"LAUUUUUUTTT!!!"
Lihat antusiasnya. Zono menerjang ombak. Menghantamkan diri ke air asin yang datang. Membuat dirinya tergulung kembali kepesisir pantai.
Padahal masih ada Ten yang paling muda disini. Tapi yang terlihat kekanakan malah Zono.
Rencananya, mereka berlima akan liburan selama seminggu sampai festival musim panas selesai di Okinawa.
Hari pertama, mereka bermain di pantai tidak jauh dari vila. Tidak ada pengunjung yang kemari. Karena lokasi resort memang sedikit memojok dan tersembunyi.
Kalau memang ingin suasana pantai yang ramai. Mereka bisa saja mencari tempat lebih ketimur. Dimana pantai umum dibuka untuk siapapun.
Tapi memilih tempat jauh dari keramaian. Memberikan mereka kebebasan. Lebih tenang di bandingkan tempat umum. Karena memang tujuan Hono menyewa tempat ini juga karena mencari ketenangan.
Zono basah kuyup kembali dimana tenda di dirikan. Dengan beberapa kursi pantai dan hammock yang terpasang diantara dua pohon kelapa. Sepertinya mereka berlima bermaksud menginap di pantai nanti malam. Mencari sensasi berbeda dengan tidur di luar ruangan.
Semua persiapan sudah di siapkan siang ini. Bahkan Ten menjadi pelayan dadakan dengan pembakaran di sebelah tenda. Membolak balik daging, ikan dan sayuran yang terpanggang diatasnya.
Matanya tapi menuju ketempat yang berbeda. Dua wanita mengenakan bikini sedang bermain ombak di pinggir pantai. Mengebas air untuk menyiram satu sama lain.
Hikaru mengenakan bikini merah muda. Pahanya terlihat mulus tanpa goresan. Walaupun sedang mengenakan jaket dengan resleting terbuka. Ten bisa melihat perut Hikaru yang tak kalah menggoda. Langsing dan ideal.
Hono juga tak kalah mempesona. Bikini dengan satu tali menggantung di leher. Memperlihatkan indah tubuh, lengkukan punggung dan belahan dadanya. Mungkin lebih besar dari Hikaru. Tapi bagi Ten yang pernah merasakan dada Hikaru. Tetaplah Hikaru yang terbaik.
"Akh, Hikaru-chan. Dadamu begitu indah."
Zono membisik di sebelah telinga Ten. Menyuarakan isi pikiran Ten semena-mena.
"Apasih ?" Risih Ten.
Zono malah tertawa. "Tidak usah malu-malu Ten. Kau pasti mikir yang tidak-tidak kan ?"
Zono pasti ingin membahas masalah tadi. Perkara Ten yang merangsang pagi-pagi dan ketahuan melakukan tindakan lelaki.
"Zono, cukup. Sudah dibilang itu salah paham." Karin datang membela.
Ternyata Karin baik juga ya. Padahal mereka sedang bersaing merebutkan satu wanita.
Karin memang terlihat dewasa dari segi penampilan dan tutur bahasa. Walaupun Hikaru pernah cerita kalau dia lambat berpikir. Tapi Ten tidak berpikir demikian.
"Ten, ada yang bisa kubantu ?" Karin menawarkan bantuan.
"Bisa tolong ambilkan minum digelas. Haus juga berdiri didepan pembakaran lama-lama."
Karin lantas pergi. Menuangkan air digelas. Lalu membawakannya kepada Ten.
"Nih."
"Terimakasih Karin."
Ten langsung meneguknya. Tapi ada yang aneh. Itu bukanlah air mineral.
"VODKAAAAA!!!" Teriak Ten. Membanting gelasnya kepasir.
Karin salah membedakan air mineral dan Vodka yang sama-sama bening. Ten menarik lagi pemikiran atas kedewasaan Karin. Ternyata benar anak satu itu memang lemot.
KAMU SEDANG MEMBACA
Concept of Love
FanfictionKetika Hikaru diberikan pilihan. Teman masa kecil, lelaki misterius, atau seorang Yakuza ?
