Hi guys I'm back!!
balik buat namatin ahh, udah gak mood... lagi bkin cerita lain🤭🙈
Setelah insiden tusuk perut itu, Caitlyne sangat was was jika bertemu ketiga anak kembar nya, dirinya selalu memastikan tidak ada benda tajam yang mereka bawa ketika menemui dirinya. Caitlyne bersyukur hingga kandungan nya saat ini sudah memasuki minggu ke 39 anak anaknya itu tidak menanyakan lagi sosok 'babygirl' yang mereka cari di balik balon.
Saat ini Caitlyne dan Zefan sedang menemani si kembar bermain di kamarnya, awal nya mereka ikut bermain tapi Caitlyne berhenti karena mengeluh pinggang nya yang terasa pegal tak lama suaminya itu ikut menghampiri dan mulai memijat pinggangnya pelan "Kalo udah gak sanggup kita Caesar aja ya?" Saran Zefan pada istrinya itu. "Gak usah tunggu aja sampe keluar sendiri" Caitlyne menolak masa satu bayi Caesar sedangkan kemaren tiga bayi normal. "Ya habisnya udah 39 weeks si bayi gak mau keluar keluar" Protes Zefan sembari bercanda.
"Yaudah kan kata dokter, bates nya sampe 42 weeks"
"Ya tapi kan kamu udah keberatan, apalagi sambil ngurus si kembar gitu, ikutan engap aku liat nya"
"Kamu tu cerewet ya! Padahalkan aku yang hamil.... Ssstt!" Tiba-tiba perempuan itu meringis "Ehh... kenapa... kenapa?" Zefan jelas langsung panik. "Zef liat deh kebawah, kayak nya... itu ketuban deh" Mendadak lelaki itu tidak bisa bernafas, dengan segera ia berlari keluar kamar sedangkan Caitlyne ia beranjak dari duduknya menuju kamar mandi mengganti dalaman dan juga pakaiannya, saat keluar dari walk in closet dirinya melihat Zefan yang masuk dengan tergopoh-gopoh kemudian membawa semua perlengkapan ibu dan bayi saat dirumah sakit nanti. "Aku udah panggil Bunda bentar lagi kesini" Caitlyne tersenyum sambil mendekat ke arah anak anaknya yang masih bermain "Zeo, Zio sama Zea tungguin dirumah ya, Bunda mau keluarin adek dulu, entar kalo bunda udah kasih kabar kalian nyusulin bunda oke!" Ketiga anak itu terdiam sembari menatap perut dan ibunya bergantian. "Oh... Nda mau tucuk pelut nya ya?" Pertanyaan Zio barusan hanya dibalas senyuman lalu disusul ringisan pelan.
"Pokoknya kalian tungguin aja sama granma, entar Bunda kabarin kalo baby girl nya sudah ada"
"HUWAAA DAK MAUUU, MAU CAMA NDAAA..." Tiba-tiba Zea menjerit dan langsung memeluk Caitlyne erat tak sampai disitu ternyata kedua anak nya yang lain pun ikut menyusul memeluknya. "Eh kok pada nangis sih?"
"Nda ental gak cayang Zeo huwaaa...." Caitlyne ikut menangis, bukan—bukan karena perutnya yang sakit melainkan hati kecilnya ikut tersentil saat mendengar bahwa anaknya yang lain takut terlupakan. "hey dengerin, kasih sayang Bunda gak akan hilang malahan makin nambah buat Zeo, Zio, Zea sama adik bayi"
"Kalian baik baik ya dirumah, nurut sama granma granpa"
"Sayang... ayo dong itu anaknya keburu keluar" Tiba tiba Zefan memasuki kamar, dirinya terkejut melihat keadaan istri dan anak-anaknya sedang menangis "Eh kenapa ini?" Tanya nya sambil menghampiri.
"Mereka gak mau ditinggal, katanya takut gak disayang lagi.... hiks gimana ini Zef, aku gak sanggup, gak tegaa... mau gimana pun entar perhatian aku lebih sering ke bayi"
"Hey udah entar lagi difikirin nya sekarang lahiran aja dulu, udah diujung tanduk gini malah overthinking haduhh dasar bumil" Sebenarnya Zefan juga merasa sedih namun sekarang kondisinya belum tepat kalau Zefan ikut mellow pasti pembahasan ini akan semakin panjang "Udah kamu ke mobil bareng Ayah bunda, biar aku pamit dulu sama anak-anak " Akhirnya Caitlyne pun menurut, dengang segera Zefan beralih pada anak-anaknya dan mulai berpamitan " Nak kalian yang baik dirumah ya, entar kalo adek udah ada kalian bisa ikut nyusul sama granma granpa"
"Tapi adek nakal dak?" Zefan diam berfikir sejenak " Nanti adek bayi kecil bisanya cuma nangis sama minum susu jadi kakak Zeo,Zio sama Zea entar bantuin Bunda biar adeknya gak nangis lagi ya" Setelah memeluk erat anak-anaknya Zefan berlangsung pergi mengabaikan anak-anaknya yang menangis kejer.
KAMU SEDANG MEMBACA
ქ & V
Acak~𝙍𝙚𝙣𝙘𝙖𝙣𝙖 𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙒𝙖𝙘𝙖𝙣𝙖, 𝘽𝙪𝙠𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙘𝙖𝙣𝙖! Bagaimana bisa sejak awal seluruh keluarga telah sepakat untuk menunda kehamilan demi menjaga mental kedua anaknya yang baru saja menikah karena perjodohan antar keluarga diusianya...
