bab 20

1K 47 40
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم
-

-

-

-

"Tiba-tiba saja Kau berbelok arah, meninggalkanku disudut resah, apa yang tengah Kau inginkan, mengapa harus aku yang Kau lepaskan?

~Aijainabkh

🕊️🕊️🕊️

Semenjak hamil, setiap pagi Yesha tak pernah absen membaca surat Maryam dan surat Yusuf.

Walaupun kemarin dan pagi ini ia membacanya diiringi dengan air mata, namun tak pernah menghentikan Yesha untuk membaca kalam Allah.

"Shadaqallahuladzim.." Yesha menutup mushafnya kemudian menciumnya.

"Nak...Yesha..." Panggil Bunda Yesha dari arah dapur.

"Iya bunda, sebentar lagi Yesha kesana.." jawabnya. Yesha kemudian turun menuju dapur.

Saat sudah sampai didapur, berbagai menu hidangan makanan sudah bunda Yesha siapkan, ada banyak makanan kesukaan Yesha.

"MasyaAllah bunda.." Wajah Yesha sumringah melihat menu makanan di meja makan.

Bunda Yesha tersenyum melihat perubahan diwajah Yesha, meskipun tak dapat dipungkiri mata sembab Yesha masih kentara.

"Yesha jadi tidak enak deh, bunda nyiapin ini sendirian tanpa dibantu Yesha.." Katanya mulai sedih lagi.

"Eitss, ini bunda sengaja ngga kasitau Yesha, soalnya bunda pingin bikin surprise, gimana? Suka ngga sama menunya?" Tanya Bunda Yesha mencoba menghilangkan rasa sedih dihati Yesha.

"Bunda bisa ajaa, Hmm ini mah Yesha suka bangettt.." jawab Yesha.

Setelah perbincangan tersebut, Yesha mengedarkan pandangannya,
"Ayah kemana Bun?" Tanyanya.

"Ayah lagi kedepan barusan menerima telfon, sebentar lagi pasti kesini." Yesha menganggukkan kepalanya mengerti.

"Mari duduk nak, mau bunda tuangkan nasinya?" Tawar Bunda Yesha.

Yesha tersenyum,
"Adanya Yesha yang harus menuangkan untuk Bunda, sini Bun!" Ucapnya mengambil piring bundanya.

Diluar rumah, Ayah Yesha menerima telfon dari seseorang,
"Awasi terus, jangan sampai ada perbuatan dia yang tidak saya ketahui!" Kata ayah Yesha dengan wajah seriusnya.

Ayah Yesha mengangguk,
"Saya tunggu kelanjutannya!" Ujarnya kemudian menutup telfon.

Ayah Yesha sengaja menyuruh orang untuk mengawasi Asraf, sejujurnya sampai sekarang ia sangat tidak terima dan sakit hati dengan perbuatan Asraf, entah rencana apa yang Ayah Yesha siapkan.

Kemudian Ayah Yesha masuk kembali kedalam rumahnya, didapur sudah ada istri dan anaknya yang sedang menunggunya.

Otomatis ia merubah ekspresinya menjadi tersenyum,
"Wahh masak apa nii? Harumnya sampai ke luar rumah." Ujarnya.

Yeshaa [On Going]Where stories live. Discover now