بسم الله الرحمن الرحيم
-
-
-
-
-
"Telah kupisahkan namamu dari denyut yang dulu tertatih menunggumu. Pulang bukan lagi arah, sebab segala sunyi telah menjadi rumah yang tenang, dan takkan pernah kusambangi kembali lorong yang pernah kau tinggalkan remuk."
🕊️🕊️🕊️
Walaupun kondisi Yesha saat ini sedang baik-baik saja, resah orang tua Yesha tak kunjung pudar, namun Mereka tak menunjukkan sikap tersebut di hadapan Yesha.
Berbeda dengan Yesha, ia mulai membuka diri, mencari pundi pundi kebahagiaan yang ingin dia dapat di sisa hidupnya.
Yesha keluar dari kamarnya tanpa hijab toh sedang dirumahnya juga, tak ada siapa-siapa selain dirinya dan kedua orang tuanya, ia mencari sosok bundanya yang mana bundanya sedang ada di dapur.
"Bun..!" Panggilnya membuat sang empu menoleh.
Yesha cepat-cepat menghampiri bundanya.
"Yesha bosen Bun, ga ada kegiatan yang bikin Yesha semangat setelah cuti kuliah.." ujarnya.
"Hmm.. coba bunda pikirkan sebentar.." kata bundanya mencoba berpikir.
Setelah mendapat ide,
"Kamu masih ingat Dinda ngga?" Tanya Bunda Yesha.
"Dinda..dinda siapa Bun?" Yesha mencoba mengingat.
"Dinda teman masa kecilmu itu loh..yang dulu sering main ke rumah waktu kamu kecil." Ujarnya lagi.
"Ooh Ya ampun, Yesha sampai lupa.." sautnya sambil mengetuk dahinya pelan.
"Emang kenapa sama Dinda Bun?" Tanyanya kembali.
"Itu loh, dia kan mengajar di tk swasta 'R.A Robiah Adawiyah' kalo gasalah namanya, sebulan yang lalu sempet hubungi bunda, katanya lagi cari guru soalnya disana kekurangan." Ucap Bunda Yesha menjelaskan.
Mata Yesha langsung berbinar namun sebentar, "Tapi Bun, Yesha kan belum sarjana, pasti ga mungkin diterima kalau mau ngajar disana." Jawabnya lesu.
"Ngga kok, kamu jangan pesimis dulu, kata Dinda kemarin cari yang penting sabar sama anak kecil, bunda liat-liat kamu sangat penyabar nak, ga ada salahnya coba daftar disana." Saut bundanya menyemangati Yesha.
"Okee Bun, kalo gitu Yesha coba cari informasi dulu yaa sambil nyiapin CV Yesha." Katanya
"Iyaa nak.." saut Bundanya.
°°°
Keesokan paginya Yesha sudah mengenakan pakaian rapih, hijab yang tersulur panjang serta gamis yang selalu melekat indah menawan.
"MasyaAllah..Udah cantik aja anak Ayah, mau pergi kemana nak?" Tanya Ayahnya yang sedang duduk di meja makan.
Yesha tersenyum dari kejauhan,
"Mau ke R.A Robiah Adawiyah Yah." Katanya sambil menempati kursi meja makan.
YOU ARE READING
Yeshaa [On Going]
Spiritual⚠️⚠️ Dilarang Keras Memplagiasi Karya Ini❗ "Maaf, saya akan mengembalikanmu pada orang tuamu, seharusnya pernikahan ini memang tidak pernah terjadi!" Ucap lelaki itu dengan nada datar yang mampu menghunus hati orang yang ditujunya. °°° "Berbahagiala...
![Yeshaa [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/353066034-64-k635461.jpg)