Welcome!
This story is made with love, so please respect it. Read, enjoy, and support!
Jangan lupa follow Instagram aku ya [@astihrbooks_]
ֶָ֢𐚁๋࣭⭑ֶָ֢
Ainsley hanyalah seorang wanita—atau lebih tepatnya, seseorang yang masih terjebak dalam lingkar rasa cinta yang belum benar-benar padam.
Mungkin jika ia memaksa dirinya menoleh ke belakang, mengulik kembali luka tiga tahun silam, ia akan mengingat dengan jelas bagaimana pria yang kini duduk tenang di balik kemudi itu pernah menghancurkannya tanpa ampun.
Galen bersalah. Sangat bersalah. Tapi jika diurai lebih dalam, kesalahan itu tak sepenuhnya milik Galen seorang.
Ainsley pun memegang bagian dalam kisah kelam mereka. Ia memulai—dulu sekali, saat cinta mereka masih muda dan belum tahu arah, saat mereka masih duduk di bangku kuliah, percaya bahwa cinta saja cukup untuk segalanya.
Mereka pernah saling menyakiti. Pernah saling mendiamkan luka tanpa mencoba menyembuhkan. Dan entah sejak kapan, cinta yang mereka punya berubah menjadi ajang saling balas, saling dendam, seolah tak ada jalan kembali.
Tapi hari ini berbeda.
Tidak ada lagi racun dari masa lalu yang menyelubungi pandangan mereka. Tidak ada lagi dendam yang meracuni niat. Yang tersisa kini hanyalah dua hati yang sama-sama remuk, dua jiwa yang diam-diam masih saling menunggu, berharap ada jalan kembali meski langkah mereka pernah tersesat jauh.
Kali ini bukan tentang siapa yang salah atau benar. Tapi tentang dua manusia yang akhirnya sadar, bahwa mereka saling mencintai… dan tidak ingin kehilangan lagi.
"Aku antar sampai sini, ya," ucap Galen pelan saat mobilnya berhenti tepat di depan lobi apartemen Ainsley. Suaranya hangat, seperti bisikan lembut di antara riuhnya dunia.
Ia menoleh, menatap Ainsley dengan senyum tipis yang menampilkan lesung pipit di kedua pipinya—senyum khas Galen yang sejak dulu bisa membuat hati Ainsley bergetar tanpa alasan. "Aku harus urus beberapa hal. Tak apa kalau aku tinggal?"
Ainsley hanya mengangguk kecil, terlalu sibuk menenangkan degup jantung yang mendadak menggila saat mata mereka bertemu. Matanya berkedip cepat, wajahnya memerah perlahan.
"Um… iya."
Galen menyipitkan mata, menatap wanita itu sejenak sebelum tertawa pelan. "Kenapa jadi malu-malu begini? Padahal tadi malam—" Ia sengaja menggantung kalimatnya, lalu mencondongkan tubuh sedikit, membisik, "—kau begitu... liar."
Panas. Seluruh wajah Ainsley seperti tersambar petir. Pipi memerah, mata membelalak, dan bibirnya langsung berucap, “Jangan bahas itu, Galen!”
Reaksi itu justru membuat Galen tertawa lebih keras, puas, gemas, dan sedikit... jatuh cinta lagi. Ia menatap Ainsley seperti pria yang tak pernah benar-benar melupakan wanita di sebelahnya. Dan mungkin, memang begitu adanya.
"Kalau begitu, hati-hati," ucap Ainsley pelan, suaranya nyaris tenggelam oleh desau angin sore yang menyusup masuk lewat celah kaca jendela.
Ia sudah berhasil sedikit meredakan debar jantungnya, mencoba bersikap tenang meski pipinya masih hangat. Tatapannya beralih pada wajah pria di sampingnya—mantan suami yang kini terasa begitu asing, tapi juga… akrab sekaligus.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOSE OR GET YOU
Romance[SEQUEL FADED DESIRE] [BARNABY SERIES II] Tiga tahun lalu, Ainsley Lysander menandatangani surat perceraian dengan tangan gemetar dan hati yang hancur. Ia pergi tanpa menoleh, meninggalkan cinta yang menghanguskan sekaligus luka yang tak kunjung sem...
