Welcome!
This story is made with love, so please respect it. Read, enjoy, and support!
Jangan lupa follow Instagram aku ya [@astihrbooks_]
ֶָ֢𐚁๋࣭⭑ֶָ֢
Aku mencoba menipu waktu, menyelipkan namamu di antara kelamnya senja yang nyaris padam. Namun, waktu tak pernah bisa diajak berdamai—ia terus bergerak, membawa suaramu berbisik di antara jeda napasku, menggema di ruang-ruang kosong yang dulu pernah kau isi.
Lupa? Ah, itu hanyalah ilusi. Sebab ingatan tentangmu begitu lekat, seperti hujan yang tak pernah salah jatuh, seperti angin yang selalu tahu jalan pulang.
Rinduku tak butuh undangan. Ia datang diam-diam di tengah malam, menyusup lewat celah mimpi, menyentuh bayangmu yang masih tertinggal di ujung ingatanku. Menghidupkan detik-detik yang telah berlalu, menyalakan kembali nyala yang seharusnya telah padam.
Bagaimana mungkin aku lupa, jika mencintaimu adalah satu-satunya hal yang benar-benar aku mengerti? Jika setiap detak jantungku masih melagukan namamu, tanpa pernah luput, tanpa pernah jeda?
Aku tahu, melupakanmu sama saja dengan menghapus bagian dari diriku sendiri. Dan aku… aku terlalu mencintaimu untuk membiarkan itu terjadi.
Jadi biarlah, biarlah rasa ini tetap tinggal. Sebab cinta, sepertinya, selalu tahu jalan pulang—menuju dirimu.
Sudah seminggu berlalu sejak siang itu—sejak ciuman yang terlalu panas untuk dilupakan. Ciuman yang liar, menggebu, dan memabukkan dalam satu waktu.
Hari berganti, langit terus berubah dari biru menjadi gelap, matahari kembali terbit dan tenggelam, tetapi ingatan itu tetap terpaku di benak Galen, tak mau lepas, tak mau memudar. Atau lebih tepatnya, ia memang tak ingin melupakannya.
Namun, di balik kenangan yang membakar itu, ada sesuatu yang lebih tajam, lebih menyesakkan—ucapan Wild.
Galen bukan pria yang mudah terusik oleh kata-kata orang lain. Ia cenderung mengabaikan, bahkan tak peduli sama sekali. Tapi kali ini, kata-kata itu menusuk, menghantam egonya, merobek sesuatu di dalam dirinya yang selama ini ia anggap tak bisa terluka.
Sejauh itukah ia jatuh?
Sebegitu tak pantaskah dirinya untuk Ainsley?
Apa benar ia memang bajingan yang tak tahu malu, yang kembali mengusik hidup wanita itu setelah menjadi sumber luka dan traumanya?
Duduk di balik kemudi, Galen menghela napas panjang. Jemarinya mencengkeram erat setir mobil, seolah dengan itu ia bisa menghentikan guncangan yang terjadi di dalam dirinya.
Kepalanya bersandar, pandangannya terarah lurus ke gedung apartemen di depannya. Lebih tepatnya, ke satu lantai tertentu, di mana lampu di dalamnya masih menyala terang.
Ainsley belum tidur.
Entah sedang apa wanita itu di balik jendela yang tertutup rapat. Entah apa yang sedang ia pikirkan, atau siapa yang mengisi benaknya saat ini.
Tapi satu hal yang Galen tahu pasti—ia rindu.
Rindu yang mencabik, meremas dadanya tanpa ampun. Rindu yang membuatnya ingin kembali, ingin menjejalkan dirinya ke dalam hidup Ainsley lagi, ingin menariknya ke dalam dekapan, mencumbu bibirnya, membiarkan ciuman panas itu terulang lagi, lebih lama, lebih dalam.
Tapi apa daya?
Galen tahu, tidak ada yang bisa ia lakukan selain duduk diam, menelan kenyataan yang terasa lebih pahit dari apa pun.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOSE OR GET YOU
Romance[SEQUEL FADED DESIRE] [BARNABY SERIES II] Tiga tahun lalu, Ainsley Lysander menandatangani surat perceraian dengan tangan gemetar dan hati yang hancur. Ia pergi tanpa menoleh, meninggalkan cinta yang menghanguskan sekaligus luka yang tak kunjung sem...
