Symphony Hitam

898 89 14
                                        

Haechan menunggu Sungchan menjemput sembari melamun. Dalam lamunannya dia menatap jalanan yang basah karena hujan. Perasaan nya tidak enak, setelah mendengar kondisi Jaemin memburuk sampai membuat Mark mau tak mau meninggalkan dirinya sendiri di mall. Tangannya bertaut dan terus berdoa untuk kesehatan isteri pertama suaminya. 

"Kak? kenapa disini, harusnya tunggu di dalam saja"

"Oh Sungchanie... Ayo antar kakak ke rumah sakit!"titah Haechan pada sang adik saat keduanya berjalan menuju mobil.

"Tidak, lebih baik kakak pulang ke rumah. Kondisi kakak itu belum terlalu kuat untuk kesana kemari disana sebaiknya biarkan Mark sendiri yang mengurusnya!" Tegas Sungchan menolak karena melihat kondisi kakak nya yang sudah lebih susah bergerak karena perut besarnya.

"Tapi.. kak Mark dan Jaemin membutuhkan kakak,uchan!"

"Aku bilang tidak.. ya,tidak!!"keras Sungchan dengan segala ke keras kepalaannya.

"T-tapi kak Mark-"

"Aku tidak mau berdebat kak"Sungchan akhirnya memilih melajukan mobil nya menuju rumah sang ibu dan saat sampai dirumah pu, Haechan enggan turun karena masih memikirkan Mark dan Jaemin.

"Mau sampai kapan disini?"tanya Sungchan yang mulai berkurang sabar nya.

"Kamu gak mengerti kakak,Sungchan"lirih nya dan masih kearah jendela mobil menatap pintu gerbang rumah.

"Tau begini kakak naik taksi saja kesana"

Sungchan menghela nafas nya pelan dan menarik tangan kakak nya kearah perut membesar itu.

"Coba rasakan!! apa kakak tidak kasihan sama dia?! rasa kan denyut jantung nya. Kumohon jangan egois. Aku bukan melarang mu menemani Mark. Tapi aku mengkhawatirkannya!"

"Hiks"lirih Haechan dan mulai menangis dia  benar benar tidak memikirkan kondisi anaknya. Dia hanya mengkhawatirkan Mark dan juga Jaemin.

"Sudah sadar? bukan aku melarangmu karena membenci mereka. Tapi pikirkan kondisi keponakan ku! aku tak mau kakak stress berlebih dan berakhir dia kenapa kenapa"

Tangis Haechan makin menjadi dan membuat Sungchan menghela nafas dan membawa kakak nya masuk kedalam pelukannya. Bukan maksud hati ingin menyakiti sang kakak tapi dia hanya ingin kakak nya memikirkan dirinya sendiri dulu, urusan Jaemin ada Mark dan juga adiknya.

"Sudah ya,kak? Umma sudah menunggu mu dipintu. Lihatlah dia begitu khawatir dengan keadaan mu."Haechan melepas pelukannya dan menatap ibunya tengah menunggu cemas karena kedua anaknya belum turun dari mobil.

"Maafkan kakak"Sungchan menggeleng pelan dia tak mau kakak nya meminta maaf karena ini bukan kesalahan kakak nya.

"Tidak.. jangan minta maaf. aku paham maksud kakak adalah untuk ada bersama mereka cuma untuk saat ini aku yakin Mark juga akan paham jika kakak sedang hamil dan tak akan membiarkan mu stress karena masalah ini."

"Ya sudah.. sekarang kita masuk. Umma sebentar lagi akan mengamuk jika kita belum juga turun."sambung nya

"Baiklah.. ada gopchang gk?"tanya Haechan random.

"Gak tau.. kalo umma gak buat, nanti aku belikan"Haechan mengangguk dan mulai turun dari mobil menemui ibunya yang masih setia menunggu didepan pintu.

"Kenapa lama sekali turun nya?"Tanya Kyungsoo sambil memeluk Haechan.

"Sungchan nyebelin!"adu nya dan tentu saja tatapan tajam sang ibu berikan pada si bungsu.

"Kim Sungchan?!"

"Loh kenapa Umma?"tanya Sungchan kebingungan sambil menenteng barang barang belanjaan kakak nya.

"Kamu apain kakak mu?!"Sungchan yang kebingungan menatap sang kakak menanyakan apa yang terjadi tapi Haechan malah tertawa sambil melengos pergi.

Satelite Love[Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang