CZ 18

3K 409 48
                                        

Baru saja jari telunjuk Zean hendak mendarat pada bel rumah Chika, akan tetapi si gadis periang sudah lebih dulu membuka pintu. Senyum sumringah Chika langsung terpancar kala melihat kehadiran Zean di depan rumahnya.

"aw siapa nih ganteng amat sihhh, lagi hobi potong rambut nih kayaknya ya" ucap Chika melihat rambut Zean yang kembali terlihat seperti baru dicukur

"kamu mau ke kampus kan?" 

"iya dong mau kemana lagi emang?"

"saya anter"

"loh bukannya bapak gak ada kelas ya hari ini?"

"mm iya tapi gapapa saya mau anter kamu" ucap Zean membuat Chika tersenyum menggoda "ihh tumben banget, lagi kenapa nih?"

"gapapa, emang gak boleh?"

"ya boleh banget lah, tapi emang bapak gak sibuk? gak ke kantor?"

"kalo saya nawarin berarti saya gak sibuk, mami papi ada di dalem?"

Chika menggeleng "dua-duanya gak ada ke luar kota dari kemarin"

"Oh ya udah yuk langsung berangkat"

"oke sayangku"

Jujur rasanya aneh bagi Chika, Zean mau mengantarnya ke kampus tanpa diminta, tanpa janji, dan tanpa aba-aba tiba-tiba datang ke rumahnya cukup mengejutkan. Tapi begitu masuk ke dalam mobil Chika dibuat lebih terkejut lagi, ada yang beda disini. Tampaknya Zean memperbarui interior mobilnya. Kursi baru yang tampak lebih nyaman.

"wih baru nih keren banget"

"nyaman gak"

Chika mengangguk cepat "nyaman banget lebih empuk apalagi kalau sandaran behhh bisa bobo nyenyak aku" Kata Chika sambil bersandar dan memejamkan mata

"Boleh tidur tapi seatbeltnya dipake dulu" Chika langsung membuka mata kembali kaget karena Zean memasangkan seatbeltnya. Namun Chika tak mau terlalu memikirkannya.

"masih pagi masa tidur sih" Kata Chika kembali duduk tegap

"Ya gapapa lumayan sebelum harus pusing menghadapi mata kuliah hari ini"

"tapi engga mau tidur ah kasian bapak nyetir gak ada yang ajak ngobrol"

"terserah kamu aja"

"Oh ya pak soal lusa kita kan kondangan bareng, kalau bajunya senada mau gak?" tanya Chika pelan harap-harap cemas mendapat penolakan dari Zean

"boleh aja" jawab Zean santai sambil membelok gagang setir ke arah kiri. Luar biasa respon dari Zean di luar dugaan Chika.

"Beneran mau?"

"ya beneran"

"Kalau couple mau juga?"

"Ya asal pakaiannya masih bates wajar mau aja"

"Bates wajar gimana dikira aku orangnya gak wajar apa?"

"Ya maksudnya jangan aneh-aneh yang bikin wibawa saya sebagai dosen jadi ilang"

"ya gak mungkin lah bapak tenang outfit pilihan Chika gak pernah gagal mau ya"

"iya"

"yes asik deh kalau gini"

Zean menginjak pedal rem karena lampu lalu di lintas di depan bewarna merah, tepat di sebelah kiri mereka ada pasangan muda tengah bersenda gurau di atas motor. Hal itu tak lepas dari pandangan Chika.

"seru kali ya boncengan pake motor gitu"  cetus Chika tiba-tiba

"mau boncengan sama siapa kamu?" tanya Zean

Cegil ZeanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang