بسم الله الرحمن الرحيم
-
-
-
"Sungguhlah tidak adil jika dia selalu ada didalam hatiku sedangkan dihatinya sama sekali tak pernah ada aku."
🥀
🕊️🕊️🕊️
Saat Yesha sudah sadar, ia melihat sekelilingnya.
Bunda dan ayahnya menunduk dalam, tak menyadari atas sadarnya Yesha.
"Bun.." panggil Yesha lirih.
Bunda Yesha langsung mendongak melihat Yesha.
Air matanya menetes, lalu ia berdiri mendekati brankar Yesha.
"Iya nak..Ya Allah Alhamdulillah kamu sudah sadar." Ucap Bunda Yesha mengecup tangannya, Yesha membalas dengan senyuman.
Diujung ruangan ayah Yesha tetap terduduk sendu, ia berkata,
"Kenapa Yesha menutupi ini semua dari Ayah dan Bunda?"
Yesha menoleh pada Ayahnya, apa maksud dari yang dikatakan ayahnya itu.
"Apa Yesha berencana menyembunyikan penyakit ini selamanya? Jawab Ayah!" Kata Ayah Yesha mulai frustasi, ia berdiri menuju brankar Yesha.
Yesha hanya mampu menangis tertunduk, kenapa kedua orangnya harus tau tentang penyakitnya.
"Sudah Yah!" Kata Bunda Yesha mengelus tangan suaminya, ia tidak ingin Yesha terkejut dan tambah sedih melihat reaksi ayahnya seperti ini.
"Maafin Yesha Ayah Bunda, Yesha hanya tidak ingin membebani pikiran Ayah dan Bunda..." Ujarnya menatap Ayah dan bundanya.
Ayahnya tak mampu menahan Isak tangisnya, bagaimana bisa Yesha menyembunyikan ini dan bertahan sementara hidupnya cukup rumit bersama Asraf.
"Yesha harus janji sama Bunda ya untuk sembuh, bunda akan selalu bersama Yesha, tapi Yesha harus janji sama bunda untuk ngga ninggalin bunda ya nak.." kata bundanya.
Yesha mengangguk,
"Yesha akan berusaha sembuh untuk Bunda dan Ayah.." lalu mereka bertiga berpelukan masih dengan Isak tangisnya.
°°°
Tak lama dari itu dokter yang memeriksa Yesha memanggil wali Yesha untuk keruangannya.
Ayah dan bunda Yesha pergi menuju keruangan dan menemui dokter tersebut.
"Silahkan duduk Pak Buk!" Ucap dokter tersebut.
"Bagaimana dengan kondisi Yesha untuk saat ini Dok?" Tanya Bundanya.
"Untuk saat ini kondisi Yesha masih dibilang cukup aman ia boleh langsung pulang karena untuk sementara ini hanya itu yang bisa kami lakukan, akan tetapi akan menjadi lebih buruk jika kita tetap mempertahankan kandungan anak bapak dan ibu, karena saya ingin segera mengambil tindakan namun terhalang karena Yesha tidak ingin menggugurkan kandungannya." Ujar dokter tersebut.
Kedua orang tua Yesha menghela nafas berat, mereka semakin khawatir dengan keadaan Yesha.
"Semoga Bapak dan Ibu bisa segera membujuk Yesha, saya mohon sangat, karena kita tidak bisa terus mengulur-ngulur waktu." Ucapnya lanjut.
YOU ARE READING
Yeshaa [On Going]
Spiritual⚠️⚠️ Dilarang Keras Memplagiasi Karya Ini❗ "Maaf, saya akan mengembalikanmu pada orang tuamu, seharusnya pernikahan ini memang tidak pernah terjadi!" Ucap lelaki itu dengan nada datar yang mampu menghunus hati orang yang ditujunya. °°° "Berbahagiala...
![Yeshaa [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/353066034-64-k635461.jpg)