Suara tetesan air jatuh menggema dalam ruangan. Bau besi berkarat bercampur dengan bau lumut dan air yang menggenang. Merasuk masuk hingga menusuk indra penciuman. Menyadarkan Hikaru, bangun dari pingsan.
Hikaru tersadar, dengan tubuh yang terikat dikursi kayu tua. Tangan dan kakinya juga di ikat dengan mulut yang dibungkam kain kuat.
"Apa tidurmu nyenyak ?"
Ucap seorang lelaki yang semakin membuat Hikaru paham. Bahwa dirinya sedang disekap.
Dia adalah Habu. Lelaki yang menculik Hikaru.
"Oh iya, mulutmu-kan dibungkam. Bagaimana bisa menjawab."
Habu lantas mendekat. Membuka kain yang menutup mulut Hikaru.
"Bu-bukankah kau temannya Zono ?" Langsung bertanya Hikaru.
Karena memang tempo Hari. Mereka bertemu di museum.
"Bisa dibilang begitu. Perkenalkan. Namaku Habu Mizuho. Panggil saja Habu, karena aku tidak suka nama depanku yang terdengar seperti nama perempuan." Tertawa setelahnya.
Bicaranya santai. Mencoba lawak tapi tidak lucu. Lagian situasi begini, mana mungkin Hikaru bisa tertawa.
"Maaf ya, kau jadi ikut terseret kedalam urusan kami." Tersenyum. "Yang bosku inginkan hanyalah Karin. Tapi anak itu susah sekali menurutnya. Mungkin menculik gadis yang disayanginya akan membuat dia datang dengan sendirinya."
"Apa yang kau inginkan dari Karin ?"
Belum menjawab Habu. Pintu terbuka, dan seorang lelaki tua masuk bersama dua pengawalnya.
"Membunuhnya." Ucap pria tua tersebut yang ternyata adalah Gyunjuro Juu.
Ketua divisi pertama Fujiyoshi-gumi.
Pak Juu begitu menentang keputusan Oyabun yang ingin Karin menjadi pemimpin. Sehingga dia berbuat di luar sepengetahuan Oyabun untuk membunuh Karin. Agar kepemimpinan tidak jatuh ketangan Karin. Karena bagi dirinya yang sudah mengabdi cukup lama. Dirinyalah yang pantas menjadi penerus Oyabun.
Kedatangan Pak Juu membuat Habu mundur dan mempersilahkan bosnya tersebut bicara dengan Hikaru.
"Bocah itu, mengabaikan posisi penting hanya untuk bermain dengan wanita seperti ini." Ucapnya Pak Juu. "Memilih perempuan saja tidak bisa. Apalagi memimpin Fujiyoshi-gumi."
Pisau lipat keluar dari saku jas. Pak Juu langsung menodongkan kewajah Hikaru.
Hikaru sangat ketakutan. Tak pernah dirinya berada di situasi seperti ini.
"Karena anak itu lama sekali datangnya. Bagaimana kalau aku berikan contoh kecil karena telah mengabaikan undanganku."
Contoh yang di maksud Pak Juu adalah memberi goresan di wajah Hikaru. Dengan begitu saat Karin datang. Dia tau, kalau Pak Juu sedang tidak bermain-main.
Namun, saat Pak Juu baru saja mau menggores pipi Hikaru. Tangannya dihentikan oleh Habu.
Habu memandang Pak Juu dengan sorot mata tajam. Seperti marah dengan apa yang ingin dilakukan Pak Juu.
"Karin pasti datang." Ucap Habu. "Jadi bersabarlah sebentar lagi Juu-san."
Bicaranya sopan. Tapi juga mengintimidasi.
Padahal Habu adalah anak buahnya. Tapi Pak Juu jadi sedikit ketakutan saat Habu memasang wajah serius.
"Cih!" Pak Juu mengebas tangan. Melepaskan diri dari cengkraman Habu. Pisau itu dimasukan lagi kesakunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Concept of Love
Hayran KurguKetika Hikaru diberikan pilihan. Teman masa kecil, lelaki misterius, atau seorang Yakuza ?
