CZ 23

3.9K 377 48
                                        

Chika kini tengah sibuk menyelesaikan salah satu tugas kuliahnya. Sudah satu jam lamanya ia asik berkutat dengan laptopnya. Hingga tiba-tiba terdengar pintu kamarnya diketuk. Dengan langkah gontainya Chika berjalan menuju pintu, sedikit kesal karena ada yang menganggu fokusnya ini.

Wajah Chika makin masam ketika melihat siapa yang ada dibalik pintu, padahal orang di depannya sudah melebarkan tangannya berharap pelukan hangat yang ia dapatkan.

"Papi tau kamu ngambek, tapi peluk dulu dong gak kangen apa sama papi" Ujar Calvin sambil memeluk erat tubuh putrinya. Chika membiarkan papinya memeluknya sedikit membalas walau masih ada kemarahan di hatinya.

"Jangan bete gitu dong, jelek tau" Goda Calvin sambil mecubit pipi Chika

"Sebulan loh pi, sibuk apa sih pi. Kemana lagi alasannya kali ini? luar kota? luar negeri? atau luar angkasa?" Ketus Chika kesal

"Sayang namanya juga kerjaan"

"Namanya juga kerjaan itu mulu alasannya. Sebenernya papi kerja apa sih, bukannya bos harusnya lebih santai?"

"Ya gak selalu lah Chik, justru papi bisa lebih sibuk dibanding karyawan biasa"

"Uang kita udah banyak udahlah pi mau ngejar apa sih...." Jujur Chika sudah bingung dengan kelakuan papinya ini

Calvin memegang tangan Chika "Iya papi janji bakal lebih banyak waktu di rumah mulai hari ini. Sebulanan ini setiap hari papi kerja cuma sampe sore malamnya udah di rumah dan ambil libur setiap sabtu minggu biar bisa punya waktu buat kamu sama mami"

"Sebulan doang? habis itu ngilang lagi gitu aja terus?"

"Sayang, papi bakal usahain punya banyak waktu buat kamu deh"

"Halah janji mulu nyatanya bisa nepatin gak?"

"Chika udah ya ngambeknya kamu udah kan besar papi yakin kamu pasti bisa ngerti harusnya"

"Yah terserah papi aja deh atur kan papi panitia"

"Maafin papi dong, papi jadi ngerasa bersalah pasti kamu kesepian ya apalagi kamu kan gak punya pacar ya hehe" ujar Calvin yang jujur menurut Chika ini sok asik minta maaf tapi ngeledek

"Siapa bilang aku kesepian orang engga dan aku punya pacar ya!"

Calvin terdiam mendengar ucapan Chika, siapa pacar yang Chika maksud apa ini serius "Pacar ahaha becanda kamu siapa coba yang mau sama anak manja ini"

"Pak Zean lah dia mau sama aku" tegas Chika

"Aisshhh kamu ini masih aja deh haluin Zean"

"Dih siapa yang halu coba orang beneran juga" batin Chika, sejujurnya dia ingin sekali membantah ucapan papinya secara langsung tapi dia ingat soal permintaan Zean untuk merahasiakan hubungan mereka dulu.

"Udahlah sayang daripada kamu haluin pak Zean mulu, mending kamu papi kenalin sama anak temen papi yuk dijamin kamu gak nyesel!" ucap Calvin tiba-tiba

Mata Chika membulat marah apa nih tiba-tiba, "Apasih pi engga ya aku gak mau selain sama pak Zean" tolak Chika mentah-mentah

"Sayang papi jamin dia lebih baik daripada pak Zean kamu itu. Lagian pak Zean itu gak suka sama kamu mending sama yang pasti-pasti aja. Anak temen papi ini seumuran kok sama kamu, dia juga kuliah di luar negeri papi jamin masa depan kamu bakal bagus banget kalau sama dia. Malem ini juga kalau kamu mau langsung papi kenalin kamu sama dia, kita diajak dinner sama keluarga dia" ucap Calvin

"Pak Zean juga bisa jamin masa depan aku, dia dosen sekaligus pengusaha properti dia dimana-mana" balas Chika lugas

"Chika tapi yang ini....."

Cegil ZeanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang