Welcome!
This story is made with love, so please respect it. Read, enjoy, and support!
Jangan lupa follow Instagram aku ya [@astihrbooks_]
ֶָ֢𐚁๋࣭⭑ֶָ֢
Di salah satu butik termewah dan paling ternama di pusat kota Melbourne, Ainsley berdiri mematung di depan cermin besar. Kilauan lampu gantung kristal di atasnya memantulkan cahaya lembut yang menari di atas kain-kain putih gading yang membungkus tubuhnya. Ia telah mencoba beberapa gaun pernikahan-semuanya indah, semuanya sempurna-namun ada keraguan yang masih menggelayut di matanya.
Di sudut ruangan, Jane berdiri setia. Wanita paruh baya itu mengenakan setelan formal berwarna gelap, dengan rambut disanggul rapi dan senyum hangat yang tak pernah pudar dari wajahnya. Jane bukan sekadar pelayan, ia adalah penjaga diam kehidupan Galen sejak pria itu masih kecil-sosok yang tahu setiap luka dan bahagia keluarga Barnaby.
Ainsley menghela napas pelan. Ia melirik ke arah Jane lewat pantulan cermin, lalu bersuara lirih namun terdengar jelas, "Jane... haruskah semewah ini? Ini bukan pernikahan pertama kami. Aku pikir, sesuatu yang sederhana sudah lebih dari cukup."
Jane melangkah mendekat, tangannya terlipat rapi di depan tubuhnya, lalu menjawab dengan suara tenang yang menyimpan kehangatan seorang ibu.
"Nona, saya hanya menjalankan amanah dari Tuan Muda. Beliau meminta saya mendampingi Anda hari ini... dan membantu Anda menemukan gaun terbaik yang bisa membuat Anda tersenyum paling bahagia."
Ia berhenti sejenak, sebelum menambahkan dengan tatapan yang menembus hati, "Dan meski ini bukan pernikahan pertama, bukankah justru kali ini kalian menjalaninya dengan sepenuh hati? Dengan cinta yang tumbuh, bukan karena tuntutan... tapi karena pilihan?"
Ainsley terdiam. Kata-kata Jane menusuk perlahan namun lembut ke relung hatinya. Ya, benar. Pernikahan pertama mereka nyaris tanpa jiwa. Tak ada kesempatan untuk memilih, bahkan sekadar mencoba gaun pun tidak. Semua keputusan saat itu adalah milik Galen-cepat, kaku, dan dibalut rasa enggan.
Tapi kini, semuanya berbeda.
Galen menyerahkan kendali padanya. Memberi ruang untuk Ainsley memilih segalanya-gaun, warna, bunga, bahkan lagu yang akan dimainkan saat mereka berdansa pertama kali di pelaminan. Bukan karena pria itu ingin lepas tangan, tapi karena ia akhirnya mengerti: pernikahan yang bahagia harus dimulai dari rasa saling menghargai.
Ainsley menatap bayangannya sendiri, lalu menunduk sejenak, menyentuh lembut renda halus di bagian pinggang gaun yang sedang ia kenakan. Ada kehangatan yang menjalari hatinya, perlahan menggantikan keraguan.
"Baiklah," ucap Ainsley akhirnya. Suaranya yang semula dipenuhi keraguan kini terdengar lebih bulat, mantap. Ia menatap Jane melalui pantulan cermin, lalu mengukir senyum lembut yang seolah menandai keputusannya. "Kalau begitu, bantu aku memilih yang paling indah, ya?"
Jane membalas dengan anggukan hangat, matanya berbinar penuh ketulusan. "Dengan senang hati, Nona. Mari kita pilih gaun yang tak hanya mempesona mata, tapi juga menyimpan makna... untuk awal yang baru, yang penuh cinta."
Dan hari itu, Ainsley tak hanya memilih sehelai gaun. Ia memilih harapan. Ia memilih keberanian untuk membuka lembaran baru bersama pria yang kini ia percaya, bukan karena tuntutan-melainkan karena cinta yang telah diuji, terluka, dan akhirnya bertumbuh kembali dengan utuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOSE OR GET YOU
Storie d'amore[SEQUEL FADED DESIRE] [BARNABY SERIES II] Tiga tahun lalu, Ainsley Lysander menandatangani surat perceraian dengan tangan gemetar dan hati yang hancur. Ia pergi tanpa menoleh, meninggalkan cinta yang menghanguskan sekaligus luka yang tak kunjung sem...
