Chapter 40 - The Loveliest Spring

26.5K 821 32
                                        

Welcome!

This story is made with love, so please respect it. Read, enjoy, and support!

Jangan lupa follow Instagram aku ya [@astihrbooks_]

ֶָ֢𐚁๋࣭⭑ֶָ

Tujuh tahun berlalu, Chicago, Illinois.

Musim semi menyapa kota dengan langit cerah dan aroma bunga yang merekah. Di sebuah rumah bercat putih dengan halaman luas dan ayunan gantung di terasnya, keluarga kecil Galen Barnaby hidup dalam kehangatan yang tak pernah luntur oleh waktu.

Cinta yang dulu tumbuh di antara luka dan harapan, kini telah menjelma menjadi akar kuat yang menumbuhkan kehidupan baru. Putra mereka, Rizkiel yang dulu mungil dan rapuh—kini tumbuh menjadi anak laki-laki berusia tujuh tahun yang tampan, cerdas, dan menyenangkan.

Tak heran, banyak tetangga menyebut keluarga itu sebagai potret kebahagiaan yang membuat iri siapa pun yang memandang.

Hubungan Galen dan Ainsley tak berubah, bahkan semakin mengakar. Cinta di antara mereka bukan lagi sekadar romansa yang membara, tapi keintiman yang tumbuh dalam kebersamaan, dalam setiap tawa Rizkiel, setiap pelukan diam-diam di dapur, dan setiap malam saat dunia terlelap, namun mereka masih terjaga—bercerita, saling mencintai tanpa syarat.

Sore itu, seperti biasa, Galen menggandeng tangan Rizkiel yang melompat kecil di sampingnya menuju mobil. Sinar matahari menyapu lembut wajah mereka ketika bocah itu menoleh, matanya yang hijau memancarkan rasa ingin tahu.

"Ayah, apa adik juga ikut?" tanyanya sambil menatap ke arah rumah, ke jendela kamar yang tirainya baru saja bergoyang.

Galen terkekeh pelan, menurunkan tubuhnya agar sejajar dengan putranya. "Tentu saja. Masa iya dia ditinggal sendiri, hm? Kita satu keluarga, Nak. Satu tim. Ke mana pun kita pergi, kita pergi bersama."

Enam bulan yang lalu, hidup keluarga Barnaby bertambah lengkap. Galen dan Ainsley—didorong oleh panggilan hati dan cinta yang tak ingin berhenti memberi—memilih untuk mengadopsi seorang bayi perempuan dari panti asuhan di Melbourne. Bayi kecil yang sejak pertama kali dipeluk, langsung mengisi ruang kosong yang bahkan mereka tak tahu sebelumnya ada.

Kiran Isabel Barnaby.

Begitulah Galen menamai gadis kecil itu, dengan nama yang menurutnya berarti: cahaya yang tenang namun kuat. Persis seperti apa yang ia lihat di mata putrinya—dan di mata istrinya, wanita yang telah mengajarkannya banyak arti tentang pulang dan keluarga.

Hari ini, mereka bukan lagi sekadar pasangan suami istri. Mereka adalah keluarga—utuh, hangat, dan penuh cinta yang terus tumbuh, tak pernah habis meski telah lama dibagi.

Pintu rumah terbuka perlahan, menampilkan sosok Ainsley yang melangkah keluar dengan senyum hangat di wajahnya. Dalam pelukannya, Kiran tertidur lelap, dibungkus selimut tipis berwarna pastel.

Di belakangnya, seorang pelayan muda yang telah menjadi bagian keluarga sejak sepuluh tahun lalu, dengan cekatan membawa tas-tas berisi perlengkapan bayi dan makanan untuk piknik kecil mereka hari ini.

"Sudah semuanya?" tanya Galen, matanya menyapu Ainsley dan isi tangannya dengan penuh perhatian.

"Sudah," jawab Ainsley lembut, sebelum membalas ciuman singkat dari suaminya—hangat, sederhana, namun menyimpan berjuta makna.

LOSE OR GET YOU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang