Zeo, Zio dan juga Zea menikmati tamasya mereka ke sebuah kebun binatang, mereka terlihat sangat antusias saat melihat hewan hewan yang hanya bisa dilihat di layar kata atau gambar sekarang terpampang jelas didepan mata. Zefan sebenarnya kasihan melihat istrinya yang sudah kecapekan tapi ketiga anaknya ini tidak mau berhenti dan masih ingin terus berexplor.
"Zi, istirahat dulu yuk!" Tawar Zefan yang entah kesekian kalinya. tapi mereka masih tetap menggeleng "Liat bunda kecapekan bawa adek di perut, istirahat dulu ya!" Perkataan itu membuat ketiga anaknya menoleh pada sang Bunda.
"Luarin dulu Dedek nya!" Caitlyne dan Zefan sama sama terkejut saat mendengar penuturan Zio. Bagaimana bisa bayi nya di keluarin dulu, ck... dasar bocil!
Perempuan hamil itu mengelus kepala anaknya "Gak bisa dikeluarin dulu dong! Pokoknya harus istirahat, pasti pada laper kan? Mau makan apa coba?"
"Es kelimm!!" Seru mereka kompak.
Ia ikut antusias karena fikirannya juga tertuju pada ice cream, "Yaudah yuk kita cari tempat jual ice cream biar nanti daddy yang beli!" Ujarnya terkikik sambil menatap wajah meberenggut suaminya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk makan direstoran yang tak jauh dari kebun binatang itu, karena tadi Caitlyne mengeluh kelaparan, wajar saja! Perempuan itu sedang berbadan dua nafsu makannya meningkat, tapi tak bisa makan terlalu banyak karena nanti perutnya begah dan berakhir sesak nafas.
"Kalian mau pesen makan gak?" TanyaZefan pada ketiga anaknya yang sekarang menggeleng keras "No.. dadd... Mau Eskelliimm!!"
"Yaudah iya! Santai dong jangan pada ngegas"
Caitlyne ikut terkikik dibuatnya sambil terus mengelus perutnya yang bergelombang karena terus ditendang oleh jabang bayi didalam. Sesekali perempuan itu mengatur nafasnya jika tendangannya semakin keras dan brutal.
"Huftt... Sshh..." Ringisnya tertahan. Zefan panik, segera mendekati istrinya "Kenapa? Ada apa?"
Caitlyne tersenyum, menuntun tangan Zefan mengelus perutnya "Adeknya gak berhenti nendang dari tadi, jadi kebelet pipis!" Ia tertegun saat merasakan pergerakan anaknya walau ini bukan pertama kali tapi tetap saja ia selalu speechless dibuatnya.
"Jangan dipanggil adek, takit nanti gak punya adik lagi" Celetukan itu membuat Caitlyne menggeplak bahu suaminya keras "Sabar dulu dong, yang ini aja belum lahir!" Dengan tak tahu malunya laki laki itu malah terkekeh sambil terus mengelus bahu yang digeplak istrinya
"Emang kamu ingin punya anak berapa?" Tanya Caitlyne penasaran.
Terlihat Zefan berfikir keras menimang sebentar seperti ragu "Emm...delapan kalo bisa, eh tapi lima juga cukup sii!" Caitlyne melotot tak percaya, bisa bisanya lelaki itu meminta delapan anak.
"Kamu kira aku kucing hah?"
"Bukan gitu.... "
"Tapi beneran loh kamu kayak kucing kemarin aja ngandung tiga bayi, kalo sekarang cuma satu tapi aku yakin dikehamilan berikut nya pasti isinya dua" Lanjutnya enteng, sangat enteng sekali.
"Kamu bener bener ya! Masa samain aku sama kucing? Awas aja aku marahh!! Pokoknya nanti anak anak tidur sama aku, kamu diluar!"
Zefan sontak saja membulatkan matanya tak terima "Yah jangan gitu dong Bundaa, masa Daddy tidur diluar?"
"Biarin!!, Aku mau tidur sama anak kucing aku!"
"Heh ngomong nya!"
"Kan tadi kamu yang bilang kalo aku itu kayak kucing, berarti sikembar juga anak kucing !"
Zefan merutuki mulutnya yang asal main ceplos saja jadi berabe kan endingnya, sudahlah nanti ia akan fikirkan seribu macam cara untuk membujuk bumil cantik itu, sekarang ia akan mengisi tenaganya terlebih dahulu karena pesannya telah dihidangkan.
Pesta ulang tahun si kembar berjalan dengan lancar , pesta itu sangat meriah karena mengundang banyak anak anak dan hiburan, seperti menghadirkan pesulap dan beberapa wahana mainan, tak lupa juga mereka menyiapkan Doorprize yang hadiahnya sangat menarik dan mewah.
Semalam Zefan bisa membujuk istrinya yang ngambek, dengan menawarkan tas branded incarannya yang sangat langka, Caitlyn tentu saja awalnya menolak karena gengsi, namun setelah tas itu terpampang jelas di hadapan nya membuat Caitlyn lupa diri akan kekesalannya kemarin. Dengan tak tahu malunya ia mengambil tas itu, tak lupa mencium gemas kedua pipi Zefan ..
Dilanjut acara terakhir yaitu gender reveal, pasangan suami istri itu mendadak gelisah tak karuan walaupun ini pengalaman kedua bagi mereka. Konsep gender reveal kali ini menggunakan balon yang didalamnya terdapat bubuk dan semacam kertas kecil kecil yang menentukan jenis kelamin anaknya nanti.
Ada tiga balon yang masing-masing dipegang anak kembarnya, Caitlyne berjaga-jaga dari jauh hari agar anak anaknya itu tidak berebutan balon akhirnya mereka mendapatkan nya dengan adil. Konsep ini dipilih juga karena Zeo,Zio dan juga Zea yang suka sekali memecahkan balon tiga anak kembar itu sama sekali tak ada takut takut nya saat mendengar suara balon meledak.
"Oke, Triplets are you ready?" Tanya Zefan yang berada jauh dari anak-anak nya, mereka memutuskan untuk menonton ketiga anak kembarnya yang berdiri diatas podium tanpa pendamping. "Nanti Daddy hitung sampe tiga kalian pecahin balonnya barengan oke?"
"Ote...Ote...oteee!" Seru mereka serempak sambil meloncat girang. "Ayo semuanya kita hitung sama-sama SATU, DUA, TIGA!"
DORRRR!!
Balon itu pecah bersama mengeluarkan serbuk dan kertas berwana pink jelas sekali kalo itu baby girl Zefan dan Caitlyne saling peluk satu sama lain juga dengan para tamu undangan yang tiada hentinya mengucapkan selamat, hingga pandangan mereka tertuju pada podium yang masih menampilkan anak anaknya, bedanya sekarang anak anak itu menunjukan raut wajah kebingungan seperti sedang mencari sesuatu yang hilang.
"Zeo Zio Zea, baby girl, happy gak?" Tanya Zefan masih belum menghampiri anak anaknya yang kebingungan. "Baby girl sayang" Timpal Caitlyne dengan wajah antusias berharap anaknya juga seperti itu. "Baby girl!!" kini pasangan suami istri itu menyerbu kompak membuat ketiga anak kembar itu menoleh menatap orang tuanya "Where's Baby?" Pertanyaan Zeo sontak membuat seluruh tamu undangan tertawa, ternyata sedari tadi mereka kebingungan mencari adiknya yang tak kunjung ada, mereka fikir bayinya keluar dari balon yang dipecahkan.
"Where's baby bundaa!!"
"Where's baby?"
"Where's baby!"
Mereka turun dari podium menghampiri kedua orang tuanya kemudian menangis tantrum tepat di hadapan mereka. "Bundaaa!! manaaa?" Rengek Zea sambil mendusel duselkan kepalanya pada kaki kanan Caitlyne. Sedangkan yang satunya lagi dipeluk erat oleh Zio membuatnya susah bergerak tadinya ia berencana mensejajarkan tubuhnya dengan sang anak. Sementara Zeo? dia malah mengamuk sambil memukul daddy nya berusaha mencari tahu dimana sosok 'baby girl' yang tadi mereka sebutkan.
"Haduhh.. kok jadi gini sih?" Gerutu Ayyara sambil menatap tingkah laku cucunya, "Zeline tutup dulu acaranya biar gampang nenangin anak anak" Sang empu mengangguk dan mulai menaiki podium memang acara gender reveal ini dijadikan sebagai penutup acara jadi tidak terlalu panik panik amat saat keadaan berubah seperti ini.
Tenang habis ini mau hiatus lagi, kali ini lebih lama hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
ქ & V
Acak~𝙍𝙚𝙣𝙘𝙖𝙣𝙖 𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙒𝙖𝙘𝙖𝙣𝙖, 𝘽𝙪𝙠𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙘𝙖𝙣𝙖! Bagaimana bisa sejak awal seluruh keluarga telah sepakat untuk menunda kehamilan demi menjaga mental kedua anaknya yang baru saja menikah karena perjodohan antar keluarga diusianya...
