CHAPTER 22

570 17 2
                                        


Disclaimer:
Jennie itu Caitlyne ya, salah nulis aku mau direvisi pun lagi gk mood!

Zeo, Zio dan juga Zea menikmati tamasya mereka ke sebuah kebun binatang, mereka terlihat sangat antusias saat melihat hewan hewan yang  biasa dilihat di layar kaca atau gambar kini terpampang jelas didepan mata. Zefan sebenarnya kasihan melihat istrinya yang sudah kecapekan tapi ketiga anaknya ini tidak mau berhenti dan masih ingin terus berexplor.

"Zi, istirahat dulu yuk!" Tawar Zefan yang entah kesekian kalinya. tapi mereka masih tetap menggeleng "Liat bunda kecapekan bawa adek di perut, istirahat dulu ya!" Perkataan Jack membuat ketiga anaknya menoleh pada sang Bunda.

"Luarin dulu Dedek nya!" Jennie dan Jack sama sama terkejut saat mendengar penuturan Zio. Bagaimana bisa bayi nya di keluarin dulu, ck... dasar bocil!

Perempuan hamil itu mengelus kepala anaknya "Gak bisa dikeluarin dulu! Pokoknya harus istirahat, pasti pada laper kan? Mau makan apa coba?"

"Es kelimm!!" Seru mereka kompak.

Jennie ikut antusias karena  fikirannya juga tertuju pada ice cream, "Yaudah yuk kita cari tempat jual ice cream biar nanti daddy yang beli!" Ujarnya terkikik sambil menatap wajah meberenggut suaminya.

Akhirnya mereka memutuskan untuk makan direstoran yang tak jauh dari kebun binatang itu, karena tadi Jennie mengeluh kelaparan, wajar saja! Perempuan itu sedang berbadan dua nafsu makannya meningkat, tapi tak bisa makan terlalu banyak karena nanti perutnya begah dan berakhir sesak nafas.

"Kalian mau pesen makan gak?" Tanya Jack pada ketiga anaknya yang sekarang menggeleng keras "No.. dadd... Mau Eskelliimm!!"

"Yaudah iya! Santai dong jangan pada ngegas"

Jennie ikut terkikik dibuatnya sambil terus mengelus perutnya yang bergelombang karena terus ditendang oleh jabang bayi didalam. Sesekali perempuan itu mengatur nafasnya jika tendangannya semakin keras dan brutal.

"Huftt... Sshh..." Ringisnya tertahan. Jack panik, segera mendekati istrinya "Kenapa? Ada apa?"

Jennie tersenyum, menuntun tangan Jack mengelus perutnya "Adeknya gak berhenti nendang dari tadi, jadi kebelet pipis!" Jack tertegun saat merasakan pergerakan anaknya walau ini bukan pertama kali tapi tetap saja ia selalu speechless dibuatnya.

"Jangan dipanggil adek, takut nanti gak punya adik lagi" Celetukan itu membuat Jennie menggeplak bahu suaminya keras "Sabar dulu dong, yang ini aja belum lahir!" Dengan tak tahu malunya laki laki itu malah terkekeh sambil terus mengelus bahunya yang digeplak Jennie.

"Emang kamu ingin punya anak berapa?" Tanya Jennie penasaran.

Terlihat Jack berfikir keras menimang sebentar seperti ragu "Emm...delapan kalo bisa, eh tapi lima  juga cukup sii!" Jennie melotot tak percaya, bisa bisanya lelaki itu meminta delapan anak.

"Kamu kira aku kucing hah?"

"Bukan gitu.... "

"Tapi beneran loh kamu kayak kucing kemarin aja ngandung tiga bayi, kalo sekarang cuma satu tapi aku yakin dikehamilan berikut nya pasti isinya dua" Lanjut Jack enteng, sangat enteng sekali.

"Kamu bener bener ya! Masa samain aku sama kucing? Awas aja aku marahh!! Pokoknya nanti anak anak tidur sama aku, kamu diluar!"

Jack sontak saja membulatkan matanya tak terima "Yah jangan gitu dong Bundaa, masa Daddy tidur diluar?"

"Biarin!!, Aku mau tidur sama anak kucing aku!"

"Heh ngomong nya!"

"Kan tadi kamu yang bilang kalo aku itu kayak kucing, berarti sikembar juga anak kucing !"

Jack merutuki mulutnya yang asal main ceplos saja jadi berabe kan endingnya, sudahlah nanti ia akan fikirkan seribu macam cara untuk membujuk bumil cantik itu, sekarang ia akan mengisi tenaganya terlebih dahulu karena pesannya telah dihidangkan.

Pesta ulang tahun si kembar berjalan dengan lancar , pesta itu sangat meriah karena mengundang banyak anak anak dan hiburan, seperti menghadirkan pesulap dan beberapa wahana mainan, tak lupa juga mereka menyiapkan Dorpize yang hadiahnya sangat menarik dan mewah.

Semalam Zefan bisa membujuk istrinya yang ngambek, dengan menawarkan tas branded incarannya yang sangat langka, Caitlyn tentu saja awalnya menolak karena gengsi, namun setelah tas itu terpampang jelas di hadapan nya membuat Caitlyn lupa diri akan kekesalannya kemarin. Dengan tak tahu malunya ia mengambil tas itu, tak lupa mencium gemas kedua pipi Zefan ..

ქ & VCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang