dengan senyum cantik dan sedikit menggoda miliknya itu.
"Cakep, Put.. Lebih muda dari Putra ya?"
Dewa tersenyum canggung seraya anggukan kepalanya, "iya tante."
"Nah gitu dong, Put. Cari itu yang gemes-gemes gini, badannya mungil, jadi enak buat di kekepin, ya gak cakep?" Alis Mami sudah ia naik-naikan menggoda.
"Udah, nanti anaknya trauma ketemu Mami soalnya di godain terus! Kesini kok gak bilang-bilang, kenapa Mih?"
Mami mendengus lalu menaiki salah satu kursi bar yang tersedia. "Ya kangen lah, kamu ini udah tau anak satu-satu nya, pulang gitu kerumah, kayak gak punya orang tua aja sih!"
Kini gantian Putra yang mendengus, "sendiri?" Tanya kemudian, yang mana Mami angguki sebagai jawabannya, "kenalin dulu nih, pacar Putra, namanya Dewa."
Mendengar itu Mami dengan suka cita menatap Dewa yang kini nampak kelabakan bersihkan tangannya— yang sejatinya tak terlalu kotor, sebab ia tidak menyentuh bahan makanan yang saat ini tengah ia buat.
"Dewa, Dewa Baskara.. Tante." Ujarnya sembari ulurkan tangan dengan sopan, yang tentu saja Mami sambut tangan Dewa dengan bahagia.
"Ohh namanya Dewa, bagus namanya, orangnya juga ganteng gini, ya ampun pinter banget anak Mami ini cari pacar emang. Udah berapa lama sayang pacaran sama Putra?"
"Hmm, udah 2 bulan lebih kayaknya tante."
Mami angguk-anggukan kepala, "masih awal-awal, wajar tu sih Putra nafsuan banget."
"Mami.. gak gitu!"
Mami tertawa, lalu katakan pada Dewa bahwa kata-katanya barusan tak perlu di bawa serius, padahal dalam hati Dewa sudah mengiyakan dengan lantang.
"Masak apa itu, Dewa?"
"Cemilan aja, tante, laper soalnya tadi kesini belum sempet sarapan."
"YA AMPUN! BISA-BISA NYA KAMU PUTRA! PACAR SENDIRI GAK DI KASIH MAKAN!"
Mendengar itu Putra jelas langsung menatap sang Mami dengan raut wajah malas miliknya, sedang Dewa kini hanya tertawa melihat bagaimana interkasi keduanya.
Lalu setelahnya selagi Dewa melakukan kegiatannya, ibu dan anak itu menemani sembari bercerita ria.
Tentu saja topik yang di bawa tak jauh-jauh dari Dewa sendiri, kapan pertama kali bertemu, sudah berapa lama kenal, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] MahaDewa || Markhyuck
Fiksi PenggemarIni cerita tentang Dewa juga bagaimana kisahnya yang jatuh cinta sama pemuda yang salah. Tapi kalo memang jodoh, bakal Dewa kejar juga meskipun sambil jatuh-jatuh dan terluka. • Start: 19 Sept 24 End: 30 Okt 24 Warn!!! Bxb alias Homoo!! Sisa nya Wa...
![[END] MahaDewa || Markhyuck](https://img.wattpad.com/cover/371048088-64-k431487.jpg)