-
-
-
-
-
بسم الله الرحمن الرحيم
"Aku telah mengangguk pada segala titah takdir, tak ada lagi perlawanan dalam jiwaku. Namun inilah ironinya, penyerahan ini datang dari puing-puing hati yang tak lagi utuh. Aku menerima, tapi aku hancur didalamnya."
🕊️🕊️🕊️
Keesokan paginya Yesha sudah bersiap untuk berangkat ke R.a, ia juga sudah menghubungi Dinda untuk menunggunya didepan rumah karena sebentar lagi ia akan berangkat.
"Yesha berangkat dulu ya Bun!" Katanya menyalami tangan bundanya, sementara ayahnya sudah berangkat sejak pagi tadi karena ada keperluan mendesak.
"Hati-hati ya nak!" Kata Bundanya sambil membawakan kotak bekal Yesha, yang berisi roti beserta selainya.
"Siap Bun, makasii ya bekalnyaa." Katanya lalu ia mengecup pipi bundanyaa.
"Sama-sama nak." Saut bundanya kemudian mencium pipi kanan dan kiri Yesha.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumussalam..."
Seperti biasa Yesha selalu mengendarai sepedanya, saat hampir tiba didekat rumah Dinda, ia bisa melihat Dinda sudah ada didepan rumahnya.
Lantas ia tersenyum dari kejauhan,
"Dindaaaa.." katanya melambai.
Dinda yang mengetahuinya lalu ikut tersenyum,
"Pagiii Yeshaaa!!" Katanya saat Yesha sudah berhenti tepat didepannya.
"Pagii.. Assalamualaikum." Kata Yesha sambil mengucap salam.
"Waalaikumussalam..." Jawabnya.
"Ayoo naik Din.." sambung Yesha.
Dinda mengangguk sambil membenarkan tasnya,
"Waah, semangatt banget kamu hari inii Sha!!" Kata Dinda.
"Haha, keliatan bangett ya, iya nih!" Sautnya.
"Maaf ya kalo kamu nunggunya lama didepan rumah." Sambung Yesha.
"Apaan, gaada 2 menit aku disini, biasanya kalo nunggu angkot bisa 15 menit-20 menitan tauu." Jawab Dinda diangguki Yesha.
"Eh iya sha, hari Sabtu besok itu libur, guru r.a di grup katanya mau ada acara di green garden." Ujar Dinda diangguki Yesha.
"Iya tuh aku juga uda baca grup, katanya bagus ya tempatnyaa?" Tanya Yesha.
"Yapp, bagus bangett tau, aku udah lama nunggu waktu untuk kesana tapi belom sempet." Saut Dinda.
"Alhamdulillah, berarti keinginanmu dikabulkan Allah Din." Kata Yesha membuat Dinda tersenyum.
"Aduhh kelamaan ngobrol kita." Ucap Dinda menepuk dahinya pelan.
Yesha terkekeh geli, "Ayoo cepet naik kalo gitu, kita bahas lagi nanti setelah istirahat."
Dinda mengangguk lalu ia langsung menaiki sepeda Yesha.
YOU ARE READING
Yeshaa [On Going]
Spiritual⚠️⚠️ Dilarang Keras Memplagiasi Karya Ini❗ "Maaf, saya akan mengembalikanmu pada orang tuamu, seharusnya pernikahan ini memang tidak pernah terjadi!" Ucap lelaki itu dengan nada datar yang mampu menghunus hati orang yang ditujunya. °°° "Berbahagiala...
![Yeshaa [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/353066034-64-k635461.jpg)