bab 24

40 4 2
                                        

-

-

-

-

-

بسم الله الرحمن الرحيم

"Entah luka apa lagi ini, mengalir di antara bisu dan sepi. Aku tak lagi punya kata, hanya dada yang retak tanpa suara. Barangkali, sakit pun lelah menampar, barangkali, air mata pun memilih menyerah. Aku duduk di sudut gelap ingatan, membiarkan perih membelah keheningan. Entahlah, aku bahkan tak tahu, mana luka, mana aku."

🕊️🕊️🕊️

Sepulang dari tempat tersebut, Asraf termenung, ia segera mengantarkan perempuan tersebut lalu berlalu pergi dari halaman rumahnya.

Bagaimana bisa dia bertemu dengan Yesha.

Kepalanya berkecamuk antara ingin menanyakan bagaimana kabar Yesha selama ini atau ingin mengusir segala usik yang riuh memikirkan segala tentang Yesha.

"Apa yang harus saya perbuat setelah kamu mengecewakan saya Sha.."

"Seharusnya kamu tidak melakukan itu! "
Batinnya berbicara.

Ia memutuskan untuk pulang ke rumah yang dulu ia huni bersama Yesha, walaupun jauh, Asraf tetap pergi kesana untuk sekedar menenangkan pikirannya.

Setelah memasuki rumah, ia langsung disambut oleh bu Suarsih.

Rumah itu memang tak ditempati lagi oleh Asraf, namun masih tetap disinggahi bu suarsih untuk membersihkannya setiap hari.

Setiap hari juga, Bu suarsih selalu mengharapkan kedatangan Yesha, namun setelah melihat kedatangan Asraf kali ini ia rasa mungkin yesha sudah tidak akan pernah menginjakkan kakinya lagi ke rumah ini.

"Sore Pak!" Sapa bu suarsih yang langsung diangguki oleh Asraf.

Asraf langsung masuk dan menuju kamarnya.

Setelah masuk, ia mengedarkan segala pandangannya, tampak sangat rapih, namun dikelilingi kesenyapan, perasaan apa ini yang Asraf rasakan?

Akhirnya Asraf menjatuhkan tubuhnya di kasur tersebut, riuh dikepalanya enggan pergi, ia memejamkan matanya tak lama ia terlelap.

____ (dream) _____

Asraf berdiri di sekitar taman,
Disitu ramai, banyak anak-anak bermain. Bersama ayah dan ibunya.

Disitu hanya Asraf yang sendiri, ia tidak tau kenapa bisa sampai di tempat ini, ada keperluan apa dirinya hingga singgah ke taman ini.

Ia lalu duduk diantara banyaknya orang berlalu lalang.

Tak jauh dari itu, ia melihat seorang anak perempuan sendirian yang juga duduk di kursi yang sama seperti dirinya.

Anak itu mengayunkan kedua kakinya, namun pandangannya tak pernah berubah, hanya tertuju pada Asraf.

Asraf mengedarkan segala pandangannya namun tak menemukan orang tua anak tersebut.

Yeshaa [On Going]Where stories live. Discover now