Welcome!
This story is made with love, so please respect it. Read, enjoy, and support!
Jangan lupa follow Instagram aku ya [@astihrbooks_]
ֶָ֢𐚁๋࣭⭑ֶָ֢
Segalanya kian tak terkendali ketika bibir panas Galen mulai menelusuri leher Ainsley. Sentuhannya tidak sekadar kelembutan, melainkan ketergantungan yang ia tumpahkan melalui kecupan, hisapan, hingga gigitan kecil yang meninggalkan jejak samar di kulit wanita itu.
Lidahnya bermain-main, menggoda setiap inci yang disentuhnya, membuat tubuh Ainsley menegang dan napasnya tersendat dalam lenguhan yang tak mampu ia bendung.
Hingga tiba-tiba—
Ainsley tersentak ketika tubuhnya terangkat dari permukaan meja. Dalam sekejap, ia sudah berada dalam gendongan Galen, kedua lengannya refleks melingkar di leher pria itu untuk bertahan.
Namun, alih-alih khawatir, senyum tipis justru muncul di bibir Galen, seperti seorang pemangsa yang baru saja mengunci buruannya.
Tanpa kesulitan, ia melangkah mantap menuju pintu di sisi kiri ruangan. Sekali hentakan, ia menendang pintu hitam itu hingga terbuka, lalu menutupnya kembali dengan gerakan kakinya yang sama cekatan.
Detik berikutnya, tubuh Ainsley jatuh perlahan ke atas kasur, punggungnya tenggelam di antara seprai yang terasa sejuk. Tapi suhu di dalam ruangan? Jauh dari kata dingin.
Galen mengikuti, menindihnya tanpa memberi ruang sedikit pun di antara mereka. Napasnya beradu dengan napas Ainsley, kulit mereka nyaris menyatu, hanya dipisahkan oleh helaan napas yang memburu dan tatapan penuh ketertarikan yang kian menggelap.
“Pernahkah kau menyadari,” suara Galen turun menjadi bisikan rendah, tepat di atas bibir Ainsley, “bahwa kau terlihat jauh lebih cantik saat berada di bawahku?”
Panas. Bukan hanya tubuh Ainsley, tapi juga pipinya yang merona hebat akibat ucapan pria itu.
Sialan.
Bahkan di saat seperti ini, Galen masih sempat membuatnya kehabisan kata-kata.
Pria itu menyeringai saat melihat bagaimana wajah Ainsley yang kian merah karenanya. Sesaat, ia bangun menegakkan tubuhnya, melepas jaket beserta kaos putihnya lalu tangannya bergerak melepaskan belt hitam di pinggangnya.
Tanpa malu-malu, Galen menanggalkan semua pakaiannya membuat Ainsley bisa langsung melihat bagian terlarang pria itu yang sudah begitu siap.
“Kenapa selalu memalingkan wajah seperti itu, hm?” tanyanya saat dengan satu gerakan cepat ia meraih pinggang Ainsley, mengangkat tubuh wanita itu hingga terduduk di atas pangkuannya.
“Kau benar-benar tidak tahu malu, ya?” tanya Ainsley menatapnya tajam sebelum mulutnya sedikit terbuka sebab Galen menarik tubuhnya, menekannya hingga Ainsley bisa merasakan milik pria itu yang begitu besar di bawahnya.
“Tapi suka kan?” bibirnya bicara, tapi kedua tangannya bergerak menyusuri kulit Ainsley, melepas kaos wanita itu membuat Ainsley kian gugup. Tidak hanya atasannya, pria itu bahkan menanggalkan celana juga pakaian dalamnya membuat Ainsley sama telanjangnya dengannya.
“Aku anggap diammu sebagai jawaban iya.”
Galen kembali menyesap bibir Ainsley, menyelam dalam ciuman yang bukan hanya penuh hasrat, tetapi juga kerinduan yang lama terpendam. Bibirnya menuntut, seolah ingin mengukir namanya kembali dalam setiap inci diri Ainsley. Napas mereka berpacu, berpadu dalam ritme yang semakin membakar.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOSE OR GET YOU
Romantik[SEQUEL FADED DESIRE] [BARNABY SERIES II] Tiga tahun lalu, Ainsley Lysander menandatangani surat perceraian dengan tangan gemetar dan hati yang hancur. Ia pergi tanpa menoleh, meninggalkan cinta yang menghanguskan sekaligus luka yang tak kunjung sem...
