Chapter 25 : Kepastian

32 6 6
                                        

Hikaru berjalan dengan perasaan yang pasti. Dia menuju ketempat lelaki yang akan menerima cintanya.

Setelah lima belas menit berjalan kaki. Akhirnya dia sampai, dan lelaki itu benar ada disana.

Suara kaki yang menginjak tanah. Membuat lelaki itu berbalik menolehnya. Menatap tak percaya. Melihat Hikaru ada didepannya.

Yang datang setelahnya adalah senyum manis dengan dua lesung pipi diwajahnya.

"Terimakasih sudah datang." Ucap Zono berdiri ditaman.

Dan inilah akhirnya, pilihan Hikaru jatuh kepada Zono

Kalau Hikaru yang menemui Zono. Berarti yang menemui Karin di kuil adalah



"Hono ?" Terkejut Karin dengan gadis yang datang.

Hono melambai tangan dengan senyum kecil di wajah cantiknya.

"Maaf, kalau yang datang bukan Hikaru." Ucapnya Hono.

Karin jadi bertanya-tanya. Kenapa Hono yang datang ?

Sedangkan Hono masih berdiri ditempat yang sama. Tak mendekat sedikitpun. Karena memang ada jarak yang harus dijaga.

Senyum yang diberikan. Bukan hanya untuk menangkan Karin karena telah di tolak. Tapi juga untuk menangkan dirinya karena harus menerima fakta. Karin mencintai Hikaru.

"Dimana Hikaru ?" Tanya Karin.

"Pergi ketempat Zono."

Jawaban yang tak ingin didengar. Tapi dengan begitu Karin paham. Kalau yang jadi pemenangnya bukan dia.

Rasa sakit muncul, menyesakan dada. Kalau disentuh tidak ada bekas luka yang terasa. Tapi didalam begitu menyiksa.

Hono melihat Karin tersentak menyentuh dadanya. Mencengkram kuat kemeja yang dikenakannya.

"Sakit ?" Tanya Hono.

"Iya."

"Begitulah cinta, Karin. Kadang membuat orang bahagia. Namun juga membuat luka. Wajar kalau kau merasakannya sekarang."

Karin mengerti apa yang di maksud Hono. Tapi entah kenapa dia masih belum bisa menerimanya. Ini pertama kalinya Karin merasakan keegoisan. Merasakan marah karena Hikaru yang memilih Zono.

Karin masih berharap bahwa masih bisa bertemu Hikaru dan membuatnya berubah pikiran.

Tak sadar kaki melangkah. Karin bahkan tak peduli dengan Hono yang datang kepadanya.

Saat hendak keluar gerbang. Hono menangkap tangan Karin yang barus saja melewatinya. Menghentikan langkah dan membuat Karin semakin marah.

"Lepas Hono." Ucap Karin bicara tegas.

"Tidak." Jawab Hono. "Kalau aku melepaskanmu sekarang. Kau akan kehilangan segalanya."

Karin yang susah mengekespresikan diri. Masih belum memahami sikapnya. Emosi yang memuncak, menaikan amarah hingga kekepala. Hanya karena cinta. Seseorang bisa melakukan hal gila.

Apalagi Karin yang belum bisa mengontrol emosi yang baru saja didapatkannya.

Kalau Hono membiarkan Karin pergi. Mungkin akan ada perdebatan hebat antara Karin dan Zono. Skenario terburuknya adalah perkelahian. Dengan begitu Karin akan dinilai jelek oleh Hikaru karena terlalu memaksa. Sedangkan hubungannya dengan Zono juga pasti akan memburuk. Hono sendiri akan membenci Karin kalau dia sampai melakukannya.

Itulah yang di maksud Hono dengan kehilangan segalanya. Kalau Karin masih memaksa pergi. Dia akan kehilangan semua pertemanan ini.

Hono menghentikan Karin demi kebaikannya dan semua teman-temannya.

Concept of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang